Mempengaruhi Orang Lain

telur.jpgAda sebagian orang yang dengan mudahnya mampu mempengaruhi orang lain di sekitarnya, tapi ada sebagian lagi yang hanya ikut arus dengan apa yang dikatakan oleh orang lain. Tidak kita pungkiri hal itu pun banyak terjadi di lingkungan kita, contohnya lingkungan kerja. Ada teman yang mudah ikut apa yang dikatakan oleh orang lain ada juga yang kukuh dengan pendiriannya sehingga dia sulit sekali untuk dipengaruhi oleh orang lain.

Pada pembahasan artikel psikologi ‘ Cara Memahami Orang Lain’, di dalamnya ada pembagian karakter manusia. Ada karakter yang mudah dipengaruhi dari segi perasaan, misalnya karakter melankolis yang mudah terbawa perasaan. Mempengaruhi orang lain agar ikut dengan apa yang kita inginkan atau apa yang kita pikirkan itu tidaklah mudah. Untuk mempengaruhi orang yang dikategorikan melakolis, maka sentuh daya rasanya atau perasaannya, rasa ibanya. Biasanya jika sudah tersentuh rasa ibanya, maka orang itu mudah untuk dipengaruhi pikirannya.

Tipe kepribadian yang kholeris merupakan tipe yang sulit untuk dipengaruhi. Tipe ini bisa mempengaruhi orang lain karena di dalam dirinya ada sifat memimpin, suka berargumentasi sehingga sangat mudah baginya untuk mengajak orang lain mengikuti apa yang dia inginkan atau yang dia rasakan. Untuk kepribadian yang lain coba telusuri sifat khasnya dan jadikan sifat tersebut sebagai kunci untuk mempengaruhi orang tersebut.

Baca artikel di bawah ini :


Banyak yang menyarankan kepada saya untuk membaca buku “Bagaimana Mencari kawan dan Mempengaruhi Orang Lain” karya Dale Carnegie, tapi tidak banyak orang yang menjelaskan kepada saya buku itu berisikan apa aja, merka Cuma mengatakan bahwa buku itu bagus untuk dibaca dan menjadikan kita bisa memperoleh teman yang lebih banyak.Dalam tulisan ini saya ingin menyampaikan apa saja sich yang dibahas dalam buku tersebut. Buku ini memberikan kita pelajaran tentang bagaimana kita bisa memeperoleh teman yang lebih banyak, bagaimana kita mempunyai pengaruh dalam bersosialisasi dalam kehidupan bermasyarakat, dan bagaimana membina hubungan antar manusia.

Pada cover belakang buku ini tertulis ada sepuluh hal yang bisa anda dapatkan dalam buku ini, yaitu :

  1. Mengeluarkan Anda dari kebiasaan mental yang buruk, memberi Anda gagasan baru, visi baru dan ambisi baru.
  2. Membuat Anda mudah dan cepat berkawan
  3. Meningkatkan popularitas Anda
  4. Memikat orang mengikuti cara berpikir Anda
  5. Meningkatkan pengaruh, prestise, kemampuan Anda untuk menyelesaikan segala sesuatu
  6. Memungkinkan Anda memperoleh klien dan pelanggan baru
  7. meningkatkan kemampuan Anda dalam memperoleh penghasilan yang lebih besar
  8. Menjadikan Anda wiraniaga, manajer atau eksekutif yang lebih baik
  9. Menjadikan Anda pembicara yang lebih baik dan lebih menyenangkan
  10. Membangkitkan antusiasme diantara rekan usaha

Berikut Saya ingin memberikan ringkasan-ringkasan dalam buku ini

Teknik-teknik Mendasar dalam Menangani Manusia.

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 1 : Jangan mengkritik, mencercah atau mengeluh

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 2 : Berikan penghargaan yang jujur dan tulus

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 3 : Bangkitkan minat pada diri orang lain

Enam Cara untuk Membuat Orang Lain Menyukai Anda

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 1 : Jadilah sungguh-sungguh berminat tehadap orang lain

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 2 : Tersenyumlah

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 3 : Mengingat nama seseorang adalah hal paling mengesankan dan paling penting bagi orang itu dalam bahasa apapun

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 4 : Jadilah pendengar yang baik. Dorong orang lain untuk berbicara tentang diri mereka

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 5 : Bicarakan minat-minat orang lain

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 6 : Buat orang lain merasa penting – dan lakukan itu dengan tulus

Memikat Orang Lain Mengikuti Cara Berpikir Anda

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 1 : Satu-satunya cara untuk memperoleh manfaat paling banyak dari perdebatan adalah menghindari perdebatan itu sendiri

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 2 : Perlihatkan respek terhadap pendapat orang lain. Jangan pernah berkata, “Anda salah.”

