Merah itu Tak Berdaya…

Image and video hosting by TinyPic

Ada rasa kagum dan takjum saat mendengar,”Iya, alhamdulillah udah ngelahirin, laki-laki beratnya 3,5 kg dengan panjang 49 cm. Lahir dengan selamat,” sebuah sms dari Papaku masuk. Ucap syukur terdengar lalu kulantunkan lagu…

“Lahirku ke dunia
Ku disambut penuh syukur
Bisikan azan di telinga….” (Maaf, ga hapal lagi….hihihi)

Anak dambaan keluarga. Tangisannya ditunggu-tunggu. Wujud kecil, merah dengan napas yang memenuhi rongga dadanya, si kecil mencoba memahami dunia yang hampir punah. Dunia yang sudah menunjukkan ketidakabadiannya. Kehancuran mulai terlihat di beberapa daerah. Ya, lahirnya tiap nyawa kadang membuat ku termenung sejenak.
“Oh…tidak, semoga dunia tidak mengotori hati dan jiwa-jiwa bersih ini.”

Dalam bendera kita, merah artinya gagah, berani, tapi beda halnya dengan keadaan manusia yang baru dilahirkan. Mereka tak berdaya, butuh sokongan dari lingkungan luar. Jika pun lingkungan di luar dirinya tidak bisa membantu, dia tidak akan bisa menjalani hidup. Beda halnya dengan hewan yang baru satu hari sudah bisa berjalan. Salah satu kelemahan manusia yang kadang tidak pernah kita sadari, maka untuk apa sombong. Tak berhak kita menyombongkan diri, karena jubah kesombongan hanya milik Allah.

Akan banyak tantangan yang harus diemban oleh para makhluk munggil nan merah tak berdaya ini. Kenikmatan semu yang membuat keterpanaan pada dunia lalu jauh dari Penciptanya adalah hal yang sangat dikhawatirkan. Mereka, bayi mungil ini telah dididik untuk lebih kuat dalam hidup sehingga sering muncul anak-anak yang semaunya dengan sesama, yang berkata, bertindak, dan berpikir tanpa melihat orang lain di sebelahnya.

Makhluk mungil, merah, tak berdaya ini adalah tempaan yang sesuai zamannya, tidak ada yang harus dipaksakan dalam pemeliharaannya. Menanamkan ketauhidan yang lurus dan benar dari sejak dini harus dilakoni orang disekitar makhluk ini sehingga tempaan itu membuat mereka tegar mengahadapi kenyataan hidup yang penuh dengan fatamorgana.

Makhluk merah, mungil, dan tak berdaya itu mempunyai hak yang tak terbantahkan dimana pun dia berada dan pada zaman kapan pun dia ada.

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi, Isi Hatiku, Nilai2 Islami. Tandai permalink.

2 Balasan ke Merah itu Tak Berdaya…

  1. pemula09 berkata:

    em……….. emang bener banyi lahir merah tak berdaya karna ia masih tergantung pada sang Ibu tapi kadang banyi itu punya kekuatan jadi jangan meremehin banyi bukan aq sok tau tapi cuma ngasih saran aja.

    Suka

    • melianaaryuni berkata:

      Makasih atas masukannya…Kayaknya harus buat tulisan lagi nih tentang bayi….

      Tulisan di atas dilihat hanya dari sisi fisik atau lahiriahnya si bayi….Lalu bagaimana dengan psikologis bagi orang yang ada di sekitar bayi…Nah, ntar tak pikir-pikir dulu, mo ditulis ga ya? Ada ide ?^_^

      Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s