Merah itu Tak Berdaya (dalam ulasan)

Sebenarnya tulisan ini adalah sambungan dari tulisan dengan judul yang sama, hanya saja tulisan yang pertama saya sampaikan sebagai ungkap syukur kepada Allah dan pembahasannya pun hanya sepintas, sebatas kemampuan fisik yang dipunyai si bayi. Kali ini saya ingni menulis dalam berbagai aspek.

Image and video hosting by TinyPic

Ruang yang dulu sepi kini ceria karena ada tangis yang menghiasi hari-hari kami. Wajah bulat, pipi tembam, kulit kemerah-merahan karena dipenuhi keringat malam. Dia tersenyum lalu menarik pipinya ke bawah dan menangis. Tangisan yang berisi irama marah atau sedih atau…ya hanya ungkap emosi sederhana yang dia bisa. Tangis itu mengiringi jam yang terus berlalu tanpa kenal kompromi.

Image and video hosting by TinyPic

Seorang komentator di blogku menyatakan bahwa seorang bayi yang tak berdaya punya kekuatan ? Muncul ide untuk menulis dan ide itu sudah ada di benakku.


Seorang bayi akan ditunggu-tunggu kehadirannya bagi pasangan mana pun meskipun keberadaannya adalah amanat yang berat untuk dipikul oleh kedua orang tuanya kelak. Wajar saja jika pasangan-pasangan yang baru menikah sangat ingin atau berkeinginan segera mempunyai bayi karena anak adalah salah satu keindahan dan kenikmatan dunia yang patut disyukuri.

Bayi yang bernama Isa a.s. telah menjadi contoh bayi hebat di dunia, yang membawa perubahan di masyarakat kaumnya. Ada juga bayi, yang masih dalam gendongan seorang mujahiddah pertamaSumayyah, yang memberikan kemantapan pada ibunya untuk tidak menyekutukan Allah meski nyawa adalah taruhannya. Seorang bayi yang dihanyutkan di sungai Nil, yang kelak memimpin kaumnya untuk memerangi kejahiliahan telah membuka mata kita bahwa seorang penguasa yang dzalim pun takut pada kekuatan seorang bayi yang tak berdaya. Coba renungi pula kisah Ismail,a.s. yang namanya tercatat dalam sejarah walaupun saat itu dia tidak berdaya, hanya bisa menghentakkan kakinya ke tanah. Dia sudah menyelamatkan ibu dan dirinya dari kehausan.

Siapa yang menyangka jika dikemudian hari seorang bayi yang lahir dari orang tua yang serba kekurangan dan yatim, serta tidak ada yang tahu apa-apa menjadi memimpin seluruh umat, rosullah s.a.w. Kekuatan seorang bayi memang tidak bisa diremehkan. Orang tualah yang berperan aktif untuk kesuksesan sang bayi dalam berjalan di muka bumi dengan tidak congkak namun bangga dengan kebaikan-kebaikan Allah untuknya.

Image and video hosting by TinyPic

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi, Isi Hatiku, Nilai2 Islami. Tandai permalink.

16 Balasan ke Merah itu Tak Berdaya (dalam ulasan)

  1. made berkata:

    wadugh,,sorry mbak baru bisa kesini,,,>>

    karena kemaron site kiu baru kena maslah..???

    😀

    thanks mbak udagh mau ngaasih saran…

    Suka

  2. KangBoed berkata:

    Tiada bosan bosannya mengajak sahabatku untuk melangkah….

    “Demi Masa sesungguhnya manusia itu merugi”

    Sebab tiadalah semua ini kecuali kembali kepada Fitrah Diri
    Mari bersama kita saling mensucikan diri menuju Illahi Robby
    Membersihkan diri melangkah menemukan diri sebenar diri
    Mulai menghampiri DIA tulus ikhlas karena CINTA
    Meraih keselarasan diri dalam Ketenangan Jiwa
    Menjadi Manusia seutuhnya meliputi lahir bathin
    Dahulu datang putih suci bersih
    Mudah mudahan kembali suci putih bersih

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

    Suka

  3. KangBoed berkata:

    hehehehe HADIIIIIIIRRRRRRRRRRRR

    doooooooooooh manstaaaaaabbbbss

    Suka

  4. zipoer7 berkata:

    Salam Takzim
    Bayi ungkapa kertas putih dan orang tua sebagai penanya, bila ditulis dengan pena merah prilaku bayi akan merah, dan bila dicoret denga pena biru perlakuannya juga identik dengan biru.
    Gunakan pena terbaik agar kertas jadi bermakna.
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  5. zipoer7 berkata:

    Salam Takzim
    Menyapa dikala malam agar terang benderang
    Menyapa dikala sunyi agar riuh gemerisik
    Demi seorang sahabat
    Demi Bunda Meli.. agar disayang oleh alexa
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s