Puisi Mujahidah

Berjuang Menempah Susah,
Menanggung Derita Menongkah Fitnah,
Itulah Gelombang Hidup Samudera Duka,
Seorang Mujahid Memburu Syahid.

Dibuang Dia Berkelana,
Dipenjara Dia Uzlah Dibunuh Syahid,
Namun Jiwa Tetap Mara Menuju Cita,
Membara Demi Allah Dan Rasul-Nya.

Berjuang Tak Pernah Senang,
Ombak Derita Tiada Henti,
Tenang Tegang Silih Berganti,
Inilah Sunnah Orang Berjuang.

Malamnya Bagai Rahib Merintih Sayu,
Dihiris Dosa Air Mata,
Siangnya Bagaikan Singa Di Rimba,
Memerah Keringat Mencurah Tenaga.

Berjuang Memang Pahit,
Kerana Syurga Itu Manis,
Bukan Sedikit Mahar Yang Perlu Dibayar,
Bukan Sedikit Pedih Yang Ditagih.

Berjuang Ertinya Terkorban,
Rela Terhina Kerna Kebenaran,
Antara Dua Pasti Terjadi,
Tunggulah Syahid Atau  Menang…
Iklan

Tentang ummuilma

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

3 Balasan ke Puisi Mujahidah

  1. waluyo berkata:

    wah puisinya bagus sekali, sngt menyentuh dengan suguhan heroistik subjek yang tidak sekedar aksi heroik sebuah pohon kurma di tengah gurun pasir

    Suka

  2. Anggun berkata:

    itu kan nasyid ya… bukan puisi? anyway jadi inget jaman SMP dulu

    Meliana merespon :
    Iya, kali ya…….He….maaf-maaf,dimaafkan ya………

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s