Tukang Kebun dan Putri yang Sombong

Karya : Aisyah Zahra Riswanda,siswikelas IV Thoriqbin Ziyyad SDIT ALFURQON Palembang

Di suatu kerajaan hiduplah seorang raja dan permaisurinya. Raja itu dikaruniai seorang anak perempuan.Putri itulah anaknya Raja. Putri itu sangat sombong.Dia menyombongkan kerajaan orang tuanya.Maksudnya dapat ditebak, yaitu agar tak seorang pun berani melawan kata-katanya.

 

Di kerajaan itu ada seorang tukang kebun.Tukang kebun kerajaan itu bernama Iksan.Dia sangat rajin dan pintar meskipun dia miskin. Putri sering menyombongkan kerajaan ayahnya kepada Iksan

“Eh,tukang kebun,kau sangat miskin ya ?” Kata Putri dengan nada mengejek.Iksan hanya tersenyum.

“Apa kau punya bintang pahatan yang berkilauan ?” Tanya Putri.Iksan lagi-lagi tersenyum.”

Apakah kau saat ulang tahun diberi kain sutra berbulu yang lembut ?”Tanya Putri lagi.

Iksan tersenyum kembali.

“Dan apakah engkau punya apu untuk menghangatkan badan ?” Tanya Putri. Iksan tersenyum kembali.

 

Karena tak tahan,Iksan pun menjawab,” Putri,Putri,kau lucu sekali.Aku mempunyai semua yang kau tanyakan, malah lebih dari itu !” Kata Iksan.

“Oh,ya,”kata Putri sambil tertawa.

“Mana ada orang miskin punya semua itu,” kata Putri.

“Ya, aku tidak bohonh !Malah apinya bisa dipegang dan tidak panas !” Kata Iksan. Putri hanya melongo. Dia tidak menyangka kalau tukangkebun mempunyai semua yang dia punya.Putri pun berlalu dari hadapan tukang kebun.

 

Pada saat ulang tahun,Putri meminta kado kepada ayahnya.

“Ayah,Putri ingin minta kado api yang tidak panas,bintang yang berkilauan,dan beludru yang sangaaat lembut,”pinta Putri.

“Hah, mana ada api yang tidak panas ?” Tanya ayahnya.

“Jadi,Ayah tidak bisa memenuhi permintaan Putri ?” Tanya Putri sedih. Ayah pun terdiam dan berlalu. Karena permintaannya tidak terpenuhi, Putri pun jatuh sakit. Ayahnya sedih lalu memanggil tabib.Kata tabib,” Putri hanya bisa sembuh kalau permintaannya terpenuhi.”

 

Akhirnya diadakan sayembara, siapa yang bisa memenuhi permintaan Putriakan dinikahkan dengan Putri. Tukang kebun pun datang ke istana.Tukang kebun membawa seekor kucing kecil yang lucu dan menyembunyikan kucingnya.

“Apakah kau sakit karena ini ?” Tukang kebun menunjukkan kucing kecilitu.

“Lihatlah lidahnya yang merah seperti api,tapi tidak berbahaya  lho,”kata tukang kebun.Putri tersenyum. Akhirnya dia dinikahkan dengan Iksan.

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Karya Anak. Tandai permalink.

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s