Hanya 2 Minggu ?

Inilah kisah seorang teman yang baru kemarin menikah. Subhanallah, aku berdecak mendengar kisah di balik pernikahan mereka. Bayangkan, mereka melewati proses yang terbilang singkat. Sikap tsiqoh dan menerima semua kelemahan/ kelebihan calon membuat pernikahan ini pantas untuk saya tulis dalam sebuah tulisan.

 

Seorang teman dekat bercerita kepadaku.

“ Tahu nggak Mbak itu prosesnya hanya 2 minggu. Proposal dikasih, 2 hari diminta keputusan calon wanita, ta’aruf pertama, ta’aruf keluarga, jadi deh, “ cerita seorang teman penuh antusias.

“Hebat ya ! Sekarang jarang yang bisa melakukan persiapan seperti itu untuk sebuah pernikahan ? Pertimbangan inilah, itulah, “ lanjutku. Aku berpikir sejenak, ya mungkin juga aku berbuat seperti itu.

“Iyalah, kita punya keluarga. Oke, kita yang bisa, tapi bagi keluarga kita waktu sesingkat itu membuat keluarga berpikir, ‘Koq, buru-buru amat sih !’,” tambah temanku.

 

Sebenarnya banyak pernikahan dengan persiapan singkat yang seliweran aku dengar di telinga, tapi baru kali ini aku melihat bahwa pernikahan itu semestinya tidak mempersulit, memudahkan tapi tidak mempermudah segala keadaan.

 

Ta’aruf pertama, pertemuan pertama dengan calon. Keduanya membawa draft yang berisi pertanyaan/ pernyataan yang harus disampaikan kepada masing-masing pihak, ditemani MC-MC kondang…Jika lancar-lancar saja, ta’aruf keluarga adalah kelanjutannya, itu pun harus melewati sholat sehingga keputusan yang dihasilkan bukan berdasarkan sifat manusia belaka. Keputusan Ilahiyah akan menjadikan diri lebih tenang. Tanpa berhubungan sama sekali sampai ada ta’aruf kedua.

 

Di ta’aruf kedua ini sudah mulai dibicarakan tentang segala sesuatunya, mulai dari rencana pernikahan sampai resepsinya nanti, semua harus dibicarakan. Jika tidak ada halangan dan semua keluarga deal….Komunikasi dengan calon boleh dibuka, khusus untuk mempersiapkan pernikahan saja. Di saat itulah akan muncul beberapa rasa, rasa suka sampai ada salah satu teman yang mengatakan, “Kayaknya, Mbak udah mulai jatuh cinta nih.”

 

Kenyataannya banyak pelaku yang mau menikah cepat, tapi akhirnya berbuah dengan ketidaksiapan disana-sini. Ketidaksiapan itu membuat dirinya kalut sampai membuat rencana pernikahannya bermasalah. Ujung-ujungnya keluarga tidak setuju, pernikahan tidak jadi. Takdir ? Mungkin, tapi bukankah…

“Aku tidak menjadikan kamu sesat, tapi kamu sendirilah yang menjadikan dirimu sendirilah yang sesat…” aku ingat salah satu isi sebuah surat dalam Al Qur’an. Artinya, Sebenarnya Allah menetapkan sesuatu, tapi Allah juga memberikan pilihan kepada hamba-Nya sehingga bentuk kasih sayang Allah akan terasa dalam kehidupan ini.

 

Seorang teman berkata, “Jangan katakan aku siap, tapi buktikan bahwa kamu memang betul-betul siap !” Betul-betul siap ? Seperti apa ? Siap sehingga dari kedua belah pihak yang memiliki hajat tidak merasa dizholimi dan menzholimi.

 

Pernik pernikahan juga terdengar di telingaku ketika seorang mau menikah, tapi terhambat oleh sebuah masalah. Nasihat singkat dari seorang kakak kepada adiknya :

“ Orang beriman itu selalu diuji. Pelaku dakwah itu selalu diuji sehingga derajat takwa yang Allah sematkan pada seorang hamba-Nya dengan mudah didapat tanpa ujian terlebih dahulu, maka bersyukurlah dengan halangan yang bisa menjadikan kita berbeda di sisi Allah. Ujianlah yang meneguhkan kita.”

 

 

Rezeki ? Bukankah Allah pencukup segala rezeki manusia ? Banyak yang menikah hendak membuktikan pernyataan itu, tapi banyak pula yang tidak percaya sehingga faktor seperti itulah yang biasanya menjadi pernghambat suatu pernikahan. Beruntunglah orang yang melihat bahwa memang Allah-lah yang Maha Pemberi Rezeki. Sesuatu yang tidak mudah diyakini, tapi dengan menyakininya hidup lebih nyaman dan tenang.

 

Mereka yang menikah dengan waktu yang singkat/ tidak, itu adalah proses yang harus dilalui. Bagaimana dengan proses yang  Anda jalani ?

 

Barakallahulaka wabaroka’alaika wajama’ah bainakuma bainakuma fi khoirii atas pernikahan yang penuh kejutan untuk Mbak Merry dan Kak Akbar pada 16 Agustus 2009, semoga pernikahannya benar-benar menggenapkan diin sehingga Allah akan menjaganya hingga akhirat kelak. Aamiin ya Rabb….

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

4 Balasan ke Hanya 2 Minggu ?

  1. addiehf berkata:

    sepertinya mbak saya yang jauh disana juga mungkin akan mengikuti jejak langkahnya mbak merry dan kak akbar dengan pengawalannya Muhasabah Cinta (worship)

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s