Sore di atas Jembatan Layang

Ada ujar yang tak terungkap dengan kata-kata. Ada takjum yang hanya terlihat dari wajah. Ketika siang beranjak sore dan sore mamasuki malam. Siluet jingga dengan awan berarak di sisi kanan kiri jembatan layang mengajak mata untuk berkelana menikmatinya dalam perjalanan pulang. Teringat keadaan saudara-saudara di daerah Sumatera Barat dan beberapa daerah lainnya, yang tinggal dalam pemukiman seadanya tanpa bisa menikmati suasana yang kualami ini.

Image and video hosting by TinyPic

Dunia seakan menghimpit hidup mereka yang sudah sulit. Awan gelap mengelayuti hati dan pikiran mereka. Kesuraman seakan menjadi teman yang tak bisa dihindari. Tangisan anak dan bayi kecil tergiang di setiap malam. Suara jeritan istri/suami yang kehilangan pasangannya. Orang tua yang terus mencari keberadaan anaknya dalam puing-puing yang menggunung banyaknya, entah sampai kapan akan rata kembali. Tanah ini sudah tua dan beranjak hancur dalam hitungan yang tidak bisa diperhitungkan dan disangka-sangka. Perlahan-lahan, kotoran memenuhi ruang dalam dunia ini lalu menyisakan sedikit ruang bersih. Tiada yang tahu kapan semuanya berakhir dan kapan dunia ini bersih kembali.

Mencoba melihat kebelakang, dulu ketika kecil, sebelum ilmu dan akal yang belum bisa digunakan dengan baik, aku memperkirakan pada tahun 2010 aku sudah tidak ada lagi di dunia. Sekarang sudah 2009, tinggal 1 tahun lagi. Dalam doa kumemohon pada Allah, hidupkan dan matikan aku dalam keadaan beriman

Mencoba memaknai setiap kejadian, apa yang dilihat lalu bersyukur membuat hidup menjadi indah🙂

Dalam renungan…

Senja menjelang malam menyemburatkan berbagai perasaan yang sedang berkecamuk dalam diri. Ada tangis yang tertahan dan gundah yang menggelora lalu terlantundalam ucap Subhanallah dalam diam dan khusyuk. Senja yang membiaskan jingganya di pelataran langit, melukis indahnya pemandangan mata, nikmat Allah yang jarang disyukuri. Senja indah yang hanya sepintas lalu berakhir dengan malam yang diterangi bintang, masihkah seperti itu setahun lagi atau5 tahun lagi ? Apakah sen ja hari ini akan berubah secepat perubahan bumi yang kian kacau dan berantakan ? Tiada yang tahu, juga tiada yang berhak menghakimi ada dan keberadaan bumi nantinya.

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Isi Hatiku, Nilai2 Islami. Tandai permalink.

4 Balasan ke Sore di atas Jembatan Layang

  1. zipoer7 berkata:

    Salam Takzim
    Saat Malam datang, saya singgah menayakan apakabar, sahabat..
    ..
    Postingan yang menggetarkan, sangat mendalam nilai sastrnya. Sungguh teracung jempol.
    ..
    Ada Award lanjutan ya di email cek ya
    ..
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

    • melianaaryuni berkata:

      Salam juga…
      Alhamdulillah baek, Bpk. juga ya…Postingan sederhana aja kok,Pak…Ga ada nilai sastranya kalee, orang saya hanya orang biasa, yang ga tau sastra…Tapi syukurlah ada yang muji juga hihihi…
      Insya Allah ntar tak coba….

      Suka

  2. Alfi berkata:

    Salam Kenal….

    Nice post…. and thanks ya udah visit…. yuk tukeran link….. link-nya udah aku pasang di friend’s blog ya….

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s