Manusia  Tak  Pernah  Puas

Sudah ada ini,eh…minta itu… Sudah ada yang itu…eh, yang satunya …Sudah ada yang satunya…eh, mana yang lainnya ?

Sebaris kalimat di atas adalah sifat dasar manusia. Manusia tak kan pernah puas dengan apa yang diperoleh atau dicapainya.

Di Kalimantan ada Kapuas

Di Palembang ada Musi

Manusia itu tak pernah puas

Sudah diberi maunya lagi

Sifat tidak puas dan selalu ingin lagi terkadang adalah sesuatu yang baik, kadang juga berdampak buruk. Seorang mahasiswa yang tidak pernah puas dengan hasil ujiannya akan cenderung berusaha untuk mengejar hingga hasil ujiannya baik. Hal itu memang perbuatan yang baik jika tidak dilakukan dengan cara baik pula. Ada banyak mahasiswa yang ingin mendapatkan hasil yang baik, mereka menghalalkan segala cara. Mereka menjadi manusia-manusia yang ambisius, menyikut teman meminta jawaban, bela-bela menanggalkan harga diri di depan dosen atau gurunya dalam bentuk memberi bingkisan.

Ketidakpuasanlah yang menjadikan para koruptor rela tinggal bertahun-tahun di balik prodeo. Ketidakpuasanlah yang membuat seorang penjudi atau pemabuk melakukan perjudian dan mabuk kembali. Keinginan yang menggebu atau terlalu tinggi yang secara nyata tidak bisa tercapai atau tersalurkan akan menjadi hal yang menakutkan jika disikapi dengan kebutaan duniawi. Kemiskinan hati membuat orang kalap mata untuk memuaskan keinginan mereka tanpa melihat kebenaran.

Jika hati telah buta

Tak kan lagi mata terbuka

Jika jiwa telah terluka

Mana mau raga menderita

Ketidakpuasan terhadap sesuatu tanpa diiringi dengan kemampuan diri akan menjadikan orang yang haus dan lapar bertambah haus/lapar, lalu meninggal disebabkan oleh haus/lapar itu sendiri. Mensyukuri pemberian Allah, bertingkah laku apa adanya akan menghasilkan kepuasan batin tersendiri, itulah kebahagian sejati.

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

2 Balasan ke

  1. mei maniezz berkata:

    hiks..hiks.. haruuu yuk..
    ternyata mash byk anak-anak yang mempunyai hati nurani disaat kemajuan teknologi yang ada skrg mampu menyulap jiwa dan fisik seorang anak menjadi bukan dirinya yang sebenarnya,…
    SALUUTTTTT, two thumbs up untuk pendidik2, para bunda sperti ayuk… KEEP FIGHTING!!!!

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s