Intermezo Kentut (jangan disalahartikan)

Ada-ada saja kejadian di sekolah hari ini.Tadi ketika aku mengajar, ada kejadian lucu, yang selanjutnya mengingatkan aku pada masa aku SD dulu. Kenangan bersama kakek membuatku mengingatnya dalam tawa kali ini bersama anak-anak kelas IV Ibnu Mas’ud.

Dulu, ketika masih kecil aku dekat dengan kakek, tidur pun seringnya tidur sama kakek karena kakekku orangnya suka buat cerita-cerita lucu. Ceritanya membuat aku terpingkal-pingkal. Ada saja yang kakek ceritakan. Kadang kakek cerita tentang nabi Nuh as, Sulaiman as, Ayyub as, Muhammad saw, Ibrahim,Musa as, Isa as, Idris a.s. Cerita-cerita itulah yang menjadi bekal mengapa aku suka bercerita di samping orang tuaku juga suka membelikan cerita-cerita Islam, yang dibundel sendiri. Papakulah yang mengajarkan kami untuk cinta membaca.

Aku suka sekali tidur di tempat kakek karena kalau aku kesana, aku akan mendapat cerita- cerita baru. Kakek kadang bercerita tentang Pak Pandir dengan berbagai cerita, tentang si Pahit Lidah, sebenarnya banyak yang beliau ceritakan tapi 2 cerita tadi paling kuingat. Adapun kebiasaan kakekku, beliau suka minta dipijit atau dicabut ubannya, dan upahnya adalah cerita. Aku senang sekali dengan tawaran yang menarik itu. Akan aku lakukan asalkan kakek mau bercerita padaku. Begitulah hari-hariku dengan kakek. Kakek tidak pernah pelit dengan uang atau makanan, aku selalu mendapat jatah dari kakek.


Berbicara tentang intermezo, tadi ketika aku mengajar, aku memberikan games tentang deskripsi benda/tempat/ orang dalam bentuk kelompok. Games berlangsung dalam beberapa babak. Di pertengahan, seseorang anak menutup hidung dan satu anak berkomentar. Nadirlah yang berkata,
“Oh, siapa yang kentut,” katanya. Aku juga mulai merasakan bau yang tidak sedap lalu aku tutup hidungku dengan jilbab. Karena tidak tahan, aku menjauh dari sumber kentut, yaitu barisan paling depan. Aku ke belakang, disana tidak ada bau. Semua aktivitas seketika berhenti karena bau kentut. Kilasan cerita tentang kentut pun melayang-layang dalam memoriku. Aku mulai bercerita.

Setelah menyelesaikan tawa, aku mulai bercerita.
“Siapa yang mau mendengarkan Bunda. Bunda ada cerita tentang masalah kentut. Cerita ini adalah cerita kakek Bunda. Kakek Bunda dulu suka memberi upah cerita kalau Bunda mencabut uban atau mijitin kakek. ”
“Dulu di sebuah kerajaan ada raja, permaisuri, dan seorang putri. Ketika usia sang putri telah menginjak dewasa, raja bingung menentukan siapa yang pantas menjadi pendamping sang putri. Siapa yang suka menjadi pendamping sang putri? ” Aku bertanya dengan senyum yang tertahan. Kalau saja mereka tahu apa yang aku pikirkan mereka tidak akan mengangkat tangan. Rafli, Nadir, Khadafi, Falih,Gammas, Rio,Yan mengangkat tangan dengan cepat. Aku melanjutkan kembali cerita ini.

” Karena bingung, akhirnya sang raja membuat sayembara. Isinya seperti ini, ” Barangsiapa yang bisa menyaingi kentut sang Putri Kentut” (anak-anak yang mengangkat tangan tadi kecewa), dialah yang akan menikah dengan sang putri.”

Sang putri disebut putri kentut karena keunikan dari bunyi kentutnya.

Pangeran dari kerajaan yang terkenal, tampan, dan punya kuasa datang untuk mengikuti sayembara. Putri pun memperdengarkan kentutnya. Bunyinya seperti ini,”Prating ting…pratingting…pratingting gentang genting…”. Pangeran itu maju dan menyambut kentut sang putri, ” Preeet….”
Pangeran kedua datang tak kalah hebat dari pangeran pertama. Pangeran ini menyambut kentut sang putri dengan bunyi,”Puuuut…” Sampai beberapa pangeran dan anak pembesar kerajaan yang datang, tak satu pun yang bisa menyaingi kentut sang putri. Ketika akan berakhir, seorang pemuda sederhana datang dan memperdengarkan bunyi kentut,”Kacubrat…kacubrat…cubrat cabret…” Mendengar itu sang putri memutuskan menikah dengan pemuda sederhana tadi.

Hikmahnya bahwa apa pun kita, sederhanakah tampilan kita yakinlah masih ada yang baik yang kita miliki walaupun hanya kentut. Tidak ini hanya cerita hiburan yang kakekku ceritakan sebagai penyegar suasana.

Anak-anak tertawa mendengar ceritaku. Intermezo kali ini ditutup !Makasih.

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Pernik Sekolah, Uncategorized. Tandai permalink.

13 Balasan ke Intermezo Kentut (jangan disalahartikan)

  1. zipoer7 berkata:

    Salam Takzim
    Masih boleh kan berkunjung walau sudah melewati batas jam tamu, atau jam berkunjung… Nekat aja ah hanya ingin mengucapkan tiga kata, satu kalimat
    “SELAMAT MALAM SAHABAT”
    Salam Takdzim Batavusqu

    Suka

  2. Kakaakin berkata:

    Hehe…ada-ada aja ceritanya… :mrgreen:

    Suka

  3. zipoer7 berkata:

    Salam Takzim
    Selamat week end, mau kasih informasi tulisan saya berikutnya ada dibawah postingan Pancasila salah satu mengembalikan Jati diri Bangsa…
    Karena saya lagi ikut urun rembug pancasila jadi saya kedepankan terus postingan ini sampai tanggal 10 Nopember 2009. Bila bunda Melli ingin melihat postingan baru bunda harus melihat postingan dibawahnya ya
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  4. sunflo berkata:

    weleh… ^^ bocah…bocah…

    Suka

  5. zipoer7 berkata:

    Salam Takzim
    Lari-lari-lari mau ditutup buruan, heh ngeheh ngeheh, cepat mau ditutup pintunya.. doh jangan kentut dong, lari aja sampai terkentut-kentut
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  6. triunt berkata:

    Kalo saya lagi kentut…
    bicara kenceng2 biar kagak kedengeran *ngaco*

    itu salah jangan ditiru.
    endingnya? tanpa dikomando dah pada kabur semua.

    Suka

  7. Batavusqu berkata:

    Izin Tertawa lihat postingan
    😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆 😆
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  8. online berkata:

    belajar banyak

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s