Makna Merdeka

Pagi ini aku membuka facebook. Kulihat status teman-teman, hampir seluruh status hari ini bertuliskan Merdeka ! Indonesia Merdeka ! Apa sih sebenarnya merdeka itu ?

“ Merdeka itu jika kita bisa menjadikan hidup kita bermanfaat bagi orang lain,” kata Mario Teguh ketika bertandang ke rumah Dik Doang dalam acara Mario Teguh Golden Ways khusus menyambut HUT RI sekitar 2 hari yang lalu.

 

Arti merdeka jika kita tanya kepada seorang tahanan atau tawanan perang, merdeka artinya terbebas dari kungkungan penjara. Seorang anak SD atau pelajar akan berkata,’Merdeka  !” jika tidak ada guru yang mengajar di kelas karena sakit apalagi guru itu bersikap tidak sesuai dengan yang diinginkannya.

Pekerja atau pegawai akan mengatakan merdeka itu bebas dan tidak ditekan oleh atasan. Jika dia masih disuruh-suruh oleh atasan, maka dia belum merdeka.

 

Pada dasarnya, Allah menciptakan kita merdeka. Allah menciptakan akal untuk membuat kita merdeka memilih dan melakukan apa pun. Meskipun Allah membebaskan kita dengan akal yang diberikan-Nya, kitalah yang bisa mengontrol akal itu sehingga kita baru bisa mendapat gelar, ‘Hamba yang Merdeka’. Allah menciptakan Adam dalam keadaan merdeka. Adam pun memilih Allah sebagai Illahnya adalah karena diberi kemerdekaan. Begitu pun syaithan yang disuruh atau dimerdekakan Allah untuk memilih Illahnya, tapi tak sadar diri. Kemerdekaan itu menyesatkannya sehingga ia enggan bersujud kepada Allah.

 

Jika saja hewan bisa bicara, mereka pun punya definisi merdeka tersendiri. Kalau aku lihat, merdeka bagi hewan adalah mereka merasa tidak terganggu dan tidak mengganggu sehingga terjadi keteraturan dalam perjalanan kehidupan mereka. Mereka tidak merasa takut jika berjalan di hutan rimba. Mereka tidak takut makanannya diambil hewan lain.

Itu pandangan aku, hanya pandangan dangkal yang terlihat dari mata yang rabun.

 

Seorang yang mengejar kemerdekaan terhadap suatu aspek kehidupan tanpa berpikir dampaknya akan terperosok dengan arti kemerdekaan yang ia pahami. Orang tua yang memerdekakan anaknya dalam pola pengasuhan yang membebaskan/membolehkan (permisif) akan mengalami kegalauan ketika si anak tidak lagi bisa memahami aturan. Merdekakah itu ? Kemerdekaan seperti itukah yang dicari ?

 

Tetap, akal harus digunakan untuk menjalani kemerdekaan karena perbedaan orang yang berilmu dalam memahami hakikat kemerdekaan dengan yang tidak akan terlihat sekali.

 

Pendapat seperti apapun tentang makna kemerdekaan hendaknya disikapi dengan tidak membabi buta. Hiduplah merdeka dengan segala kebaikan makna merdeka !

 

DOA DI HUT KEMERDEKAAN KE-64 :

 

“Ya, Allah, Yang Maha Memahami arti merdeka…Jadikanlah kami orang yang betul-betul merdeka di atas ketentuan-Mu. Mohon jadikan negeri ini bisa memerdekakan dirinya dengan sikap yang benar sehingga ia mampu berdiri di depan muka dunia dengan penuh kebanggaan tanpa kesombongan.

Ya Allah jadikan negeri ini sebagai negeri yang makmur, sentosa dalam naungan cinta-Mu. Jadikan pula umat ini betul-betul merasakan naungan kasih sayang-Mu. Jangan jadikan kami umat yang tidak mesyukuri dengan semua yang Engkau tetapkan, jadikan kami ikhlas menerima semua yang Engkau tetapkan dengan meyakini bahwa apa pun yang terjadi pada negeri ini adalah salah satu kebaikan-Mu untuk umat ini. Aamiin….”

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s