Mau Tahu Aja !

Mempunyai teman yang seide rasanya sangat diinginkan, tapi teman yang mau tahu semua urusan kita sampai pada hal yang privasi tidaklah menyenangkan. Kita berbicara dengannya seperti berbicara dengan intel dan penyelidik tindak kejahatan. Rasanya kebebasan yang kita punyai sudah hilang. Kita tidak bisa kemana-mana bahkan keadaan diperparah dengan sifatnya yang mudah marah dan sedikit sensitif, ih pusing dengan temn yang seperti itu.

 

Sebagai seorang individu kita memiliki suatu keinginan berkumpul, menceritakan masalah kita, dan mencari solusi permasalahan kita dengan orang yang kita anggap sebagai orang yang patut untuk berbagi. Kadangkalanya kita membutuhkan kesendirian sehingga seorang sahabat karib pun tidak akan kita beritahukan permasalahan kita. Hal itu bukan karena kita tidak yakin, tapi itulah batas nilai individualis kita dengan yang namanya sosialis.

 

Seorang teman yang ingin tahu semua permasalahan temannya membuat teman tersebut tidak betah untuk bercerita lebih banyak dengan temannya itu. Parahnya, teman itu tidak merasa bahwa sikapnya itulah yang menyebabkan dia tidak bisa dekat dengan orang lain. Dia merasa fine-fine saja dengan apa yang telah diperbuatnya,” Itu tidak melanggar aturan,” barangkali itu yang akan dia ucapkan. Ketika kita katakan bahwa kita tidak suka dengan sikapnya itu, “ Ada sesuatu yang harus dirahasiakan dan orang lain tidak perlu tahu akan hal itu, tapi ada hal yang harus kita katakan sehingga orang lain tahu dan pada saat itu mungkin orang yang bersangkutan akan sangat berharap solusi atau setidaknya melepaskan gundah hatinya kepada orang lain,” dia malah tersinggung dan berkata dengan nada sinis, “ Ya, itu sudah biasa.” Repot kan punya teman seperti itu.Ditambah dengan sikap kita yang merasa tidak enakkan dan berkepribadian sanguinis dan ekstrovert, bete eh ih.

 

Orang seperti itu rela mengikuti kita jalan jauh hanya untuk mengetahui rahasia kita. Kata hati kadang ada benarnya, ketika kita merasa kita tidak nyaman dengan kehadirannya, maka bisa jadi kita kurang bisa dekat dengan orang tersebut. Membuat Nyaman dan berusaha untuk dekat dengannya malah membuat kita menjauh dan bertambah menjauh.

Begitu melihatnya, serasa kita dikejar sesuatu dan harus segera menghilangkan wajah kita dari hadapannya sehingga tidak akan keluar sedikit pun kata dari mulut kita.

 

Menjadi orang yang disukai orang lain begitu sulit. Sering kali kita menganggap diri kita sudah disukai oleh orang banyak padahal sebenarnya orang lain eneg dengan perilaku kita. Mereka menunjukkan wajah yang manis saat berhadapan dengan kita, tapi dibalik itu semua kejengkelan mereka tersimpan jauh di dadanya.

 

 

Dianggap penting oleh orang lain atau dianggap bermanfaat oleh orang lain sangatlah didambakan bukan karena ‘gila anggapan’, tapi lebih sebagai suatu keinginan diri untuk lebih baik di sisi Allah S.W.T. Saat kepergiannya ditangisi orang-orang di sekitarnya. Kedatangannya ditunggu-tunggu. Orang lain tidak akan membuatnya marah atau jengkel dan kesal. Orang ingin membuatnya bahagia sampai-sampai merelakan semua yang dia sukai untuk orang tersebut. Itulah bentuk kecintaan yang tidak membutuhkan penyelidikan. Dan berteman dengan orang seperti itu akan terasa nyaman dan tidak merasa seperti dikejar-kejar oleh penyelidik tindak kejahatan.

 

Ada banyak orang yang mau tahu urusan orang lain di sekitar kita. Kalau bertemu dengannya, aku telah melakukan beberapa hal,, salah satunya adalah membicarakan ketidaksukaan kita pada sikapnya dan berusaha mengontrol emosi saat dia terus menyelidik. Berusahalah bersikap apa adanya, buat suasana tidak tegang, dan tutupilah suatu keadaan yang kita anggap ‘dia’ tidak perlu tahu. Berdoalah pada Allah semoga ‘tidak bicara lebih dalam’, yaitu bentuk pelajaran dari kita untuknya itu bisa dimengerti olehnya sehingga membuahkan pertemanan yang menyenangkan dengannya.

 

Iklan

Tentang ummuilma

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s