Ada Ular di Kepalaku !

Helmku Blong….

Aku menjerit. Ada sesuatu di kepalaku. Aku merasa sakit. Aku merasa tidak bisa bernapas. Sebentar-bentar aku membenturkan kepalaku ke dinding kamar. Sebentar-bentar kujambak rambutku. Aku menangis. Sakit yang kurasakan dari kepalaku sangat tidak enak. Aku merasa ada ular besar yang meliuk-liuk di kepalaku, yang perlahan-lahan membuat syaraf-syaraf kepalaku menjadi putus hingga aku mulai merasakan pusing. Sekali-kali aku merasakan ular itu berjalan, lalu masuk ke bagian tubuhku yang lain lalu mulai mematuk dan bisanya menjalar di sekujur tubuhku.

Aku akan duduk dan menangis. Aku menangis karena tidak adalagi yang mau berteman denganku. Mereka anggap aku ini gila. Mereka anggap aku sinting dan tidak waras. Mereka anggap orang yang berteman denganku ada orang gila, sama sepertiku. Aku tidak bisa bermain seperti dulu. Aku tidak bisa tertawa atau marah ketika aku bermain patok lele dengan temanku karena bila ular yang ada di kepalaku itu meliuk-liukkan tubuhnya, maka aku akan lemah. Tenagaku terkuras. Aku menjerit. Aku ingin semua orang membantuku untuk mengeluarkan ular yang ada di dalam kepalaku. Aku ingin semua orang yang mengatakanku gila berhenti mengatakan itu jika aku mengeluarkan ular itu. Aku ingin mendapat kepercayaan dari teman-temanku. Kenyataannya, aku hanya bisa memegangi kepalaku hingga liukkan ular itu berhenti. Aku akan tenang sebentar hingga liukkan itu kembali lagi.

Psikologku berkata bahwa apa yang aku rasakan hanya halusinasi saja. Mereka berkata bahwa apa yang aku ceritakan adalah kebohongan belaka, tak dapat dipercaya. Mereka bilang aku hanya membuat-buat saja. Buat apa aku membuat-buat cerita itu kalau akibatnya aku dijauhi anak-anak seusiaku. Mereka tidak pernah bisa merasakan apa yang bisa aku rasakan. Jika saja ular itu bisa meliauk di dalam kepala mereka, mungkin mereka baru akan percaya bahwa yang aku katakan adalah fakta, bukan rekaan.

Orang tuaku pernah bilang bahwa kejadian yang aku alami ini dimulai saat aku usia 7/8 tahun. Mereka tidak tau persis apa penyebabnya. Tiba-tiba saja aku yang sedang bermain petak umpet di halaman rumah dengan teman-teman memegang kepala sambil menjerit dengan keras. Ketika Ibuku bertanya, aku berkata, ” Di kepalaku ada ular dan ular itu hendak memutuskan urat syarafku !” Mereka tidak akan pernah percaya pada apa yang aku ucapkan. Mereka hanya akan berkata bahwa aku adalah pebohong yang ulung. Kalau mereka tahu bahwa sebenarnya memang ada ular besar, yang berwarna kuning kehijauan, bermata lebar, dan bergigi tajam itu ada di dalam kepalaku. Mungkin sewaktu-waktu ular itu akan keluar dari kepalaku dan masuk ke dalam kepala mereka ! Itulah yang akan membuktikan kebenaran semua ucapanku ! Tunggu saja !

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Narasi Psikologi. Tandai permalink.

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s