Pemilu yang Ribet plus Melelahkan

Pemilu, contreng !

 

“Tahun depan jangan lagi deh pemilu yang nyontreng-nyontreng seperti ini, ribet !” Kata seorang ibu yang ada di dekat tempat dudukku. Aku hanya tersenyum mendengar ucapan ibu itu.

 

Memang sih, kalau dilihat dari awal–sebelum pemungutan suara–sebelum petugas KPPS melakukan pembukaan pemungutan suara, mereka sibuk menempel nama-nama caleg dari 44 partai. Papan triplek yang tersedia tidak cukup. Ada petuga yang berkomentar, ” Belum jadi anggota dewan saja sudah nyusahin, apalagi sudah jadi nanti. Muingkin mereka tidakk akan teringat dengan kita-kita yang memilihnya.” Aku kembali tersenyum.

 

Jalur birokrasi yang ada untuk memilih pun sangat ribet. Parahnya lagi, ketika pemilu gebernur Palembang nama mereka ada di DPT, eh tiba-tiba nama itu hilang dari DPT padahal mereka masih bercokol di tempat itu. Malangnya lagi, saat mereka bertanya dengan petugasnya, mereka hanya mendapat kata-kata kasar. Nasib…nasib….

 

Aku adalah sebagian kecil orang yang mencoba mengikuti pemilu dari awal, pemungutan suara sampai penyalinan hasil pemungutan suara di TPS di tempat tinggalku. Ada sedikit keributan yang terjadi ketika penghitungan suara. Saksi yang berasal dari suatu partai, yang juga sebagai saksi pribadi mengadu kepada pemantau dari caleg yang diajukan partainya tanpa diketahui oleh ketua KPPS. Ketua KPPS-nya sudah mendengar nada-nada sumbang, ocehan yang tidak sedap didengar.

 

Saksi yang tidak dibekali dengan pelatihan yang memadai, asal jadi saksi banyak sekali terlihat dari pemilu kali ini. Mereka hanya diam, tanpa tahu yang mana yang disebut sah atah tidak sah dari surat suara yang ada. Memang beberapa parpol mengajukan saksi, tapi mereka tidak sepenuhnya mengikhlaskan diri untuk menjadikan diri mereka sebagai saksi sehingga yang terlihat adalah…

1. Mereka sering pulang ke rumah dan itu dilakukan lama sehingga bisa jadi ketika terjadi kecurangan pada saat pemungutan suara, tak ada yang bisa meluruskannya.

2. Mereka tidak berminat dengan surat suara yang sah atau tidak sah, yang penting mereka tahu jumlah surat suara yang sah dan tidak sah.

3. Mereka berdiam diri ketika tidak setuju dengan kesepakatan sah/tidak sahnya surat suara, namun diam yang sifatnya ngedumel saja.

 

Keribetan yang lain terlihat ketika seorang memasuki bilik suara untuk memberikan suaranya pada salah satu caleg. Ukuran kertas yang panjang dan lebar membuat orang juga sulit dan lama untuk melakukan pemungutan suara. Jika saja itu terjadi pada orang yang sudah tua, walhasil mereka malas mencontreng atau salah contreng.

 

Proses pelipatan kertas suara pun ribet tak kalah ribet saat mencontreng. Pemilih harus mengikuti alur lipatan dengan benar sehingga kertas suara bisa dimasukakn ke kota suara dengan mudah.

 

Bagi para saksi, banyak yang harus diisi….

1. Berita acara DPR-DPD, DPRD Provinsi dan Kota.

2. Berkas hasil pemungutan suara caleg DPR,DPD, DPRD Kota, dan DPRD Provinsi.

3. Tanda tangan para saksi dan petugas KPPS yang harus disertai dalam tiap-tiap berkas yang diajukan.

 

Pemilu DPD pun membingungkan, apalagi yang dicalonkan itu banyak sekali sehingga yang dipilih adalah…

1. Aku milihnya yang cantik aja ah

2. Yang penting dia kukenal

3. Nggak tahu profilnya, tapi kayaknya aku ingin aja

 

Saat yang membuat ribet pada pemilu kali ini, semoga tidak terjadi lagi untuk pemilu presiden nanti.

 

Kepada para anggota KPU, dimohonkan untuk :

1. Sosialisasinya tolong dong digencarkan lagi karena banyak sekali surat suara yang tidak sah

2. Buat pemilu sesimpel mungkin dan jangan biarkan penduduk yang ingin menyalurkan aspirasinya merasa terbengkalai karena petugas yang tidak siap dan terkesan dadakan.<

di ketik dari multimedia al furqon

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Isi Hatiku. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Pemilu yang Ribet plus Melelahkan

  1. dinda radeta berkata:

    hallo bunda meli!mana punya anak muadz lagi masa cuma punya kakak kelas enam.

    Bunda Meli merespon :
    Tunggu aja ya,Insya Allah tulisannya akan Bunda masukan,oke !

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s