Perpustakaan Unik

Di sekolahku, terutama anak kelas IV sedang marak membuat perpustakaan kelas. Aku akan mencerita ide ini. Ide yang kreatif, yang orisinil berasal dari anak-anak.

 

Perpustakaan kelas Muadz mulai ada dengan ide seorang siswi wanita yang bernama Gita Dwi Marsha dan teman-temannya. Waktu ide itu dicetuskan Gita, yaitu hari Kamis, ketika hendak pulang. Mungkin ini adalah imbas dari program silent reading di sekolahku di pagi hari.

Aku juga tidak menyangka anak akan melaksanakan ide itu dengan konsisten samai hari ini. Mulai hari itu anak membawa buku-buku cerita dan diberi nama. Mereka menentukan sendiri bendahara, ketua, dan sekretaris. Mereka membuat pengumuman tentang pembukaan Perpustakaan Muadz, peraturan-peraturan yang berlaku di perpustakaan kami. Aku dan partner kerjaku diajak anak untuk jadi bendahara, tapi kami menolak dan mereka akhirnya memilih sendiri bendahara.

 

Setia anak di kelas punya peranan masing-masing. Ketiga pengurus inti itu memantau dan sekalian ikut ambil bagian dalam membereskan buku perpustakaan.  Aku menjadi lucu ketika aku melihat anak-anak membuat kertas, dengan guntingan yang tidak rapi dan diberi nama, misalnya :

Security

Helmi

Mereka semua belajar berorganisasi dari kecil, semoga damaknya akan terlihat dikemudian hari.

Setiap anak memakai kertas itu, yang ditempel isolasi seadanya. Aku dan partnerku hanya senyum-senyum saja.

Ada yang menjadi sales. Mereka  mempromosikan kepada adik dan kakak kelasnya dengan membawa buku. Mereka memberi penjelasan buku yang mereka bawa sambil menunjukkan gambar-gambar yang ada di buku itu. Promosi yang mereka lakukan tidak hanya itu saja. Mereka memberi permen Boogie jika sudi membaca di perpustakaan Muadz. Untuk membaca, tidak dikenakan sewa. Sewa dikenakan hanya jika buku dibawa pulang dan harga sewa untuk satu buku tiap harinya hanya Rp. 200,00. Ternyata ada anak yang suka dengan cerita berani menyewa 5 buku untuk dibaca satu hari.

 

Aku melihat keringat dan semangat mereka untuk membuat perpustakaan Muadz menjadi ramai. Mereka tidak memaksa. Kalau pun ada yang tidak mau bayar, mereka tidak marah.

Dampak perpustakaan Muadz adalah terbentuknya perpustakaan Salman. Harga sewanya lebih mahal, Rp. 500,00 per hari. Hari ini, sebelum pulang, anak-anak Thoriq berkomentar, ” Bunda besok, kami juga akan buka perpustakaan,” kata seorang anak.

 

Memang kadangkala sesuatu yang kita anggap positif tidak berarti positif bagi yang lain. Pagi tadi ada komplain dari orang tua siswa kelas satu yang meminjam buku ke perpustakaan Muadz. Beliau komplain tentang komik–padahal setelah aku dan partnerku teliti lagi, gambarnya tidak masalah–Tapi yang paling mendasar adalah tentang harga. Ada rasa kecewa dilihat dari wajah anak. Mereka sebel dan down dengan komentar/komplain itu. Kami menyemangati mereka. Akhirnya, anak juga belajar dari pengalaman itu sehingga diberlakukanlah ketentuan berikut :

1. Sortir sendiri buku yang akan disewakan setelah bertanya kepada Bunda mana yang boleh dibaca atau tidak oleh anak

2. Tidak diperbolehkan memaksa pengunjung untuk memasuki perpustakaan Muadz

3. Harga sewa minimal Rp.200,00 tanpa melihat tebal atau tipisnya buku yang disewa (semua anak sepakat).

 

Puncak ramenya perpustakaan Muadz adalah pagi mejelang siang, saat jam istirahat ke-2. Di depan kelas Muadz rame. Hari ini anak belajar banyak hal bahwa sesuatu yang kita lakukan kadang tidak bisa diterima orang dengan positif. Aku bersyukur memiliki siswa-siswi yang penuh ide dan semangat seperti anak-anakku !

Ada komentar anak, “Bunda, sepertinya akan rame perpustakaan kita deh Bun dibanding perpustakaan di bawah !”

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Pernik Sekolah. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Perpustakaan Unik

  1. a.dwiki.p berkata:

    lumayan bun

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s