Bukan Miss World…Hanya Miss Communication

Kunjungan edukatif anak kelas I di SD -ku kali ini mengambil tema transportasi dan transportasi yang akan jadikan objek adalah kereta api. Jalurnya mengambil jalur mahasiswa karena kereta api ini adalah kereta api khusus para mahasiswa UNSRI, yaitu Kertapati-Indralaya, sekitar 30 menitan untuk sampai ke tujuan. Sayangnya, banyak waktu yang terbuang dengan menunggu instruksi dari pihak yang dikunjungi. Anak-anak sudah berkeringat karena asyik berlari-larian di dalam kereta. Orang tua yang sebagian mengantarkan anaknya ada yang tertidur karena letih menunggu.

Rekan-rekan kerjaku yang sepagi tadi mengkondisikan anak jadi kewalahan lalu duduk. Anak-anak bermain bersama teman-temannya, melompat dan berlari-lari. Tak pernah ada kata capek or letih. Beberapa anak ada yang ebrtanya kepada masinis dan masuk ke ruang masinis. Masinisnya pun memberikan penjelasan kepada anak yang bertanya. Lega sedikit.

Setelah sampai di Indralaya, kami masuk stasiun sebentar, berfoto lalu bersiap-siap untuk segera kembali ke sekolah. Tenaga saat itu sudah habis, mata juga sudah lelah melihat ke kanan-kiri, kepala sudah pusing karena sesekali berdiri mengkondisikan anak. Kami duduk untu mencari udara segar, tapi kipas yang digunakan pun tidak bisa mendinginkan wajah. Cukup sulit mencari udara sejuk di kota ini dalam beberapa bulan ini. Semua orang berbondong-bondong mengeluarkan kendaan pribadinya sehingga baru sekitar 4 bulan ini, kotaku sudah padat dengan kendaraan.


Anak-anak tak pernah merasa letih, mereka terus berlari, melompat, lalu duduk sebentar dan berlari atau melompat kembali. Peringatan harus berulang-ulang.
“Udah dulu berlarinya, nanti kalau kelapanya berdarah gimana ? Mau ?” Aku coba menjelaskan kepada beberapa anak. Hanya beberapa anak mengikuti ucapanku….Ya, anak-anak kalau belum tahu dan merasakan sendiri akibatnya, mereka belum mau berhenti karena mereka hanya berpikir asyiknya saja.

Beberapa anak yang dari awal perjalanan akhirnya tertidur di kursi penumpang dan beberapa yang lainnya meneruskan eksperimen melompati genangan air. Gaya mereka lucu, ada yang berjalan dengan menutup mata sambil tersenyum-senyum. Ada yang melompati genangan air tanpa ragu. Aku tertawa. Mudah sekali mencari kesenangan dalam tawa dan ceria anak.

Setelah kegiatan selesai, anak keluar dari stasiun…Mereka sudah dijemput oleh orang tuanya. Beberapa anak menunggu sampai jemputan selesai dan anak yang dijemput di sekolah ikut mobil antarjemput Om Yudi. Ada satu anak laki-laki yang belum dijemput, tapi setelah temanku mengontak orang tuannya, orang tuanya bilang akan menjemputnya dan sudah hampir sampai di stasiun, anak yang tadinya sudah kupangku langsung disuruh turun. Disana si anak menunggu orang tuanya bersama 1 guru. Eh, ketika kami sudah dalam perjalanan, orang tuanya bilang anaknya minta diantar ke sekolah saja karena tidak ada yang menjemput…Keputusan cepat diambil, guru kelas anak itu turun dari mobil kami dan kembali lagi ke stasiun.

Penat sekali, perut sudah berbunyi, entah lagu apa yang dinyanyikannya. Tak ambil pusinglah mana kepala sudah pusing. Ingin tidur, tapi tidak bisa. Belum sempat menyelonjorkan kaki, seorang bapak menghampiri. Nadanya agak kesal. Dia bertanya, tapi ada nada marah. Intonasinya sudah mulai meninggi. Aku yang menghadapinya. Aku tahu kalau aku ikuti dengan membenarkan tindakan kami, maka akan ada kemarahan yang lebih besar.
” Iya, Pak. Insya Allah disana ada 2 guru kok dan anaknya akan diantar kesini sama gurunya. Disana juga ada beberapa anak yang belum dijemput. Bapak tunggu aja sekarang ananda menuju ke sekolah. Permisi,Pak ,” kataku. Si bapak menyalahkan sana sini padahal dari informasi awal…si anak mau dijemput di stasiun…eh, jadi nggak jadi, malah minta jemput di sekolah. Daripada mengikuti emosi si bapak, aku cuci tangan dan makan.

Si Bpk. menunggu cukup lama karena wajar jarak sekolah ke stasiun sekitar 45 menit, itu pun kalau tidak terlalu macet di jalan. Setelah sholat pun beliau bertanya kembali dan kami hanya menjawab,
“Iya, Pak…Sekarang Ananda sudah di bus sama gurunya menuju ke sekolah.”

Noteku (hikmah yang kudapat) :
Pada beberapa keadaan, diperlukan ketegasan sikap sehingga kita tidak dianggap remeh oleh orang lain. Berhentilah ‘ngotot’ pada orang yang sedang emosi, percuma…mereka tidak akan mau mendengarkan penjelasan atau ‘kengototan’ kita. Orang tua pun mestinya mau meluangkan waktunya karena acara seperti ini sesekali saja dilakukan. Apalah salahnya menjemput sebentar, toh fasilitas tersedia.

Betul sekali…Tanggung jawab guru memang besar sampai-sampai setelah jam sekolah pun guru harus bertanggung jawab menemani anak sampai ada jemputan. Profil orang tua seperti itukah yang banyak di negara ini ? Yang maunya menang sendiri tanpa mau melihat kesalahan diri ?

Semoga akan banyak keluarga yang mengerti bahwa kebersamaan itu indah dan komunikasi dengan sesama itu perlu agar hidup lebih tenang.

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Pernik Sekolah. Tandai permalink.

4 Balasan ke Bukan Miss World…Hanya Miss Communication

  1. Batavusqu berkata:

    Salam Takzim
    Jadi ingin jemput lagi kesekolah, sayang sudah selesai, masih ada yang ketinggalan dan belum dijemput biar saya jemput deh seperti menjemput Award Kang Boed hehehe, Selamat pagi ibu.
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  2. Batavusqu berkata:

    Salam Takzim
    Selamat siang, menemani makan siang (MAKSI), perkenankan mengunjungi sahabat dan menyapa agar tidak di delet link_nya😆:mrgreen:
    Salam Takzim Batavusqu🙂

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s