Kevin : Belenggu Masa Lalu

Aku baru menyelesaikan buku karya Torey. Buku yang bagus, menurutku. Kisahnya tentang seorang anak laki-laki, yang pada saat Torey menangani anak ini, dia –Kevin– kalau boleh dikatakan usia sudah berusia 17 tahun, bukan masa anak-anakdan sedang memasuki masa remaja akhir menuju masa dewasa.

 

Orang-orang menyebut Kevin di Garson Gayer– tempat penampungan anak yang mengalami gangguan mental di Amerika yang sepenuhnya dibiayai oleh negara sampai usia anak 17 tahun–dengan sebutan anak kandang karena setiap hari Kevin hanya berada di bawah meja. Kevin membentuk sendirinya kandangnya dengan menggunakan meja dan kursi yang telah tersedia. Dia duduk disana berjam-jam lamanya dengan menegakkan kepala di atas dengkulnya. Setelah 17 tahun anak tersebut dilepas atau bisa jadi dimasukan ke rumah sakit. 

 

Begitulah pertama yang Torey tahu tentang Kevin. Dia tidak bicara dengan seorang pun di Garson Gayer. Torey yang mempunyai keahlian dibidang penanganan anak yang mengalami bisu elektif dipanggil untuk menyelesaikan masalah Kevin. Torey tidak begitu banyak melakukan sesuatu untuk Kevin. Berminggu-minggu lamanya Torey membacakan cerita dalam ruang terapi untuk Kevin dengan tanpa respon sedikit pun yang terlihat darinya. Torey mengeluarkan beberapa kertas dan krayon. Respon pertama hanya berbentuk lirikan mata saja. Akhirnya, Kevin mulai berespon dengan kehadiran Torey.

 

Kevin mulai berbicara dengan Torey walaupun hanya beberapa kata. Torey mengajarkan Kevin untuk berkata-kata karena sudah 10 tahun dia tidak berbicara dengan seorang pun. Kata pertama yang diajarkan Torey adalah ‘Haaa’. Torey memperlihatkan bentuk mulutnya ketika dia mengucapkan ‘Haa’ pada Kevin. Pertamanya Kevin enggan untuk melakukkannya, tapi akhirnya sebuah terobosan dia mengucapkan kata-kata yang tidak sekedar ‘Haaa’. Doa mengucapkan ‘Huuu, heee,hiii’ sehingga akhirnya dia bisa bicara dengan Torey seperti ada dulu.

 

Kevin berbicara hanya dengan Torey dan hal itu terjadi berminggu-minggu setelahnya dia mulai berbicara dengan para perawat disana. Dia dia karena bebrapa hal. Banyak kejadian yang membelenggu dirinya sehingga bentuk pelariannya adalah diam. Kevin diam karena dia ingin melupakan masa lalunya. Kevin akhirnya mulai menguak sisi lain kehidupan masa lalunya.

 

Selanjutnya, Torey tidak memerlukan banyak cara untuk membuat Kevin berbicara karena Kevin sendiri yang mau melakukannya. Kevin melakukan itu karena dia ingin keluar dari tempat penampungannya sekarang. Alasan terbesarnya, dia ingin membunuh ayah tirinya. Sejak dipenampungan, Kevin selalu bisa membuat pisau. Dia membuat pisau dari besi yang ada di ranjang tidurnya. Kevin mengakui dia melakukan hal itu kepada Torey. Dia merasa Torey bisa menjadi tempat menyimpan rahasianya sehingga dia rela pisau yang dibuatnya disimpan oleh Torey hingga beberapa waktu. Torey pun mencari patner kerja, namanya Jeff karena Torey harus waspada pada perilaku negatif yang sewaktu-waktu muncul pada diri Kevin.

 

Akhirnya Kevin keluar dari penampungan. Kevin sudah tidak takut lagi dengan dimandikan, tapi dia masih takut pada keadaan gelap. Torey mengajaknya ke sebuah tempat makan dan disana Kevin hanya bisa duduk di bawah meja dan pipis. Dia menghabiskan malam itu dengan keadaan yang tidak menyenangkan.

 

Torey mengajak Kevin untuk belajar berenang dengan adik asuh Torey yang bernama Charity. Kevin masih takut dengan air, tapi beberapa saaat kemudian rasa takut itu hilang. Dia takut orang lain menertawakannya. Dia takut harga dirinya hancur bila orang tahu kalau dia tidak bisa memakai pakaian renang. Di kemudian hari, Kevin tampil sebagai perenang yang ulung sampai-sampai dia kabur dari tempat penampungan remaja dengan menelusuri derasnya air sungai.

 

Kevin masih ingat peristiwa yang membuat adiknya Carol meninggal karena itulah dari tahun ke tahun dia selalu berobsesi untuk membunuh ayah tirinya. Dia masih ingat ayahnya memukul kepala Carol dengan kejam dan disaksikan oleh ibu kandungnya tanpa melakukan tindakan yang bisa meredakan kemarahan ayah tirinya.

 

Kevin sangat ingin tampil dengan nama Bryan karena dia ingin menghilangkan tampilan dirinya yang penuh dengan kekacauan. Dia merasa Bryan bisa menutupi kekurangannya dan mengatakan bahwa Bryan lebih keren dibandingkan dengan dirinya, tapi hal itu bukanlah hal yang penting hingga suatu saat Torey mengajaknya kembali ke rumahnya dulu. Lintasan pikiran yang mengerikan di masa lalunya berseliweran hingga dia diam di depan jendela kamarnya yang dulu. Dia mulai sadar bahwa masa lalu tidak bisa dilupakan atau harus dihindari seluruhnya…

 

 Ini bukunya Torey Hayden versi bahasa Inggris !

Iklan

Tentang ummuilma

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s