Sekolahku Hari Ini

” Aku kesel, Bun. Bunda A selalu marah-marah padahal kami sudah ngerjain.”

” Coba Bunda yang bantuin kami. Nggak tahu kenapa Bunda A selalu marah. Semua gawean kami selalu salah !” Gerutu salah seorang murid. Hal yang sama juga aku dengar dari siswa yang lain. Komentar itu sering aku dengar sehingga aku bisa mengambil masukan untuk diriku,” Boleh, marah, tapi jangan terlalu sering karena keseringan marah akan berdampak :

1. Siswa akan menjadi tidak dekat dengan kita bahkan untuk bercerita atau sekedar curhat mereka akan berkata, “Males ah, Bun cerita sama Bunda/Ustad A.” Mereka bisa jadi adalah pribadi-pribadi yang terpuruk secara emosional.

2. Mereka taat kepada kita bukan karena segan, tapi ,” Takut nanti Bunda/Ustad A marah, Bun.”

3. Mereka tidak nyaman ketika Bunda/ Ustad yang bersangkutan ada di dekat mereka. Diantara mereka ada yang berkata, “Ye, Bunda/ Ustad A nggak masuk !”

 

4. Kepergian Bunda/ Ustad A dinantikan tapi adanya tidak diharapkan.

5. Perilaku yang nampak akan sementara. Jika disuruh melakukan suatu pekerjaan, memang pekerjaan itu ditaati, tapi hanya untuk sementara.

6. Ketika Bunda/ Ustadnya tidak suka marah dan marah, maka mereka akan mendengarkan. Ketika mereka menyukai Bunda/ Ustadnya, maka mereka akan berusaha untuk tidak membuat Bunda/ Ustadnya marah. Kedekatan…

Insya Allah disambung lagi….

Mereka ingin bebas berekspresi dengan sekat-sekat tertentu. Ilustrasinya seperti gambaran berikut :

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s