Dewasa sebelum waktunya ?

Gayanya bak peragawati, melenggang, menyilangkan kakinya lalu berjalan sehati-hati yang dia bisa. Tas yang diseretnya menyiratkan gaya yang anggun. Langkah kakinya pelan lalu berhenti menyapa seseorang teman.
“Hei, kamu udah ngerjain PR nggak?” Tanyanya
“Udah dong.” kata temannya. Dia berlalu dengan langkah kaki dan gaya seperti peragawati.
“Assalamu’alaikum, Bunda,” sapanya kepada gurunya yang dia temui. Dengan senyum manis dia langsung mengambil punggung tangan gurunya dan menciumnya hikmat. Dia berlalu lalu memasuki kelas. Seperti itulah dia sehari-harinya.

Lahir dari keluarga yang orang tuanya bekerja. Dibesarkan dari keluarga yang bergerak di pertelevisian. Tampil di muka umum adalah hal yang biasa dilakukan oleh keluarganya, termasuk dia. Dia percaya diri jika diminta menjadi pembawa acara bahkan dia tak peduli jika dia dilihat oleh orang banyak. Tingkahnya membuatku gemas, tapi dia tetaplah seorang anak.

Tinggal di kelas, dia sering melamun. Kadang dia suka berbicara sendiri di hadapan dinding. Dia juga suka berbicara sendiri, kadang meniru perkataan orang tuanya atau gurunya. Gurunya tersenyum melihat tingkahnya. Sebenarnya dia anak yang cerdas. Dia suka mengucapkan kata-kata dalam bahasa Inggris. Pengucapan kata-katanya enak didengar sehingga dia lebih menonjol di pelajaran bahasa Inggris. Sayangnya, jika suatu saat dia malas mengerjakan tugas sekolah, jangan harap dia mau mengerjakannya. Dia mengaku bahwa dia menjadi seperti sekarang karena orang tuanya yang kurang memperhatikannya karena sibuk bekerja. Pemikirannya dewasa sebelum waktunya.

Siapakah yang patut disalahkan jika sudah ada keluhan seperti ini ?

Di atas adalah sebuah kasus yang ditanyakan oleh seorang teman tentang siswanya di kelas. Bagaimana menghadapi si anak ? Aku hanya berkata :
Coba dulu cari penyebabnya dengan berkomunikasi langsung dengan si anak dari hati ke hati. Kalau pun orang tua si anak merasa hendak memperbaiki keadaan, maka jangan pernah menjauh atau membiarkan kejadian ini terulang kembali. Ada sikap proaktif yang ditunjukkan orang tua untuk anak.

Mungkin dia banyak bermain dengan imajinasinya–saat dia bercakap-cakap sendiri di hadapan dinding– karena bisa jadi tidak ada yang mau mendengar celotehannya dan lingkungan di rumahnya tidak memberi ruang untuk dia bergaul dengan anak yang sebaya dengan dia. Mau cerita sama orang tua ? Mereka kerja. Mau cerita sama adik, kekecilan….Memberinya banyak aktivitas yang disukai bisa jadi membuat dia tidak sering melamun. Memberikan pengarahan seirama dengan ‘kedewasaan’ yang dia punyai membuat dia tahu arah bertindak. Tak banyak yang bisa aku tahu. Orang tuanya harus membantu agar kebiasaan anak yang masih baru ini bisa teratasi sehingga tidak terbawa kelak dia remaja atau dewasa.

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi, Pernik Sekolah. Tandai permalink.

10 Balasan ke Dewasa sebelum waktunya ?

  1. Hadi berkata:

    Pertamaaax..ya mba

    Suka

  2. zipoer7 berkata:

    Salam Takzim
    Lapooooorrrrr pesanan sudah dikirim, Laporan selesai. Kembali ketempat
    Berbagi tak kan pernah rugi
    Maap bu pesan sudah dikirim ke alamat yang benar
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  3. zipoer7 berkata:

    Salam Takzim
    Sahabat saya juga mau bagi-bagi hadiah nih yang khusus buat Kang Dadang berupa Banjir Award Dijuemput ya !!!🙂
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  4. zipoer7 berkata:

    eh kok kang Dadang, maap buat bunda Melli juga kok, sekali lagi maap kirain ini blog kang Dadang
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  5. bluethunderheart berkata:

    malam sahabat
    blue berharap semoga banyak ortu yg membaca postinganm ini
    mantab
    salam hangat selalu

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s