Venus : Duka Lara si Anak Cantik

Ini buku ke-3 karya Torey Hayden. Aku begitu menyukai karya-karya guru khusus itu. Sayangnya, buku ke-2  Torey yang aku punyai yang berjudul ” Jangan Panggil Aku Schizopren” dipinjam temennya temen dan sampai sekarang belum dikembalikan.

 

Buku ketiganya membuatku tergugah. Aku belum menemui begitu banyak kendala seperti yang Torey lakukan. Dia harus menghadapi seorang anak yang memiliki IQ jenius, Billy. Dia harus menghadapi Jesse yang mudah bereteriak jika dia mengalami tekanan sehingga dia akan menampilkan denyutan syaraf di wajahnya. Dia juga menghadapi dua kembar, Shane dan Zane yang mengikuti apa saja yang terjadi di kelasnya. Jika ada yang berkelahi, maka dia juga akan ikut berkelahi. Ada juga Alice, siswa paruh waktu yang di diagnosis autis sehingga dia punya anggota tubuh yang dia anggap sebagai temannya dan sering dia ajak bicara , yaitu lengannya. Dia mengajak temannya ngobrol jika dia sedang menghadapi suatu masalah. Sayangnya, dia mendapatkan pendamping yang bernama Julie, yang tidak seide dengannya sehingga Torey menghadapi diririnya bekerja seorang diri.

 

Venus adalah anak yang berusia 7 tahun, berambut keriting, kecil, dan berkulit hitam. Torey bertemu dengannya, yaitu di awal masuk sekolah, dia melihat Venus duduk di atas tembok dengan pandangan mata yang hampa. Dia lahir dari keluarga yang berantakkan. Dia dilahirkan oleh seorang ibu biologis yang tidak di sengaja, diperkosa oleh ayah tirinya ketika ibunya berusia 13 tahun, yang dia anggap sebagai kakaknya. Tragis lagi, ibu biologisnya itu mempunyai kelainan mental sehingga tidak ada yang menceritakan kepadanya siapa ibu kandungnya. Ternyata, usut punya usut, Venus sering diperlakukan kejam oleh teman laki-laki ibunya. Venus tidak diberikan haknya secara penuh. Pakaian yang dia pakai ala kadarnya. Dia tidak mengenakan pakaian yang hangat ketika musim dingin tiba. Dia sering dikurung di kamar mandi tanpa pakaian. Tubuhnya terdapat beberapa luka memar, yang sebagian ada tulang yang retak.

 

Di kelas emosinya akan keluar saat dia disenggol tak sengaja oleh temannya tapi tetap tanpa suara. Dia mampu melukai fisik temannya jika tidak diawasi oleh Torey. Dia katatonik, tanpa merespon apa pun yang dibuat oleh teman sekelasnya. Venus juga memiliki beberapa kakak, yang semuanya mengalami gangguan mental. Mereka tidak peduli dengan keadaan Venus

 

Dia tidak pernah berbicara dengan orang lain termasuk ibu biologisnya, yang bernama Wanda. Wanda inilah yang telah menjaga Venus dari kekejaman teman laki-laki ibunya. Wanda juga yang selalu memanggilnya dengan sebutan ‘Anak cantik’. Wanda juga yang selalu mengantarkan Venus ke sekolah. Keadaannya yang dikatakan mutisme elektif membuatnya tidak mampu bersosialisasi dengan baik. Dia bersekolah di sekolah khusus yang di dalam kelas itu terdapat anak-anak yang hiperaktif, yang mempunyai sindrom Tourette ( terjadi kejutan syaraf yang tidak terkontrol ketika dia stres/ keadaan mengancam).

 

Torey ingin mengetahui kemampuan bicara Venus dengan pendekatan-pendekatan modifikasi perilaku. Yang pertama kali dilakukannya adalah sebanyak mungkin mengadakan kontak langsung dengan Venus dengan cara menyentuh, menggendongnya, merangkulnya sehingga tercipta juga kedekatan batin. Kedua, Torey melakukan hal yang dianggap oleh Julie, patnernya sebagai suatu yang kejam untuk dilakukan oleh seorang guru, yaitu memaksa Venus untuk menonton film yang berbeda dengan rasnya. Torey mengajak Venus untuk menonton film She-Ra. Ternyata film itulah yang membuat Venus mulai mengeluarkan respon. Venus mulai sedikit responsif terhadap stimulus yang diberikan Torey untuknya. Dia sudah mulai mengeluarkan suara yang terkesan seperti bisikan, nyaris tak terdengar. Torey mengajak Venus untuk membuat pedang She-Ra. Venus menambahkan manik-manik pada pedangnya. Venus mulia bicara.

