Ihsan, amma minta gambarnya dong…

Mungkin aku orang yang mudah terpukau dengan keahlian yang dipunyai anak.  Begini ceritanya dan akhirnya begitu menggembirakan…aku mendapat ole2 dari anak itu…Duh, jd terharu nih dikasih ole2….

 

Silaturrahmi memang menyenangkan ya…Hari ini hari pertama aku jalan dengan teman baikku.Perjalanan dimulai pertama kali adalah saat aku menjemputnya.Eh, kirain aku yang kesiangan dateng, ternyata…Ya tidak apa-apa, aku disuguhkan empek-empek (hmmm, enak).Yang baca jangan ngiler n ngiri nih. Tidak begitu lama disana, kami pun meluncur ke rumah sahabat yang lain…Sekalian melepas rasa kangen karena sudah berapa bulan tidak ketemu…Ah, curhat dimana dan dimana-mana ketawa, tetep….

 

Banyak masukan dan ilmu yang bisa aku petik dari dua teman baikku itu (aku bilang mereka sudah aku naikkan tingkatnya jadi sahabat). Mereka ada saat aku membutuhkan atau tidak. Sharing dengan teman dekat ternyata berbuah kelegaan. Pengalaman yang telah mereka rasakan dan mereka hadapi ternyata bisa menjadi alat yang berguna untukku.

 

Kami lanjutkan perjalanan ke salah satu teman, namun rumahnya kosong.Berharap temanku ada di rumah, tapi sudahlah belum jodohnya ketemu kali ya. Perjalanan harus terus dilanjutkan.

Menuju ke rumah salah satu teman, ya nggak ada orang….Ke rumah berikutnya….

 

Cukup lama di rumah temanku itu ketika hari mulai melewati tengah hari. Dengan enggan kami pun pamit menuju ke tempat berikutnya. Disinilah aku melihat anak berbakat. Bakat alami yang mungkin dikelola dengan baik akan berpotensi besar di kemudian hari.

 

Seorang anak laki-laki, berusia 4 tahun dan sekarang TK-B mengajak kami main bongkar pasang/lego. Tanpa malu-malu, dia membawa mainan itu persis di depanku. Takjub, anak sekecil itu bisa menyusun balok-balok yang menurutku rumit. Aku paling tidak suka dengan permainan seperti itu, tapi kalau kalian lihat.Dia dengan cekatan membentuk balok-balok itu dengan tangannya sendiri sehingga bentuk yang dibuatnya pun bermacam-macam. Ada gedung, ada adek sedang bermain dengan kakaknya, ada jembatan, ah…sungguh kreatif. Jiwa anak polos lalu dengan kepolosannya dia keluarkan gambarnya yang bercat.. Disodorkan gambar itu kepadaku. Subhanallah, goresan cat air itu begitu indah. Takjub yang kedua.

 

Setelah itu, dia bilang, “Amma, Ihsan masih punya banyak gambar yang lain,” sambil mengeluarkan gambarnya yang sudah bertumpuk di bawah meja.

“Oh, coba amma lihat,” kataku.

“Ih, bagus ya.Ini kakak yang buat ?” Tanyaku sambil mengambil lembar kertas yang dia sodorkan padaku.

“Iya, ” Ihsan mengangguk

“Amma, ini burung hantu,” katanya kembali. Aduh, begitu banyak gambar yang disodorkan, bertambah takjublah aku dibuatnya. Sampai suatu ketika dia memperlihatkan sketsa mobil yang dicoretnya pakai spidol papan tulis hitam marker. Sederhana, tapi ada nilai seni yang aku lihat disana. Memang sih, kalau soal seni aku tidak begitu paham, tapi begitu melihat gambaran itu…Sketsa anak-anaknya keluar, tapi sketsa seorang yang ‘ahli’ pun nampak. Aku bertambah takjub.

“Kak, ini betul kakak yang gambar ?” Tanyaku ingin tahu. Ihsan hanya mengangguk dan disertai ungkapan umminya

“Iya, amma…Semuanya Ihsan yang buat.”

“Boleh ga amma minta yang ini ?” Aku menunjuk sketsa mobil PW. Tak ada jawaban. Setelah sholat Ashar (ternyata dia ikut sholat meskipun tidak wudhu. Lucunya, dia sholat sambil noleh ke arahku, melihat gerakan sholatku. Jarak shaf kami berjauhan padahal umminya bilang dekat-dekat denganku aja jadi mudah kalau mau melihat gerakanku), umminya bilang,” Ambil aja amma yang mana yang mau dibawa pulang.” Aku pun mulai memilih dan aku meminta sketsa PW plus gambar 3 anak yang sedang tersenyum. Aku bangga bisa berkenalan dengan anak itu dan bisa mengajaknya ngobrol. Ihsan anak yang aktif, cerdas, dan berpotensi jadi orang besar. Semakin dihargai, anak akan semakin respek pada kita dan semua yang ada akan diberikannya. Inilah yang terjadi pada Ihsan. Seorang anak yang hebat. Semoga Allah menjadikan Ihsan anak yang membanggakan orang tua, agama,  dan bangsa.

 

Anak yang seperti itu akan terus mengembangkan bakat dan kemampuan dirinya jika diasah dan diapresiasikan dalam hal-hal yang menyenangkan. Menjadikan Indonesia maju, anak-anaklah yang harus kita didik.  Generasi baru yang lahir sekarang semoga menjadi generasi yang bisa membanggakan agama, nusa, dan bangsa. Jangan pernah mencemooh karya seorang anak karena disanalah dia belajar menghargai karya orang lain kelak dia dewasa.

 

Nanti aku scan dulu gambarnya,bagus lho….Itulah karya dari tangan seorang anak kecil….

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi, Isi Hatiku. Tandai permalink.

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s