Duka itu Belum Hilang (2)

Memori awal 2009

Belum lagi lepas dari kesedihan, Furqon kini menangis kembali. Seorang Ustadz, salah satu orang yang ikut membesarkan Al Furqon kini telah pergi untuk selamatnya. Tak banyak yang bisa aku ceritakan kepada Pembaca tentang Ustadz ini, tapi aku punya kenangan dengan si Ustadz ketika aku kuliah dulu. Beliau mengisi kegiatan Isra’ Mi’raj atau Muharram di tempat kuliahku. Beliau memberikan pelatihan untuk para kader-kader dakwah di kampusku. Perawakannya gemuk, agak sedikit pendek, tapi lincah.Beliau meninggalkan 3 orang anak yang masih kecil-kecil (yang besar usianya 5 tahun).

Beliau meninggal dalam tugasnya sebagai trainer di Pagar Alam ketika melakukan permainan arung jeram disana. Lagi-lagi, yang namanya ajal tak bisa kita tolak jika dia datang dan tak dapat kita undur sedikit pun. Ajal tak mengenal usia juga tak mengenal status seseorang.

Selamat jalan,Ustadz. Semoga amal kebaikanmu mengantarkanmu ke syurganya Allah. Aamiin ya Robbal ‘alamin.

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Pernik Sekolah. Tandai permalink.

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s