Hisyam, Ummi lagi Tidur…

Ponakan kecilku sedang bermain sendiri. Seperti kebiasaanku, kalau sudah pulang dari aktivitas atau kangen sama ponakanku itu, aku akan mendekatinya dan kucium-cium sampai dia nangis. Emak suka marah kalau aku melakukannya. Aku sih santai aja karena kalau ponakanku itu nangis, kan ada umminya yang siap sedia hehehe.

Image and video hosting by TinyPic

Wajahnya sudah kelihatan memerah. Pipinya yang gembul dengan bintik air kecil seperti keringat malam ada disana. Mulutnya menguap beberapa kali dan umminya…Kemana perginya ? Ternyata si ummi sedang tidur. Umminya begitu lelah, maklum ini adalah anak yang pertama. Ponakanku mulai menangis, dalam tangis yang mulai terdengar kuangkat dia dari ranjangnya. Wajahnya berubah, kadang terlihat ingin menangis, berubah tersenyum, lalu kembali menangis lagi. Nah, kalau sudah seperti itu dan aku sedang tidak ingin membangunkan umminya, aku akan menggendong Hisyam si bayi mungil.

Sebenarnya Hisyam mau tidur lagi, ya dia selalu menguap. Santai dan tenang, dia akan segera tidur kalau aku bernyanyi ‘Wahai Tuhan ku tak layak….’ (tau deh judulnya apa, lagunya Haddad Alwi) atau “Tidurlah kau adikku…” (lagu ketika aku masih kecil), namun yang sering membuatnya tertidur adalah ketika aku membacakan al matsurat. Ya Hisyam tertidur dengan badannya yang kian hari kian berat. Dalam gendonganku, Hisyam tertidur. Duh, lumayan…Berat badannya sudah naik drastis. Bagaimana dengan umminya yang setiap hari harus menggendongnya ? Setiap malam harus terjaga dan meninggalkan kenyamanan tidur ? Hufh, itulah hidup.

Sebenarnya pengennya ngajak si ummi jalan sekitar 1 jam saja. Rencana kita mau jalan beli pakaian Hisyam, tapi secara Hisyam masih belum sebulan, jadi kita hentikan rencana itu. Kasihan juga sih sama umminya yang setiap hari berkutat dengan aktivitas rumah, mencuci popok (biasanya kalau ada suaminya, suaminya yang bantu. Suami yang mengerti istri dan empati) dan menjaga Hisyam.

Lelah di wajah si ummi membuat aku berpikir,”Beginikah jika menjadi seorang ibu ?” Pernah si ummi hampir menangis (ya air mata sudah sedikit keluar. Ketika mendengar cerita dari emak, aku tertawa.
“Hiks…hiks…dalam tangis). Coba Hisyam dititip dulu, beberapa bulan lagi diambil,” katanya. Emak tertawa dan bilang,”Nah, baru tahu kan gimana rasanya jadi seorang ibu.”

Seorang ibu bagi anak adalah sesuatu yang sangat penting. Tidak ada ayah di kehidupan pertamanya mungkin tidak masalah karena sepenuhnya anak bergantung pada ibunya. Wajar saja jika seorang anak akan memiliki kepekaan yang lebih kepada ibunya dibandingkan ayahnya. Ibu akan tahu kapan anak lapar dan kapan dia membutuhkan dekapan sayang.

“Ya Allah jadikan ketabahan seorang ibu dan kasih sayang ayah sebagai bekal si kecil dalam mengarungi hidup. Berilah para ibu dan ayah kenikmatan yang tak tergantikan di akhirat kelak. Jadikan para orang tua ikhlas menjalani peran mereka dalam mendidik dan membesarkan calon-calon generasi Rabbani. Buatlah para ibu dan ayah tahu kedudukannnya sehingga rumah tangga seimbang. Jika boleh aku meminta, berilah kelebihan kesabaran bagi setiap ibu muda yang tiap malam harus bangun karena rengekan pup atau pipis si kecil. Aamiin.”

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi, Isi Hatiku. Tandai permalink.

17 Balasan ke Hisyam, Ummi lagi Tidur…

  1. Batavusqu berkata:

    Salam Takzim
    Kasihan kau Ummi Hisyam yang belum bisa bicara bahasa tubuhnya menendang telinga, untuk bunda Meli hadir, dengan membawa pesan jangan kau cium dia nanti dia menangis lagi
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  2. zipoer7 berkata:

    Salam Takzim
    Saya hanya kasihan melihat air mata yang terbuang percuma, padahal nilai air mata cukup mahal dewasa ini. Air mata yang berfungsi mengobati ketidakpuasan yang tak tersalurkan harus dibuang hanya dengan sentuhan yang tidak diinginkan.
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  3. alisnaik berkata:

    bayi kecil menangis, tak perlu risau. memang itulah takdir si bayi. menangis. tersenyum. bengong. tidur. buang air. dan tak ingat apa apa. sungguh kehidupan yg santai. tapi ati ati lho mbak, ntar pas nyium nyium itu bayi, kalo belum gosok gigi kan kasihan bayinya:mrgreen:

    Suka

  4. alisnaik berkata:

    senyum itu ibadah:mrgreen::mrgreen::mrgreen: :mrgreen::mrgreen::mrgreen: :mrgreen::mrgreen::mrgreen:

    Suka

  5. batavusqu berkata:

    Salam Takzim
    Saya doakan berhasil mencapai ke titk pemenang pada parade yang dilaksanakan di blognya kang guskar
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  6. batavusqu berkata:

    Salam Takzim
    Saya doakan semoga berhasil mencapai ke titik pemenang pada parade yang dilaksanakan di blognya kang guskar
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  7. guskar berkata:

    Catatan Menjelang Karnaval Blog MTBI
    Pertama, saya wajib mengucapkan terima kasih kepada teman-teman narablog yang telah mengirimkan artikel untuk meramaikan acara Karnaval Blog : Minum Teh Bersama Ibu. Artikel yang masuk cukup banyak, yaitu 50 naskah. Artikel yang dikirimkan ada yang berupa, Esai, Fiksi, Puisi, atau Ringan Interesan. Semua bagus, dan itu telah membuat saya kesulitan mana yang akan ditampilkan dalam karnaval nanti.
    http://guskar.com/2009/12/13/catatan-menjelang-karnaval-blog-mtbi/

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s