 

Setelah beberapa saat di kelas, Venus akhirnya punya teman sebangku, yaitu Alice. Ternyata kebiasaan Alice yang suka mengajak bicara pada lengannya sendiri menjadikan Venus merasa aneh dengan tingkah lakunya. Venus hanya melihat dan tidak memberikan respon pada kebiasaan Alice itu.  Venus baru berespon terhadap kebiasaan Alice ketika hampir tiba musim semi dan Billy pindah ke kelas reguler.

 

Teman laki-laki ibunya akhirnyanya ditanggkap dan dipidana selama 15 tahun dan ibunya dipidana selama 5 tahun karena terbukti telah melakukan tindak kekerasan pada anak. Penagkapan ini terjadi karena setelah diusut pada saat Venus masuk rumah sakit karena diduga hipotermia (suhu tubuh jauh di bawah normal), yang menyebabkan dia pingsan. Karena hal itulah terungkaplah semua kelakuan Danny, teman laki-laki ibunya. Kakak-kakak Venus akhirnya diambil oleh keluarga lain dan ada yang diletakkan dipengungsian. Venus akhirnya merasakan suatu yang berbeda, tapi dia ingat pada Wanda yang selalu memanggilnya ‘anak cantik’. Venus sendiri diangkat oleh keluarga yang sangat menyayanginya. Akhirnya dia bisa memasuki kelas reguler pada dua tahun berikutnya. Sekarang dia sudah bekerja di sebuah perusahaan.

Disadur dari karya aslinya :

 

Catatan :

Kekerasan pada anak akhirnya membuahkan penderitaan pada anak. Banyak kelainan psikologis berasal dari keluarga yang tidak harmonis. Beberapa kasus yang dihadapi oleh Torey adalah kasus yang berhubungan dengan keluarga.

Di negara Torey, anak yang bermasalah sangat diperhatikan oleh pemerintah, sedangkan di Indonesia sepertinya setiap kasus anak yang bermasalah menjadi masalah pribadi, pemerintah lepas tangan sehingga ketika anak tersebut besar, dia malah membuat masalah bagi dirinya, keluarga, dan masyarakat di sekitarnya. Kenapa ya ?

 

Novel yang berisi kisah nyata ini membuat aku sebagai pembacanya ingin menangis untuk sesaat, tetapi juga tertawa membayangkan tingkah laku anak-anak khusus di kelas, sekaligus marah dengan patner yang tidak seide dengan kita. Mungkinkah kita sebagai pendidik menghadapi permasalahan yang Torey rasakan ?

 

 http ://torey-hayden.com

 

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

3 Balasan ke Venus : Duka Lara si Anak Cantik

  1. xio ping berkata:

    waduh seperti sedang berenang di lautan terapi
    Semakin lama berenang semakin ada tantangan

    Suka

  2. zulkairah berkata:

    wa!! iya!! ni buku nya keren bgt!!! aku baca ini pas aku kelas 2SMP. skg klas 1sma. tapi tetep kerasa ramenya..

    Merespon tulisan Zulhairah :
    Zulkairah….

    Saya baru beli buku karyanya Torey, judulnya Kevin : Belenggu Masa Lalu, kamu udah baca blum ?
    Eh, ada resensi karyanya Torey tentang Jadie dan Murid Istimewa nggak ? Aku pengen beli, tapi belum ketemu, sampai sekarang ! Torey, sepertinya sudah memikat hati kita ya lewat karya-karyanya ! Senang berkenalan dan punya temen yang menyukai karya yang kita sukai….

    Suka

  3. Kembaran berkata:

    Terima kasih ya Bun…
    Boleh nimbrung n …

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s