Menangis…

Image and video hosting by TinyPic

Ternyata menangis itu enak. Ada rasa lega setelahnya. Sesudah menangis terasa nyaman. Itu yang kurasakan, bagaimana dengan kalian sahabat-sahabatku semua ? Tangisan yang berasal dari jiwa menghasilkan pencerahan dan memberi hikmah tersendiri kepada pemilik tangisan. Yang tahu arti tangisan itu hanyalah Pemilik sejati tangisan itu dan si penangis itu sendiri.

Seberapa banyak sahabat menangis ? Mungkin di setiap harinya ada beberapa kali sahabat menangis. Tangisan-tangisan itu merupakan luapan perasaan berupa penyesalan, kesenangan, rasa haru terhadap sebuah peristiwa, dan lain sebagainya ? Kadang dalam satu tangisan, ada banyak perasaan yang tersalurkan, maka menangislah.

Dimana kita mengeluarkan tangisan itu ? Apakah harus kita publikasi bahwa,”Hei , lihat, aku sedang menangis ! Begitu ?” Cukuplah yang tahu kita sedang menangis adalah orang-orang yang terdekat kita, yang kita rela berbagi dengannya, yang tidak mencela dengan kemurungan yang kita rasakan atau dengan kesenangan yang diam-diam kita rasakan. Karena kita telah dewasa. Karena kita bukan bayi….

Image and video hosting by TinyPic

Yang jika tidak suka atau ingin sesuatu hanya bisa dengan menangis sehingga orang di sekitarnya bisa mengetahui dari lengkingannya yang menyayat hati. Kita bisa mengutarakan kepada yang berhak.

Kita juga bukan kucing…

Image and video hosting by TinyPic

Yang menangis karena anaknya dipindahrumahkan ke saudara. Yang di sudut matanya mengalir air sambil mengeong-ngeong (aku pernah melihat tangis ini).

Kita juga bukan gajah di taman wisata…

Image and video hosting by TinyPic

Yang terlihat menangis ketika aku menyapanya saat si gajah ditunggang 2 orang anak. Apa yang mereka (hewan-hewanitu) rasakan ? Aku bukan nabi Sulaiman a.s. yang tahu bahasa hewan. Jika tahu pasti aku akan bertanya kepada mereka dan kucoba untuk menghiburnya dan membuatnya tidak menangis lagi.

Apakah menurut sahabat menangis adalah tanda-tanda kerapuhan hati ? Jika itu memang benar…. Menangislah di hadapan-Nya dengan sebenar-benar tangis. Luapkan perasaan sahabat pada-Nya dalam setiap lantunan doa dan pengharapan yang tulus dalam sholat. Dia tidak mencela. Dia tidak pula marah. Malah dengan banyak menangis, Dia lebih tahu keinginan terdalam dari hati kita (pada kenyataannya Dia-lah pemilik hati dan diri kita)

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi, Isi Hatiku, Nilai2 Islami. Tandai permalink.

14 Balasan ke Menangis…

  1. ocekojiro berkata:

    Selain sebagai ekspresi diri, menangis juga salah satu cara untuk men detoksifikasi jiwa dan raga.
    Katanya seeh…. he he

    Suka

    • melianaaryuni berkata:

      Betul,mas. Saya juga pernah dengar itu. Menangis, salah satu terapi jitu untuk jiwa. Saya pernah baca buku kisah sahabat Rosulullah yang karena tangisannya itu, alhamdulillah matanya yang buta menjadi bisa melihat lagi.

      Semangat, mas ! Salam persahabatan untuk keluarga ^_^

      Suka

  2. afrianti berkata:

    ooooo gitu yach…..

    Suka

  3. Batavusqu berkata:

    Salam Takzim
    Menangis menurut guru ngaji saya, adalah sebuah keharusan selama menangis sudah tidak bisa dilakukan berati hatimu keras, sekeras batu disini
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  4. yos berkata:

    klo menagis enak berarti klo makan lauknya nagis aja ya,, ckikikikiki😀

    Suka

  5. Hary4n4 berkata:

    Kenapa kalo nangis…kita mengeluarkan air mata yaaa…..😀

    Yaaah…menangis dan tersenyum, adalah bagian dari kehidupan kita… Ada kalanya kita menangis, namun ada kalanya juga kita tersenyum….
    Jadi…menangislah sebelum menangis itu dilarang…hehehe😀

    Suka

    • melianaaryuni berkata:

      Ya, kalau yang mengeluarkan sumur, berarti mata air dong….hehehe

      Keduanya, tangisan dan senyuman dibutuhkan dalam hidup kita. Syukur pada Allah tidak ada UUD yang berisi pelarangan untuk menangis….Yang ada hanyalah UU pelarangan meratapi suatu masalah….Betulkan ?
      😀

      Suka

  6. aliaz berkata:

    Tidak perlu gengsi untuk menulis. Toh, juga baik untuk kesehatan.

    Suka

  7. aliaz berkata:

    ups, salah tulis. Maksudnya menangis, bukan menulis.

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s