Baca deh…

Lelah….setelah selesai kerja, kusempatkan diri memenuhi janji dengan Papaku. Hanya sebuah janji kecil dan itu pun tak bisa menggantikan waktuku untuk membayar hak mereka dariku. Kususuri jalan kotaku dengan sepeda motorku. Ku naikkan laju kendaraanku menjadi 70-80 km/jam. Hari ini, hari kesekian kalinya aku berjanji dan aku ingin hari ini aku bisa memenuhi janjiku dengan Papa. Betapa banyak ingkar yang aku jalani terhadap beliau. Hari ini, tekadku untuk meluangkan waktu bagi Papa harus kutunaikan ! Segera dan secepat mungkin !

“Nak, sekarang sudah dimana? Papa sekarang sudah sampai,” kata Papa meneleponku dari handpone bututnya.

“Pa, tunggu sebentar, sekarang aku sedang dalam perjalanan,” kataku dan mengakhirinya dengan salam.

Sudah berapa menit berlalu, aku masih berada di jalan utama menuju sebuah mall di kotaku. Aku belum juga sampai ke tempat janjianku dengan Papa. Aku merasa bersalah dengan apa yang telah aku lakukan kepada beliau. Aku tidak bisa menyetir dengan konsentrasi yang penuh. Aku mempercepat laju kendaraanku hingga akhirnya aku bertemu dengan Papa di sebuah rumah makan Padang. Papa yang melihatku langsung tersenyum dan menyuruhku ke tempatnya. Aku duduk sambil menghelakan napas.

“Koq, Papa ngajak aku kesini. Kan kita bisa cerita-cerita di rumah. Pa, Papa kan udah tua. Kenapa juga bela-belain janjian ke tempat yang jauh seperti ini.” Belum selesai panas yang mengayuti ubun-ubun dan tubuhku. Aku sudah bertanya kepada Papa. Pada saat itu Papa sedang menyeruput es teh  manis.

” Tahu nggak, Papa pengen kenangan-kenangan keakraban Papa dan kamu kembali lagi. Papa ingin jalan-jalan denganmu sama seperti kamu masih kecil dulu. Papa rindu sekali saat itu.”

“Pa, kita kan bisa menjalin keakraban di rumah ?” Tanyaku tak mau mengalah.

” Papa ingin kamu tahu bahwa Papa sayang kepada semuanya. Papa marah karena Papa sayang.” Beliau menunduk.

Kami masih berbicara untuk beberapa menit lalu kami pulang.

***

“Nak, Papamu sudah nggak ada lagi,” kata Mama yang suaranya terdengar sendu di celah-celah mikrofon HP-ku.

“Papa ? Papa kan masih sehat, Ma. Mama bohong, Papa nggak pergi. Tadi pagi aja aku lihat dia sehat-sehat aja koq,”  bantahku.

” Benar Nak, Papamu udah meninggal sewaktu kamu kerja. Kata dokter, beliau terkena serangan jantung,” tangis Mama.

Secepat kilat kuambil jaket dan tasku. Motor kulajukan dengan kecepatan yang bombastik, 100 km/jam.

Tak sadar, saat aku hendak berhenti di simpang empat menuju rumahku, rokku tersangkut di pijakan rem kaki. Aku terjatuh. Motorku miring ke kanan dan akhirnya aku ikut terjatuh. Dengan susah payah aku menegakkan kembali motorku. Ada beberapa orang yang melihat membantuku. Mereka semua sangat baik kepadaku. Aku tak dibiarkan sendiri. Aku melanjutkan perjalananku pulang.

***

Sesampai di rumah, aku melihat orang sudah banyak berdatangan. Mereka duduk di muara pintu rumahku. Di depan pintu itu sudah berdiri Mamaku yang masih berlinangan air mata.

“Ma…………..!” Tangisku pecah, memecahkan keheningan yang menyahdukan hati dan jiwa. Tangis itu membawa kenangan beberapa  hari yang lalu ketika Papa mengajakku bertemu di rumah makan.

***

Note :

Tak banyak yang bisa kita lakukan dengan orang-orang yang kita sayangi. Ketika mereka pergi rasanya ingin sekali kita memberikan dan melakukan apapun yang bisa membuat orang itu bahagia. Kita baru tersentak dan tergugah untuk berbuat sesuatu bagi mereka saat mereka pergi.  Sering kita bertanya, ” Oh, Tuhan, mengapa tak Kau tampilkan tanda-tanda kepergiannya kepada kami agar kami bisa mawas dan berbuat baik bagi mereka.” Semua ucapan itu sia-sia dan tidak memberikan solusi untuk kita. Penyesalan kadang tak berguna.

Teruntuk seluruh muslim dan muslimah, special for nenekku, semoga Allah memberikanmu naungan syurga dan kita berkumpul bersama di bawahnya. Aamiin.

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Isi Hatiku. Tandai permalink.

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s