Tragis, Kisah Sedih Anakku

Hari ini,ada siswi yang curhat kepadaku. Aku didatangi olehnya saat aku sedang sibuk ngoreksi latihan Bahasa Indonesia. Dia mendekatiku dan pada saat itu aku bersikap biasa saja. Tak lama dia duduk di dekatku dan semua temannya pergi menjauhi kami, dia akhirnya mulai bicara. Dia mulai bercerita tentang kesedihannya. Dia menangis. Aku menjadi sedih. Aku bertanya di dalam hati apa yang membuat dia bertambah sedih. Akhirnya dia menyampaikan bahwa dia mempunyai masalah dalam keluarganya. Keluarganya, terutama dengan Ayah dan Bundanya. Dia terus menangis dan sesekali dia menutup matanya di balik lipatan tangannya di atas kursi.

 

Dia bercerita bahwa Ayah dan Bundanya suka bertengkar. Pertengkaran antara Ayah dan Bundanya ternyata berdampak, Ayahnya suka mengatakan kata ‘cerai’. Dia mendengarnya. Dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa pergi menjauhi pendengarannya, dia lalu masuk kamar, dan menangis di dalam kamar sepuas hatinya. Dia merusaha mencegah air matanya untuk keluar. Aku melihatnya, sekali-kali dia menghapus air matanya. Beberapa temannya mendekati dia, ada juga seorang anak laki-laki yang mendekatinya dan bertanya denganku mengapa dia sampai menangis. Aku hanya dia dan aku tidak akan mengatakan apa pun tentang masalah dia kepada temannya, termasuk teman dekatnya.

 

Dia bercerita bahwa dia juga sering dipukul oleh Ayahnya. Bundanya yang mencoba menasihati sang Ayanh malah ikut dimarah. Parahnya, adiknya yang masih kecil dimarahi oleh Ayahnya sehingga sangkin marahnya, si Ayah menyeretnya sampai ke kamar mandi. Masalahnya, karena si adik tidak/ belum mengerti kapan dia meminta pertolongan kepada Ayahnya. Kejadian itu berawal ketika Ayahnya pulang dari kerja dan si Adik menagih janji Ayahnya. Karena ayahnya baru pulang dari kerja dan mungkin capek atau di tempat kerjanya lagi banyak masalah, ketika ditanya si Ayah langsung marah dan adiknya langsung dipukul.

 

Tidak sekali atau dua kali dia dipukul oleh ayahnya. Berkali-kali dia menerima pukulan dari ayahnya. Hari inilah dia baru bisa melampiaskan emosinya. Dia mengaggap tidak ada lagi tempat untuk bercerita. Dia termasuk dekat dengan ayahnya dibandingkan dengan Bundanya. Dia ingin menyelesaikan masalah keluarganya, tapi dia bingung harus dengan siapa dia bicarakan. Nenek-kakek dari Ayah dan Bundanya tidak ada di dekatnya, jauh di daerah lain. Bunda dan Ayahnya mewanti-wanti agar permasalahan keluarganya jangan sampai diberitahukan kepada kakek-neneknya sehingga dia hanya bisa diam.

 

Sikapnya di sekolah berbeda sekali dengan di rumah. Dia agak periang. Kadang aku melihat dia ingin disayang dan diperhatikan. Dia buat suaranya seperti suara anak-anak kelas I atau II SD, tapi itu tampang luarnya saja. Kadang, aku juga melihatnya suka merenung, mungkin renungannya berkisar tentang masalah keluarganya.

 

Cuplikan kisah nyata di atas dari kisah anakku, sangat tragis bukan ? Dia masih SD dan dia sudah mengalami permasalahan yang sangat rumit sehingga menjadikan permasalahan itu sebagai suatu yang harus dipecahkan atau dicari solusinya. Dia tidak punya teman curhat, curhat dengan teman dekatnya bukan menjadi solusi. Dia harus mencari seseorang yang bisa mengatasi permasalahannya. Setelah dia bercerita dan menangis di hadapanku, dia merasa sedikit lega walaupun hal itu tidak membantu.

