Ibrahim bin Adham (2)

NASIHAT ORANG YANG CERDIK

 

Suatu hari Ibrahin bin Adham didatangi lelaki yang gemar bermaksiat, Jahdar bin Rabiah. Ia meminta nasihat agar dapat menghentikan perbuatan maksiatnya.

“Ya, Aba Ishak, aku ini seorang yang suka melakukan maksiat. Tolong berikan cara yang ampuh untuk menghentikannya.”

Setelah merenung sejenak, Ibrahim berkata,” Jika kamu mampu melakukan 5 syarat yang kuajukan, maka aku tidak keberatan kau berbuat dosa.”

“Apa saja syarat-syarat itu ya Aba Ishak ?”

”Syarat pertama, jika kau melaksanakan perbuatan maksiat, janganlah kau memakan rizki Allah.”

“ Lalu aku makan darimana ? Bukankah segala sesuatu yang berada di bumi ini adalah rizki Allah ? “

“Benar. Bila kau telah mengetahuinya, masih pantaskah kau memakan rizki-Nya sementara ka uterus melakukan maksiat dan melanggar perintah-perintah-Nya ?”

“Baiklah.…Kemudian apa syarat yang kedua ?”

”Kalau kau bermaksiat kepada Allah, janganlah kau tinggal di bumi-Nya,” kata Ibrahim lebih tegas.

Syarat kedua membuat Jahdar lebih kaget.

“Apa ? Syarat ini lebih hebat lagi. Lalu aku harus tinggal dimana ? Bukankah bumi dengan segala isinya ini milik Allah ?”

“Benar abdallah. Karena itu pikirkanlah baik-baik. Apakah kau masih pantas memakan rizki-Nya dan tinggal di bumi-Nya sementara ka uterus bermaksiat ? “Tanya Ibrahim.

“Kau benar Aba Ishak. Lalu apa syarat yang ketiga ?”Tanyanya penasaran.

“ Kalau kau masih juga bermaksiat kepada Allah, tetapi masih ingin memakan rizki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, maka carilah tempat yang tersembunyi agar tidak terlihat oleh-Nya.”

Syarat ini membuat lelaki itu terkesima,” Ya Aba Ishak, nasihat macam apakah semua ini ? Mana mungkin Allah tidak melihat kita ?”

“Bagus ! Kalau kau yakin Allah selalu melihat kita, tetapi kau masih terus memakan rizki-Nya, tinggal di bumi-Nya, dan terus melakukan maksiat kepada-Nya. Pantaskah kau melakukan semua itu ?” Tanya Ibrahim kepada lelaki yang masih tampak bengong. Semua ucapan itu membuat Jahdar tidak berkutik  dan membenarkannya.

“Baiklah ya Aba Ishak, lalu katakana sekarang apa syarat yang keempatn ?”

“ Jika malaikat maut hendak mencabut nyawamu, katakanlah kepadanya bahwa engkau belum mau mati sebelum bertaubat dan melakukan amal sholeh.”

Jahdar termenung. Tampaknya dia mulai menyadari semua perbuatana yang dilakukannya selama ini. Dia pun berkata,” Tidak mungkin….tidak mungkin semua itu kulakukan.”

“Ya Abdallah, bila kau tidak sanggup mengundurkan hari kematianmu lalu dengan cara apa kau dapat menghindari murka Allah ?”

Tanpa banyak komentar lagi, dia bertanya syarat yang kelima.

“Yang terakhir, bila malaikat Zabaniyah hendak menggiringmu ke neraka di hari kiamat, janganlah kau bersedih ikut dengannya dan menjauhlah !” Lelaki yang itu tampaknya tidak sanggup lagi mendengar nasihat Ibrahim. Ia menangis penuh penyesalan.

“Cukup…cukup ya Aba Ishak ! Jangan kau teruskan lagi. Aku tidak sanggup mendengarnya. Aku berjanji, mulai saat ini aku akan beristighfar dan bertaubat kepada Allah.”

 Lelaki itu menepati janjinya dan mengerjakan ibadah dengan baik dan khusyuk. Ketika terjadi pembelotan di daerah kekuasaan Ibrahim, Yamamah, Jahdar diminta memberantas kezhaliman disana dan Ibrahim akan mengangkat Jahdar sebagai gubernur disana.

“ Ya Allah, ini adalah rahmat-Mu dan sekaligus ujian atas taubatku. Yamamah adalah sebuah wilayah yang dulu sering menjadi sasaran perampokan yang aku lakukan dengan gerombolanku. Dan kini aku dating kesana untuk menegakkan keadailan. Subhanallah, Maha Suci Allah atas segala rahmat-Nya.” Alhamdulillah Jahdar bisa menunaikan amanah itu.

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Napak Tilas Shahabat-Shahabiyah. Tandai permalink.

3 Balasan ke Ibrahim bin Adham (2)

  1. angga chen berkata:

    wow artikelnya bagus banget……maka hindarilah berbuat maksiat…thanks ya

    Meliana merespon:
    Ya, thanks juga….Saya setuju seruannya, cegah maksiat ! Maksiat, no way !

    Suka

  2. Pak Udak berkata:

    Semoga Allah memberikan jariah bagi orang yang menulis artikel ini selama orang memetik pelajaran darinya. amin.

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s