Khalifah Umar dan Burung Pipit

Disadur dari buku Khalifah Umar dan Burung Pipit—Kisah-kisah Penyubur Iman.2006.Achmad Jauhari (editor). Solo : Smart Media.

 

 

KHALIFAH UMAR DAN BURUNG PIPIT

 

Khalifah Umar dikenal dengan khalifah yang bijaksana. Kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkannya adalah melihat sendiri keadaan rakyatnya. Suatu hari ketika beliau berjalan-jalan di pinggir kota, tiba-tiba pandangannya tertuju pada segerombolan nak yang sedang mempermainkan seekor burung pipit. Beliau tersentuh hatinya ketika melihat burung itu hampir mati karena dipermainkan.

 

Beliau lalu membeli burung itu dan setelah dibeli, burung itu beliau lepaskan sehingga bisa terbang kembali bersama kawanannya.

 

Konon, ketika Khalifah Umar wafat, seorang ulama besar bermimpi bertemu beliau. Dalam mimpi itu, ulama menanyakan keadaan beliau.

“Wahai khalifah Umar, apa yang Allah lakukan terhadap dirimu?” Tanya ulama itu.

“Allah mengampuni diriku dan melepaskan aku dari tanggungan akhirat,” jawab Umar.

“Apakah semuanya karena kedermawanannu sehingga Allah mengampuni dan melepaskan engkau dari tanggungan akhirat ?Atau karena sifat adilmu ? Ataukah mungkin karena kezuhudanmu ?” Tanya ulama tersebut penasaran.

“Bisa saja semuanya itu melepaskan aku dar tanggungan akhirat, namun bukan itu yang menyebabkan aku seperti ini,” jawab Umar.

“Lalu apa amal yang menyebabkan kamu berada dalam keadaan seperti ini ?” Tanya ulama.

“Begini,” jawab Umar dengan tenang.

“ Ketika aku diletakkan di liang lahat kemudian ditutup dengan tanah dan mereka meninggalkan aku sendiri. Seketika itu dating kepadaku dua malaikat yang sangat menakutkan sehingga membuat pikiranku kabur, persendianku terasa copot semua. Malaikat itu menarik dan mendudukkanku. Rupanya ia bermaksud mengajukan pertanyaan-pertanyaan padaku. Namun sebelum pertanyaan-pertanyaan itu diajukan kepadaku, tiba-tiba terdengar suara yang aku sendiri tidak tahu berasal dari mana.” 

“Wahai malaikat, tinggalkan hamba-Ku ini dan jangan menakut-nakutinya,” kata suara itu

“Sesungguhnya Aku mengasihinya dan melepaskan dia dari semua tanggungan pertanyaan-pertanyaanmu. Itu karena ia pernah mengasihi dan melepaskan seekor burung pipit sewaktu di dunia. Maka dari itu, sekarang Aku juga mengasihi dan melepaskan dia dari tanggungan pertanyaan-pertanyaan yang akan memberatkan dia di akhirat nantinya.”

Demikianlah penjelasan khalifah Umar panjang lebar kepada ulama itu.

 

Maka ketika ulama itu terbangun dari mimpinya, ia menyadari bahwa betapa pun juga kasih sayang, tidak hanya perlu ditujukan kepada sesama manusia saja. Kita harus menyayangi hewan, tumbuhan, dan lain sebagainya. Bila kita berbuat aniaya terhadap mereka, maka kita akan mendapat murka dari Allah.

 

Demikianlah bahwa kasih sayang Umar, yakni menolong burung pipit akhirnya Allah mencurahkan kasih sayangnya dengan menolongnya dari kesulitan-kesulitan di akhirat.

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Napak Tilas Shahabat-Shahabiyah. Tandai permalink.

5 Balasan ke Khalifah Umar dan Burung Pipit

  1. burung garuda berkata:

    cerita ini berbau sufistik,,,,memang benar kasih sayang kita trhadap sesama dan lingkungan alam akan memberikan kmanfaatan baik didunia maupun diakherat, namun perlu diketahui bersama bahwa pengadilan Allah sangatlah pasti setiap amal prbuatan akan dimintai pertanggungjawabannya, Al quran dan Al hadis telah banyak menjelaskan dengan dalil syar’i,,,,

    kalau boleh menyarankan,,,dalam melakukan amal carilah dalil syar’i nya, sesungguhnya mimpi itu masih banyak keraguan kecuali mimpinya rosulullah…wa allahu alam

    Suka

  2. kucingkeren berkata:

    semua mahluk di dunia ini memang patut mendapat perlakuan baik…. salam..

    Suka

  3. Rini berkata:

    siapapu itu dan apapun itu, dalam bentuk apapun selama ciptaan Allah walau pun itu hanya sebatas cerita, kita tetap saling mengasihi, mencintai, dan menghormati satu sama lain, binatang sekalipun karena itu masih ciptaan Allah…

    cerita itu bisa dijadikan rujukan to kita agar selalu berbuat baik, dan mengasihi satusama lain, dan dapat dijadikan contoh to anak2 agar mereka menyayangi semua..!!

    Wallahu’alam..

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s