Oh, indahnya…

Kurang lebih dari pukul 10.00 sampai 20.00 WIB, aku dan teman-teman perjuangan silaturrahim dari rumah ke rumah. Masih pusing nih, tapi aku mencoba untuk mendokumentasikan indahnya hari ini dalam selarik tulisan.

Nada sms masuk dan aku melihat ke layar HP, ternyata itu dari temanku Melani. Fajar tadi aku bilang ke Melani kalau mungkin aku nggak bisa ikut jalan-jalan karena motorku akan dipakai oleh adek ipar. Ya, aku paling males kalau jalan kaki, udah turun-naik angkot, biayanya pun lebih tinggi dibandingkan naik motor. Dengan berat hati aku memberitahu Melani kalau mereka boleh datang ke rumahku, tapi aku menyesal tidak bisa ikut jalan-jalan bersama mereka. Aku masih santai. Aku buka FB dan ngeblog setelah menyelesaikan tugas rumah.

Telepon berdering saat aku sedang asyik di depan layar laptop. “Mel, kami udah di depan lorong. Ada motor nggak di rumah ?” Aku langsung menjawab,” Nanti mau dipakai adek, tapi kesini aja.Hehehe…Aku mandi dulu ya…” Baru selesai mandi, rombongan sudah datang dan duduk di ruang tamu.
“Aduh, kayaknya aku nggak ikut jalan-jalan deh, nggak ada motor,” kataku.
“Oh, iya siapa yang punya motor, nanti biar Meli yang bawa,” kata Melani. Anak yang satu ini memang getol mengajakku.Mungkin aku bisa buat suasana rame kali ya (muji sendiri, ada yang nggak setuju nih…hayo siapa yang mau bilang ????).

Saling tanya sini situ tentang motor, ternyata ada yang berkomentar,” Tapi motornya jangan lama karena mau dipake adek,” kata Sri. Aku sih sebenarnya belum nanya ke Papa karena aku pikir beliau mungkin mau jalan-jalan juga. Aku kemarin kan sudah jalan, pikirku jadi nggak apa-apa ngalah untuk hari ini, besok juga aku mau jalan, nggak apa-apa sesekali dipinjam adek….Akhirnya aku coba bertanya pada Papa, alhamdulillah Papa tidak pergi kemana-mana. Ya, masalah motor sudah selesai.

Masalah kedua terjadi saat salah satu teman, Yanti belum ketemu dengan rumahku. Aku berusaha untuk mencarinya..Eh, memang komunikasinya yang nggak efektif, jadi ada miss komunikasi.
“Nanti Yanti lurus aja, ada pengkolan. Nanti ada lapangan volly, rumah Meli dekat dengan P3N,” kataku sedikit menjelaskan. Mungkin sekitar setengah jam Yanti dan aku saling cari. Aku keliling, tapi Yanti belum juga menampakkan batang hidungnya…Aku nunggu dimana, Yanti nunggu dimana. Ternyata, persepsi kami berbeda. Yanti menunggu di P3N yang lain (ternyata ada 2 P3N) , bukan yang kumaksud dan disana pun ada lapangan volly (ada 3). Aku merasa bersalah, maaf ya….

Kami berlima rencananya mau menjemput Yanti pada tempat yang aku kira benar, ternyata…Yanti sudah nonggol di belakang rumahku. Aku persilahkan duduk dulu dan minum plus sekadar mencicip makanan. Dua motor yang lain sudah pergi dulu, menunggu di depan lorong. Setelah sedikit udara segar mengalir dari tubuh yang letih menunggu, akhirnya kami pun menyusul ke depan lorong. Itu pun setelah dering telepon berbunyi.

Perjalanan berikutnya ke rumah Febri di Maskrebet. Di sana kami tidak begitu lama karena memang ada agenda lain yang harus kami jalankan. Aduh, mentari sudah mulai garang. Jok motor pun seperti terbakar oleh sengatannya. Tujuan berikutnya adalah ke rumah mbak Vera, mbak yang kalem, suka senyum, baik, n gayanya yang serba anggun. Disana kami sholat Zuhur dan melihat undangan pernikahannya yang akan dilaksanakan tanggal 11 Oktober 2009 ini dan ikhwannya ??? Tanggal itu kan tanggal yang direquest temen baikku untukku hehehe…request aja. Ngiri, nggaklah…Akan tiba saatnya. Berusaha menguak cerita proses ta’aruf mbak Vera memang tidaklah mudah walaupun Sri dan Melani sudah memancingnya. Mbak Vera tetap bergeming dengan kalemnya. Ya, sudahlah…Orang akan bercerita jika dia mau bercerita.

