Bunda,aku mau isolasi Bunda biar nggak pergi…

Sekolahku menyenangkan. Anak-anak hari ini pun menyenangkan. Suasana pagi yang cerah kusambut dengan senyuman walau piket harus kulakukan. Bertemu dengan Asya yang penuh dengan keunikan, bercerita dan bernyanyi heal the world Michel Jackson. Dia lebih tahu dariku.

Di kelas aku dikejutkan dengan beberapa pertanyaan. Seorang anak tiba-tiba bertanya
” Bunda mau nikah ya? ”
“Ya, iyalah, Bunda mau nikah, tapi nggak tahu dengan siapa,” kataku.
“Bunda, jangan pergi ya. Aku nggak mau Bunda pergi,” kata Daffa.
” Bunda itu lain dari yang lain, ” lanjut Daffa kembali.
” Bunda kan suka marah,” kataku.
“Tapi, Bunda marahnya nggak seperti yang lain,” kata seorang anak.
Aku tersenyum, merasa tersanjung dan sedikit terharu. Aku mengerti maksud hati mereka dan aku menyadari apa yang mereka inginkan.


“Ya, Nak. Kalo Bunda sudah nikah, Bunda akan ngikutin suami Bunda. Kalau suami Bunda disini, maka Bunda akan tetap disini, tapi kalau suami Bunda orang luar, mungkin Bunda nggak ngajar disini lagi,” kataku.
” Oh, kalau gitu…Bunda nggak usah nikah aja,” jawab yang lain. Aku tersenyum kecut. Mereka belum menyadari.
“Nak, kalau seorang lajang belum menikah, berarti dia belum sempurna Islamnya sebelum dia menikah. Makanya Bunda ingin menikah untuk mengenapkan diin 9gama) Bunda. Bunda nggak minta yang ganteng, tapi Bunda meinginkan laki-laki yang sholeh. Cukup itu saja.”
“Bunda, nanti pokoknya Bunda tetap ngajar disini. Kalau nggak Raihan akan isolasi pakai plester di dinding,” kata Raihan, anak yang pandai berwajah putih, dan sedikit gemuk.
Aku seolah menjadi sorotan di kelas saat. Aku di kelilingi oleh beberapa anak. Anak-anak duduk mengitari sisi kanan dan kiriku, depan dan belakangku. Mereka mencurahkan perasaannya padaku. Aku sedih, tapi ada rasa kagum yang aku rasa pada diri anak-anakku. Mereka memberikan keceriaan pada hari-hariku di sekolah. Kadang aku dibuat tertawa atau tersenyum-senyum sendiri di kelas karena ulah-ulah mereka.

Rezeki hari ini pun berlimpah. Kelas hari ini berlomba-lomba untuk untuk memberikan apa yang mereka bawa. Ada Farah yang membawa empek-empek ada’an satu stoples dan ada juga Raihan yang mengeluarkan empek-empek dari tasnya. Pagi-pagi sekali, ketika aku baru duduk di kelas, Adel menawarkan chocochip (dari Razka) kepadaku. Ternyata, mereka peduli dan sayang padaku. Aku terharu untuk yang kesekian kalinya. Setelah mendapat rezeki yang tak terduga dari lomba, aku berusaha untuk membagikannya kepada teman-teman walaupun sedikit. Aku yakin bahwa dengan berbagi, maka rezeki akan semakin banyak. Allah akan menggantinya dengan berlipat-lipat dan dari arah yang kadang tidak kita duga.

Kadang sedih melihat mereka, kadang juga senang, kadang juga rindu jika mereka tidak ada, apalagi waktu liburan. Ya, mereka betul-betul menjadi penghias dunia. Ah, rasanya, ungkapan mana pun tidak bisa kulukiskan untuk kebaikan-kebaikan yang mereka berikan padaku. Seorang anak tiba-tiba menangis saat hendak Zuhur, namanya Vika. Aku sebenarnya tidak tahu apa yang menyebabkan dia menangis di ambal kelas, tapi beberapa temannya mengatakan bahwa dia menangis karena mengira aku akan meninggalkan sekolah ini. Entahlah mengapa mereka berpikir aku akan menikah, tapi terus terang di dalam hati aku mengaminkan apa yang baik, yang keluar dari mereka.

Allah akan tahu apa yang terbaik dengan hidupku. Aku bisa merencanakan, tapi tiada yang tahu apa yang akan terjadi kelak. Keinginan sudah tertanam, namun jika tanpa usaha yang maksimal, itu hanya sekedar keinginan semata. Siapa pun yang menjadi pasanganku kelak, aku yakin bahwa dialah yang terbaik untuk membimbingku menuju jannah-Nya. Aku tidak melihat fisiknya, karena aku tidak mencari sosok yang seperti artis, yang akhirnya membuat aku tidak betah. Aku hanya ingin lelaki sholeh yang bisa menjagaku dari maksiat-maksiat yang semakin semarak di dunia ini.

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Isi Hatiku, Pernik Sekolah. Tandai permalink.

12 Balasan ke Bunda,aku mau isolasi Bunda biar nggak pergi…

  1. batavusqu berkata:

    Salam Takzim,
    Subhanalloh, begitu cintanya mereka dengan bunda, sampai ada yang melarang bunda menikah, kalau begitu pernikahannya ditunda aja, sampai mereka lulus hehehe,
    Maap ya bunda
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  2. Kakaakin berkata:

    *sedang membayangkan bu guru yang di plester di tembok*πŸ˜†
    Trus berdoa dan Insya Allah akan mendapatkan yang terbaik dari Allah…apapun itu…

    “Aku hanya ingin lelaki sholeh yang bisa menjagaku dari maksiat-maksiat yang semakin semarak di dunia ini.” Ini juga do’aku…πŸ™‚
    Mudah2an Allah mengabulkan…πŸ™‚

    Suka

  3. Hary4n4 berkata:

    Semoga selalu mendapat yg terbaik dariNya… Salam hangat.. Salam damai selalu…

    Suka

  4. sunflo berkata:

    aamiiin semoga terkabul apa yang dicita-citakannya…

    Suka

  5. dinda radeta berkata:

    …yah bunda blh blh aja nikah tp denger kata anak2 kls 4 yg dl yah(skrg udah kls 5) jgn pindah lhpo……………..

    Suka

  6. Fitria ALIEFA berkata:

    bagus banget bundaaaa^_^

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s