Latihan itu Perlu

Serius, hari ini aku tidak mengajar sama sekali di kelas. Ya, ditugaskan sebagai pembimbing di lomba deklamasi puisi Balai Bahasa. Lomba yang terkesan dadakan ini hanya latihan 1 hari dan 1 hari itu pun tidak 24 jam. Sebenarnya pengumuman lomba ini telah ada sebelum siswa masuk sekolah, tapi karena kendala liburan sehingga sangatlah sulit untuk menghubungi anak. Walhasil, jadilah lomba tanpa latihan yang optimal.

Salut dengan semangat anak. Ada beberapa anak baru ikut lomba. Inilah lomba pertama mereka dalam membaca puisi. Dari sekolahku ada 3 peserta, 2 yang baru pertama ikut lomba dan satunya lagi sudah pernah ikut lomba baca puisi. Sebenarnya mereka sedikit menolak dengan acara yang dadakan seperti ini. Aku juga sama, tapi sayang kalau tidak ikut. Setidaknya mereka bisa belajar melihat dan mendengar yang mana pembacaan puisi yang bagus.

Kami masuk ke Graha Teknologi, mencoba bermacam-macam percobaan sains. Semua percobaannya menarik hati, tapi sayang beberapa percobaan tidak bisa dilakukan karena keterbatasan fasilitas, yaitu percobaan yang digerakkan oleh angin. Refreshing bagi anak-anak ini.

Berangkat dengan suasana hati yang deg-degan. Peserta pertama sudah membuat anakku ciut nyalinya,”Ini pasti juaranya.” Iya sih, aku juga berpikir sama seperti mereka. Beberapa peserta memang ada yang kusukai dari cara mereka membacakan puisi, tapi aku kan buka juri.

Kelihatan sekali perbedaan anak-anak yang latihan dengan anak-anak yang tidak latihan atau latihannya ala kadar saja seperti siswiku. Memang kunci kesuksesan adalah latihan…latihan…latihan…dan terus berlatih tanpa kenal lelah.

Sore hari yang menyenangkan walaupun kami tidak mendapatkan kata ‘menang’ karena kami memang ‘sudah menang untuk tampil di depan umum. Aku berjalan di jalanan sepi bersama anak-anak yang tertawa-tawa lepas meski angkutan umum berkali-kali berhenti di depan kami, kami hanya menjawab,”Tidak,Pak”.Anak-anak itu berlari lalu berteriak kecil, mengambil buah pohon kayu yang entah apa namanya. Menyusuri sungai kecil berwarna kuning yang dasarnya kelihatan namun riaknya masih terlihat jelas. Menyapa para nelayan dari atas jembatan yang sedang mengkail ikan demi sesuap makan, alasannya cuma satu ke masjid Cheng Ho sambil menunggu antarjemput. Lelah sudah, duduklah kami di tratoar jalan sambil memakan bekal dan meminum sedikit air mineral. Menghirup udara yang sedikit bersih dengan rintik hujan yang mulai terasa di telapak tangan.
“Bunda, Haura baru kali ini lho berjalan kayak gini dan berdiri di atas jembatan.”
“Bunda, hari ini walaupun kita kalah, kita seneng ya,” kata Nanda

Anak-anakku akan ada tahun depan dan kegiatan lain, kita akan coba latihan lagi🙂
Kalian senang…Bunda juga senang…Kita, sama-sama senang….

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Pernik Sekolah. Tandai permalink.

2 Balasan ke Latihan itu Perlu

  1. zipoer7 berkata:

    Salam Takzim
    Sudah berkali-kali latihan tapi ga bisa-bisa bu guru, ada tujuan dari latihan yang belum terjawab di Blog aku, jika berkenan bantu ya bu
    Salaam Takzim Batavusqu

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s