Pekan Tematik

Korea, tema untuk kelasku. Bingung apa yang akan dilakukan. Yang sangat aku senangi dari negara ini adalah pakaian tradisionalnya dan tulisannya. Keduanya memiliki keunikan tersendiri, sama halnya dengan pakaian dan tulisan dari negara China, Jepang, dan yang serumpun dengannya.

 

Pekan tematik ini merupakan refreshing tersendiri untuk guru dan siswanya meskipun ‘refreshing‘ bukan dalam arti sebenarnya, maksudnya ? Pekan tematik bagiku merupakan penyemangat di antara kesuntukan akan mengajar di sekolah. Bagi siswa pun, pekan tematik (petik) merupakan hiburan dan mereka bisa melepaskan lelah dalam belajar meskipun itu hanya terjadi hanya dalam sepekan ini.

 

Di sekolah negeri atau mungkin swasta, petik mungkin tidak ada. Di sekolahku, petik dilaksanakan setiap tahun, biasanya di bulan April. Petik tahun ini dimulai dari hari Senin yang lalu, yaitu tanggal 14 April 2008 sampai 19 April 2008. Setiap siswa plus gurunya membuat hasil karya yang berhubungan dengan tema yang telah ditetapkan. Nah, untuk kelasku, tema yang diambil adalah negara Korea.

 

Tak banyak yang aku ketahui dari negara itu selain tulisan, pakaian, dan filmnya Jang Geum (Tabib wanita pertama di dunia). Bangunannya apa pun aku tidak tahu. Oh, ya, yang aku ketahui lagi adalah benderanya yang simple. Ada beberapa kekhasan dari negara ini, yaitu makanannya, Kimchi. Itu pun baru aku ketahui dari artikel yang diberikan oleh anak. Selebihnya, aku tidak banyak tahu.

 

Hari ini, anak telah membuat bangunan Korea, rumah adat, tempat ibadah, dan gedung pemerintahan. Bangunan yang mereka buat tidak begitu sempurna, tapi yang aku senangi adalah kemampuan mereka yang mulai terasah. Mereka telah mencoba membuat bangunan Korea dengan hanya melihat gambar yang diberikan pada mereka sekalipun gambar yang ditunjukan itu tidak jelas.

 

Ketiga bangunan itu telah ada di kelasku. Ketiganya nampak menarik walaupun terlihat tidak rapi dan kurang sempurna, itu sudah lebih dari cukup untuk anak SD. Banyak sekali hambatan yang terjadi ketika membuat bangunan ini. Ada anak yang mengeluh, ” Bunda, koq bantuin kelompok yang itu, tapi kelompok kami tidak.” Aku jawab ,” Bunda kan punya dua tangan. Bunda akan bantu ketika memang perlu dibantu.”

 

Bangunan Korea telah berdiri di kelasku meskipun warna dan bentuknya tidak sama persis, tapi aku bangga dengan hasil karya dan pekerjaan mereka !

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Pernik Sekolah. Tandai permalink.

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s