Wortel-Wortel Pak Emir

Pagi ini wortel-wortel pak Emir terlihat sedih. Bagaimana tidak ? Pak Emir, pedagang wortel tampak murung. Beberapa hari ini dagangannya kurang laku. Pembelinya bisa dihitung dengan jari, hanya ada bu Lisa, bu Rina, dan bu Sani. Kemana pelanggan pak Emir yang lain ? Oh, Lihat di ujung pasar sana !Bu Dyah salah satu pelanggan pak Emir sedang membeli roti hamburger. Isinya saos, selada, daging, dan mayonaice. Ibu Dyah mengajak anaknya, Alka. Dengan lahap Alka menyantap hamburger, “Ah, kenapa bu Dyah mampir kesini ? “Pak Burhan bergumam.

Tak lama kemudian, Bu Dyah menghampiri, ” Ah, maaf ya, pak Emir. Sudah dua minggu ini saya tidak membeli wortel. Maklum, anak-anak sekarang lebih suka makan pizza dan hamburger.
“Ya, tak apa-apa, bu. Asal tidak berlebihan. Bagimana pun wortel kaya vitamin A. Baik untuk kesehatan mata,” pak Emir mengingatkan. Pak Emir seperti mendengar wortel-wortel dalam keranjang.
“Terima kasih, Pak Emir. Mungkin baru minggu depan saya membeli wortel,” kata bu Dyah seraya meninggalkan pak Emir.

Akan tetapi, apa yang terjadi dengan Alka sore ini ? Belum sempat belajar, mata Alka terasa lelah. Ia terkantuk-kantuk saat mewarnai. Gambarnya jadi tampak buruk padahal Alka sudah tidur siang. Akhirnya Alka tidak menyelesaikan kertas mewarnainya. Begitu pula keesokkan harinya. Di sekolah, Alka menjadi malas memperhatikan bu guru. Bagi Alka, huruf dan angka yang ditulis bu guru terlihat kecil di papan tulis. Bu Dyah sedih melihatnya. Ah, ini pasti karena bu Dyah tidak lagi membeli wortel pak Emir. Siangnya bu Dyah langsung pergi ke pasar.

Bu Dyah berharap pak Emir masih berjualan. Dia mempercepat langkahnya. Syukurlah, harapan bu Dyah terkabul, “Pak Emir, saya ingin membeli wortel. Ini tiga ribu rupiah,”kata bu Dyah
“Saya ingin membuat pizza wortel dan hamburger wortel sampai minggu depan. Wortel-wortel pun bersuka cita. Mereka segera ditimbang dan dibungkus kantong plastik, siap dibawa bu Dyah.

Ditulis oleh : Rizka Amalia, siswi kelas IV Thoriq SDIT Al Furqon Palembang

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Karya Anak. Tandai permalink.

6 Balasan ke Wortel-Wortel Pak Emir

  1. yoni trismanto berkata:

    Ayuk, saya senang dengan niat Ayuk ? (betulkah namamu?) ketika membuka blog ini dengan niat memberikan nasehat dan dakwah, saya sudah merasakannya. syukron. semoga berkah usianya dan keluarganya, juga rejekinya. saling mendoakan ya… ketemu di syurga ya…

    Suka

  2. johnstevens berkata:

    п»ї
    This blogs have lots of imfomation
    and thay all imfomation is very important for me.

    Suka

  3. п»ї
    Nice! Thanks to author this post

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s