Telepon berdering kembali, aku mengangkatnya. Ternyata telepon dari suami temen kerjaku. Beliau bertanya aku sedang berada dimana. Aku bilang aku sedang di rumah teman. Aku balik bertanya kepadanya. Beliau menjawab bahwa dia dan istrinya sudah di depan rumahku. Aduh, aku jadi nggak enak sendiri. Ya, aku kan nggak tahu kalau mereka mau ke rumahku. Aku tahu bahwa hari ini aku nggak ada janji dengan teman yang lain. Akhirnya aku bilang, ya insya Allah nanti Meli main ke rumah deh…Hitung-hitung sekalian mempertajam daya ingat jalan rumah beliau. Aku sebenarnya nggak ingat dimana rumahnya. Maklum udah tua, agak pikun dikit.

Lanjut…Tempat selanjutnya, tekwan sudah menunggu..”Hhmm, sudah laper nih, Ri.” Ya, selanjutnya ke tempat Sri. Teman yang satu ini cukup unik, tapi aku senang berteman dengannya. Dia dosen muda yang berbakat, Aku tahu itu dan menyakini kemampuannya itu. Dia tidak punya FB, nggak tahu alasannya kenapa padahal fasilitas untu FB ada. Ya, ambil positif aja punya FB. Dia ngaku punya blog, tapi akhirnya dia bilang,”Punya tapi kooosong,” katanya dengan wajah innocent. Kami yang mendengarnya segera memukulnya. Aduh kasihan deh Sri….Kalau berada di dekatnya rasanya pengen tertawa n bercerita terus. Dia ngakunya sih, dia punya sifat seperti mbak Vera di hadapan teman-teman. Sontak saja teman-teman protes sambil bergumam,”Sri…Sri…”. Kami pulang dari sana setelah sholat Ashar berjama’ah.

Dimana-mana makan. Disini makan…disitu makan…disini situ kami makan…hahahahahahah…
Berikutnya kami makan bakso. Ada ya tamu yang diminta bantuan di dapur, eh bukannya bantu malah netap di dapur buat makan es krim n bakso. Ya, itulah gaya kami. Bakso buatan Nita memang pantes diacungi jempol, buat sendiri lho…asli daging sapi n tentunya halal 100% n boleh nambah trus nggak bayar. Enak nggak tuh😀

Oh, iya, kami mampir dulu ke rumah Ari. Aku juga sudah lama tidak tahu kabarnya. Kami melihat anaknya yang baru 3 bulan, lucu sekali, tapi kami tidak lama disana karena disana tamu-tamu mulai berdatangan. Kami pamit setelah bercerita sedikit dengannya. Pertemuan yang singkat.

Kami sih ganti tempat aja buat ngobrol. Dimana tempat singgah, disanalah kami ngobrol. Ngobrol ini itulah…sampai terakhir tentang Densus 88, jadi inget seseorang deh….Rumah berikut yang kami singgahi adalah rumah Yanti. Disana kami sholat Maghrib n setelah makan sedikit, kami langsung melanjutkan perjalanan kembali. Aku tidak ingin mengecewakan temanku Melani yang sudah jauh-jauh rela bersilaturrahim ke rumah sahabat-sahabatnya yang manis dan lucu ini….Bukan narsis lho, tapi kenyataan. Betulkan temen-temen ?

Berkeliling Palembang, temanya hari ini. Ya, berkeliling Palembang di hari Idul Fitri bersama teman-teman. Begitu sampai di rumah berikutnya, rumah Melani, kami sudah dihidangkan nasi beserta lauk pauknya yang khas Padang. Ehm, baru sekarang bertemu nasi. Dari tadi hanya makanan kecil dan minuman, Ya, Melani tahu aja apa yang dipikirkan oleh temen-temennya ini. Lapeeeer….Betul-betul laper, tapi jangan takut…aku nggak banyak kok karena memang udah kenyang makan dengan takaran segitu (jangan persepsi segitu itu sebaskom ya, nggak lah).

Sayangnya, temanku Nita kena migrain saat mau pulang. Kami tunggu sampai Nita merasa agak lega dengan migrainnya. Kami berharap benar. Alhamdulillah, Nita bilang kalau dia sanggup untuk pulang. Dia biasa tidur siang, nggak terlalu capek. Semoga migrainnya hilang ya, Ta. Perjalanan pulang membuat aku dan temanku mengiringinya dari belakang. Biasanya kecepatanku tambah karena takut terjadi apa-apa, kami berusaha tidak mendahuluinya. Kami tidak mendahuluinya, eh dia malah menghilang dari pandangan. Semoga dia sampai rumah dalam keadaan yang baik-baik saja, doa kami.

“Persaudaraan yang diikat dengan kecintaan berdasarkan nilai-nilai Islam akan terjalin dengan baik dan akan nampak indah dalam kenyataan yang akan dihadapi.”

One day is beautiful day…I love you so much my sisters….

Apakah tahun depan kita bisa seperti ini lagi ? Apakah kita tahun depan sudah mengajak pasangan kita ? Apakah tahun depan kita bisa tertawa bersama ? Apakah tahun depan masih ada untuk kita ?

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Isi Hatiku. Tandai permalink.

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s