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

16 Balasan ke Tragis, Kisah Sedih Anakku

  1. Imron berkata:

    Ya, menyedihkan. Lagi2 anak menjadi korban kekerasan keluarga. Sungguh berat beban psikis anak itu, yang tentunya sangat membutuhkan dukungan moril orang2 disekitarnya.
    Dan Mbak Meliana yang baik adalah harapan untuk membantu meringankan bebannya, dengan berbagi cerita. Sehingga ia bisa bernafas lega.

    Respon untuk tulisan Imron :
    Memilukan sekali mendengar penuturan si anak. Kesalahan kita tujukan kepada siapa, orang tua ? Lingkungan, ataukah pemerintah ?Ah, masalah seperti ini bukan hanya masalah bagi ank saja, tapi semua pihak….Mana andil kita ? Apa pula posisi kita ? Makasih ya….

    Suka

  2. ani purwati berkata:

    Hal serupa pernah sy alami setahun y. Sy jd tpt curhat anak2 yang punya mslh di rmh. kata mrk, kalo dah ngomong sama sy lega….

    Respon untuk Ani :
    Saya harap semoga anak didik Mbak Ani bisa mengambil hikmah atas semua kejadian yang tidak mengenakkan. Berbuat yang lebih baik lagi bila sudah berkeluarga. Tidak melihat ke belakang dan tidak mencerca diri sehingga menjadi orang yang ‘kerdil’ di tengah masyarakat. Menjadi pendengar yang baik sangat di butuhkan di zaman sekarang ini, tapi tidak banyak yang bisa melakukannya sepenuh hati. Semoga kita semua bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang di sekitar kita. Aamiin….

    Suka

  3. Amel berkata:

    Sabar aja,mungkin ujian dari allah

    Suka

  4. jessica berkata:

    emmm. . . .

    tolong memperbanyak artikel-artikel yang seru juga dunk, , , , ,

    Suka

  5. sapta haryanti berkata:

    sedih….tapi yang sabar.ini peringatan buat orang tua..dampak negatif pasti keanak juga..
    jangan sampai salah pergaulan karena kurangnya kasih sayang dari ortu.semoga diberi jalan keluar terbaik…

    Suka

  6. MIFTAHUL FIKRI berkata:

    :p

    Suka

  7. DEWI berkata:

    SEdih bgt critanya..
    sya mwakili prasaan seorng anak,wlau kdang orng tua itu mmberi sgalanya buat anak,tk brarti bisa bhgia,mliht orang tua kta brtengkar wlau cma dkit,jka seorng ank mliht,psti dia mngira” ap yg trjdi dgn orng tuanya,brfkir ngatf,bhkn lbh prah,,,

    Suka

  8. khairunisa zahra berkata:

    sedih banget

    respon khairunisa zahra

    kalo mau marah jangan bawa anak sendiri nanti kualat ayah nya sangat jahat sehinga sang bunda tidak bisa berbuat apa apa

    Suka

  9. Edy Be Yuoch berkata:

    Sudah bnyk hal sprti it terjadi. namun semua it krn ga bsa kontrol emosi. jika ada masalah diluar, bukan lah anak istri yg jadi korban. hal serupa diatas juga prnh terjadi di kampungku.

    Suka

  10. yuni. . berkata:

    Aku juga g2 oug. .tapi aku hadapi dg zbr krna Allah Swt gag tdur. .

    Suka

  11. tari berkata:

    itulah orang 2 yang tidak punya pikiran dewasa sehingga lupa sama orang yang kita cintai sehingga menjadi pelampiasan keegoisan,saya hanya berdoa untuk nya agar diberikan hidup yang bahagia.

    Suka

  12. sri berkata:

    khem .. kasian bngt anak nya !!

    Suka

  13. Hanya sekedar info ya kak
    http://referral.mentaripoker.com/ref.php?ref=KARO
    mentaripoker situs poker online pertama anti bot anti admin dan cheating
    BONUS Special kami melakukan Withdraw + BONUS 10%
    Deposit 3x BONUS 10%
    DEPOSIT BONUS 100% juga ada
    Hubungi Livechat kami untuk memudahkan komunikasi kak
    daftarnya masuk http://referral.mentaripoker.com/ref.php?ref=KARO

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s