Tragisnya…

Kehidupan memang tak selamanya menyenangkan dan terkadang banyak yang menganggap bahwa hidup itu menyulitkan. Kejadian sore tadi menjadikan aku melek sejenak bahwa realita yang ditampilkan dalam real show di stasiun-stasiun televisi swasta memang benar adanya.

 

 Tak disangka, tadi aku menyaksikannya sendiri dan ikut terlibat di dalamnya walaupun aku hanya sebagai figuran. Gadis cantik dan masih sangat muda itu berteriak dengan lantang sehingga membuat warga perpustakaan sempat kaget dan mencari arah teriakan itu. Ternyata arah itu berasal dari samping perpustakaan. Ya, seorang gadis muda, berpenampilan sederhana, berbaju hijau dipadu celana jeans model pensil sedang menarik seorang laki-laki yang berada di atas motor.

 

Gadis itu menangis, sebut saja nama gadis itu Citra. Citra terus berteriak sambil menangis dan menarik-narik laki-laki yang wajahnya masih tertutup helm. Mereka bertengkar dan menjadi tontonan banyak pengunjung disana. Adegan pertengkaran dua sejoli itu berlangsung dengan alot dan kurang lebih 15 menitan sehingga orang sangat kenal sekali dengan wajah sang gadis. Malang sekali nasib gadis itu. Aku mendekati gadis itu dan mencoba untuk meredakan gejolak emosi. Kuku-kukunya yang panjang, yang telah lama diurus dan dijaga agar tidak patah kini patah dan berdarah karena aksi tarik-menarik yang dilakukannya. Pergelangan tangan kanan dan kirinya terlihat baret-baret merah.

 

Aku bisa merasakan pedihnya baret di tangannya ketika keringat keluar dari pori-pori tangannya. Dia terus menangis dan bercerita padaku dengan tetap menangis dan napas tersengal-sengal. Sungguh saying, dia begitu muda. Dia ternyata gadis kampus, yang pada hari itu ingin mendaftarkan diri untuk mengikuti kompre di kampusnya. Dia terus mengungkapkan isi hatinya padaku. “Iya, Mbak. Transkrip kuliah aku ada sama dia. Aku nggak bisa ikut kompre karena terhalang dengan transkrip. Aku minta ke dia, tapi nggak dikasih,” tangisnya sambil mengurut baret di tangannya. “Lho, kenapa transkrip nilai ada sama dia ?”Aku bertanya balik. “Waktu itu katanya mamanya dia mau ngajak kerja, jadi transkrip itu aku kasih ke dia, tapi kerja nggak dapat…eh, transkrip ditahan sama dia,” keluhnya kembali. “Aku sudah 2 tahun pacaran sama dia. Dia nggak pernah bayarin kalau lagi jalan sama aku. Aku yang selalu membayar atau ketika dia ulang tahun, aku akan memberi kado untuknya. Kami pernah putus, tapi dia minta aku untuk jadian lagi dan itu harus aku ucapkan, bukan dia,” lanjutnya. “ Sebenarnya ada yang lain, yang suka sama aku, tapi karena aku sayaing sama dia, aku nggak pacaran dengan yang lain itu. Dia kuliah di tempat yang berbeda denganku. Dua tahun pacaran dengannya aku nggak betah, Mbak,” dia terus bercerita dan aku terus mendengarkan sampai dering telpon berbunyi. “Iya, cepatlah, aku nunggu disini !” Jawabnya dengan agak keras. Tak berapa lama kemudian, bunyi motor seperti motor anak-anak muda sekarang berhenti dan laki-laki yang muda menghampiri tempat duduk Citra. “Tadi kamu diapakan sama dia ?” Tanya lelaki itu dengan nada yang agak marah. “Tadi, aku ditamparnya,” kata Citra. “Sekarang dia ada dimana ? Ayo, kita ke rumahnya saja,” agak marah ditambah waktu lelaki itu melihat kuku Citra patah. “Sudah kita pulang !” “Itulah, kenapa nggak milih aku ?” Terdengar pelan dari mulut laki-laki muda itu. Mendengar lelaki itu berkata seperti itu, Citra ingin mengurungkan niatnya untuk ikut Motor dihidupkan dan di gas kencang-kencang, sang gadis mau ikut, tapi karena nada lelaki itu terdengar marah, Aku takut sekali ada kejadian di jalan.

Mereka berdua sedang emosi.

 

Bagaimana pembaca ?

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

4 Balasan ke Tragisnya…

  1. dinda radeta berkata:

    serem, but sorry ceritanya nyata ya…? n sekali lagi dinda mau nanya ama bunda ,. kapan fhoto kita ditampilkan ,bun?
    balas

    Suka

    • melianaaryuni berkata:

      Iya, nyata Din, tapi ada unsur fiksinya supaya lebih menarik pembaca. Foto, Bunda belum tahu cara memasukan fotonya. Tunggu saja ya, Sayang kalau bisa ntar Bunda masukan foto Dinda cs,oce my darling🙂

      Suka

  2. warman berkata:

    kalo cerita diatas benar,,,,,
    saya mo usul ne… kalo ada yang punya pacar yang kayak itu, lebih baik mundur ja baek-baek, karena waktu pacaran ja dia udah brutal gimna klo jadi pasangan hidup ntar tu,, bisa ja dia meng akhiri hidup kmu tuuu…………….

    setuju kaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnn,,,,,,,,,,,,,

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s