Kreasi ‘Khas’ Siswiku

Image and video hosting by TinyPic

Lucu juga melihat anak menirukan gayaku di hadapanku sendiri.
“Iya, Dedy, udah main-mainnya ?” kata seorang siswi yang memperlihatkan gayaku dengan mulut yang dibuat-buat mirip seperti apa yang aku lakukan.
“Sholat itu bukannya untuk main !” Kata siswi lain
“Lima…empat…tiga…dua…saaat…tu ! Yang masih berdiri silahkan istighfar ke depan,” kata yang lainnya. Ternyata hitungan seperti itu bermanfaat untuk kedamaian dan ketentraman di kelasku…hehehehe….
Aduh, aku jadi malu. Mereka peniru ulung yang pernah aku temui. Setiap gerakgerik dan tingkah lakuku ternyata diobservasi dengan baik oleh mereka. Aku tertawa melihat tingkah mereka.

Biasanya kalau hari biasa, siswa ikhwan dan akhwat sholat Zuhur berjama’ah di kelas, tapi karena hari ini Jum’at, ikhwannya sholat di masjid dan anak akhwat merasa senang karena mempunyai ruang yang bebas untuk mengungkapkan semua kreativitas mereka, termasuk kreativitas meniruku. Gaya mengajar, gaya marah, gaya menegur, gaya melihat anak yang suka main-main, gaya main di saat bermain dengan anak, gaya duduk melihat tingkah anak yang ramai.

“Doa….an…” Seorang anak menirukan caraku membuka acara doa sebelum belajar. Mereka kenal sekali lirik dan nada yang biasa aku gunakan. Aku merasa geli sendiri melihat tingkah mereka. Ternyata, aku seperti itu di mata mereka. Dengan tubuh yang masih berbalut mukenah mereka menirukan gerakanku mengitari kelas…Ada-ada saja ulah mereka hari ini, tapi aku senang mereka bisa berekspresi tentang semua yang telah aku lakukan. Mereka hanya mencoba menyampaikan apa yang mereka tahu dan rasa dari diriku dan sedikit ekspresi terhadap segala yang kulakukan saat bersama mereka.

“Bunda ga mau kalau makannya ga habis. Kalian kan pulang jam 4, jadi butuh energi banyak,” aku ingat ketika anak memperagakan tingkahku. Aku biasa memeriksa kotak makan mereka. dalam belajar…
“Dedy…Razka…Hafizh…Febri…Nulislah! Nanti udah mau pulang baru mau nulis !” Perintahku. Untuk keempat anak ini, aku harus tegas karena mereka suka sekali ngobrol sampai-sampai melupakan tugas. Mereka pun harus selalu diingatkan dan alhamdulillah mereka menyelesaikan tugas walaupun pulangnya terakhir. Bagiku, tidak ada kompromi untuk tugas. Mereka harus diajarkan tanggung jawab sedini mungkin.

“Kemarin kita belajar tentang apa?”
“Tentang sim….bol…” Kata siswiku. Aku sering mengulang kata karena dengan mengulang akan lebih tertanam dalam pikiran mereka. Mungkin mereka mengira itu adalah main, tapi bagiku itu adalah cara untuk membuat mereka ingat dengan pelajaran. Gemas sekali, ingin rasanya aku cubit lembut pipi-pipi mereka, tapi seperti biasa kalau aku coba mencubit, mereka berusaha menghindar, tapi terlihat mau mendekat. Anak-anak…anak-anak….

Mataku terbuka bahwa apa pun yahg kita lakukan akan dicontoh dan ditiru langsung oleh anak, jadi sejauh tingkah kita baik, insya Allah itu akan menjadi bekal dalam perjalanan mereka ke masa depan. Terkadang tanpa kita sadari kita melakukan perilaku yang kita sendiri melarangnya untuk dilakukan anak, maka mereka pun akan protes mati-matian dan kita tidak akan mendapatkan kepercayaan untuk diikuti oleh mereka. Menyadari tingkah kita yang buruk lalu menjelaskan di hadapan anak mengapa kita melakukannya bisa membuat mereka mengerti dan berusaha untuk tidak melakukannya.

Lintasan yang berseliweran di benakku tentang aktivitas di kelas…
” Bunda nggak mau masalah ini diungkit-ungkit lagi. Masalah ini sudah selesai dan tidak perlu dibicarakan di lain hari. Hari ini adalah hari ini. Cukup sampai disini, jangan ada yang membicarakan. Nggak boleh pulang kalau belum ada yang mau meminta maaf. Sekarang, ucapkan dengan lantang “Maaf ya…Aku berjanji tidak akan mengulanginya kembali.” Sekarang salaman !” Kataku. Aku akan terus mengingatkan kata-kata itu.
“Masalah ini harus selesai hari ini. Besok sudah hari yang baru, tidak ada permusuhan.” Boleh jadi sewaktu-waktu kita harus rela mengeluarkan kata ‘maaf’ pada anak karena tidak pernah rugi hanya dengan meminta maaf.

Tadi adalah ungkap sayang mereka dan pemahaman mereka kepadaku, tapi sepaham itukah aku kepada mereka yang setiap harinya mengisi hari-hariku ?

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi, Pernik Sekolah. Tandai permalink.

8 Balasan ke Kreasi ‘Khas’ Siswiku

  1. mei maniezz berkata:

    co cuitt….senengnya bergaul dgn dunia anak setiap hari y yuk….:)

    Suka

  2. ikiakukok berkata:

    wah selamat, sepertinya anda sudah menemukan kebahagiaan anda.🙂

    Suka

    • melianaaryuni berkata:

      Sangat beruntunglah setiap orang yang bisa merasakan kebahagiaan hati dalam setiap keadaan…Semoga kita mendapatkan dan merasakan kebahagiaan yang tidak sekedar terucap dari kata-kata😀

      Suka

  3. zipoer7 berkata:

    Salam Takzim
    Ayoo anak-anak buka halaman 13, perhatikan ddisana ada kamar kosong, karena semua penghuni tidak berani memasuki kamar itu, ayoo siapa yang bisa menjawab ada apa dengan kamar itu..
    Alif menjawab; itu kamar pembantu pak, karena dia lagi pulang kampung..
    Ba beda lagi menjawab itu kamarnya kalau hujan bocor pak,
    Ta menyambung lagian disana ga ada tv_nya pak
    Tsa angkat bicara kamar itu lampunya mati.
    Jin tertawa, hahahaha itu kamar saya pak
    Maap
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

    • melianaaryuni berkata:

      Yaaa…Ternyata ni ngebahas cerita kamar jin ya….ih, sereeem, Pak…:-x

      Suka

      • zipoer7 berkata:

        Salam Takzim
        sedikit masukan jika ibu akan memberi emoticon jangan ada yang disambung dengan karakter lain emoticon harus bebas dari karakter depan maupun belakang agar terbentuk
        seperti :lol:… tidak akan terbentuk
        seperti …:lol: tidaka akan terbentuk.
        Hal ini sering saya perhatikan dibeberapa tulisan sahabat blogger termasuk Bunda Meli
        yang seharusnya😆😡🙄😦 atau:mrgreen:
        Maap jika tidak berkenan, jangan dimoderasi
        Salam Takzim Batavusqu

        Suka

        • melianaaryuni berkata:

          Ooooo…gitu ya, Pak…xixixi, dapet ilmu baru nih…Makasih ya…memang klo soal emot, saya belum mudeng bener…saya pernah coba bisa, tapi pernah salah…eh, ternyata ada yang ngasih tau…syukurlah….

          Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s