Capeks

Bahasa anak-anaknya, capeks. Bahasa gaulnya letih, lelah, dan lemah, kebalik ya ?

Hari ini adalah hari yang melelahkan, but menyenangkan. Kelasku dibantu oleh bunda-bunda UKS. Rumah adat yang semestinya kami buat, ternyata menyerupai rumah-rumah yang dibawa orang China itu dibongkar lebih dari separuh. Kenapa dibongkar ? Semuanya akan bilang,” Tidak mirip,” jika melihat gambar rumah adat Korea. Rumah yang dibuat hari Senin kemarin layaknya dicap dengan sebutan rumah gadang, Padang. Siang ini, rumah itu direnovasi sehingga sedikitnya menyerupai rumah adat Korea meskipun masih belum selesai. Tentunya dengan bantuan beberapa orang termasuk anak kelas VI Zaid dan Bunda-bunda UKS.

 

Ternyata, bunda-bunda UKS tidak hanya pandai dalam menampal/cabut gigi, merawat dan mengobati pasiennya. Ada dua bunda yang pandai merefleksikan gambar dua dimensi menjadi sesuatu dalam wujud 3 dimensi. Ada potensi lain yang dimiliki oleh bunda UKS selain ramah, tidak sombong, dan suka berbagi ilmu. Mereka juga bisa diajak dan enak untuk diajak kerja sama. Tentunya sesuai dengan kemampuan yang mereka punyai.

 

Rumahnya belum lagi selesai, insya Allah besok sudah bisa dipajang !

Iklan

Tentang ummuilma

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Pernik Sekolah. Tandai permalink.

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s