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 3 : Kalau Anda salah, akuilah dengan cepat dan simpatik

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 4 : Mulailah dengan cara yang ramah

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 5 : Usahakan orang lain mengucapkan ”ya, ya” dengan segera

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 6 : Biarkan orang lain yang lebih banyak berbicara

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 7 : Biarkan orang lain merasa bahwa itu adalah idenya

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 8 : Cobalah dengan sungguh-sungguh melihat segala sesuatu dari sudut pandang orang lain.

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 9 : Bersimpatilah dengan ide dan hasrat orang lain

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 10 : Imbaulah motif-motif yang lebih mulia

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 11 : Dramatisir ide-ide Anda

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 12 : Lemparkan tantangan

Menjadi Pemimpin

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 1 : Mulailah dengan pujian dan penghargaan yang jujur

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 2 : Beritahu kesalahan orang lain dengan cara tidak langsung

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 3 : Bicarakan kesalahan Anda dulu sebelum mengkritik orang lain

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 4 : Ajukan pertanyaan sebagai ganti memberi perintah langsung

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 5 : Biarkan orang lain menyelamatkan muka

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 6 : Pujilah peningkatan sekecil apapun dan pujilah setiap peningkatan. Jadilah ”tuluslah dalam penerimaan Anda dan murah hati dalam penghargaan Anda”

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 7 : Beri orang lain reputasi yang baik untuk mereka penuhi

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 8 : Gunakan dorongan. Buat kesalahan tampak mudah diperbaiki.

<!–[if !supportLists]–> <!–[endif]–>Prinsip 9 : Buat orang lain merasa senang mengerjakan hal yang Anda sarankan

Untuk lebih mengetahui cara kerja buku ini terhadap Anda mungkin ada baiknya Anda beli dan baca kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

(sumber : Bagaimana Mencari kawan dan Mempengaruhi Orang Lain, karya Dale Carnegie)

Beberapa teori dan formulasi tentang taktik atau teknik mempengaruhi telah bermunculan sejak 20 tahun yang lalu (Kipnis-1980; Schriesheim-1990; Yukl-1992, Ferris-1997). Dari perseteruan pendapat yang ada, boleh dikata yang banyak diterapkan dan dimutasikan dalam penelitian lanjutan adalah metode Influence Behavior Questionanaire (IBQ). Suatu metode yang dikembangkan oleh peneliti yang bernama Gary Yukl (1992), professor di University at Albany, Amerika. Metoda IBQ memformulasikan 9 strategi dan teknik mempengaruhi orang lain.

  • Rational Persuasion: Adalah siasat meyakinkan orang lain dengan menggunakan argumen yang logis dan rasional. Seorang dokter yang memberi nasehat kepada pasien yang perokok berat, dengan menjelaskan efek buruk merokok bagi paru-paru dan hasil penelitian yang membuktikan bahwa para perokok lebih rentan menderita penyakit kronis lain. Adalah salah satu contoh rational persuasion ini.

  • Inspiration Appeals Tactics: Adalah siasat dengan meminta ide atau proposal untuk membangkitkan rasa antusias dan semangat dari target person. Contoh nyata penerapannya adalah, seorang menteri yang membawahi departemen komunikasi dan informasi (kominfo), yang membuka kesempatan kepada seluruh komunitas IT untuk membuat proposal dan ide tentang pengembangan e-government di suatu negeri.

  • Consultation Tactics: Terjadi ketika kita meminta target person untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang kita agendakan. Misalnya adalah menteri kominfo diatas yang kembali berkonsultasi kepada seluruh komunitas IT di suatu negeri dalam upaya mengajak partisipasi aktif dalam implementasi cetak biru e-government yang telah diproduksi oleh departemennya.

  • Ingratiation Tactics: Adalah suatu siasat dimana kita berusaha untuk membuat senang hati dan tentram target person, sebelum mengajukan permintaan yang sebenarnya. Sendau gurau seorang salesman terhadap langganan, pujian seorang pimpinan terhadap bawahan sebelum memberi tugas baru, ataupun traktiran makan seorang partner bisnis adalah termasuk dalam ingratiation tactics ini.

  • Personal Appeals Tactics: Terjadi ketika kita berusaha mempengaruhi target person dengan landasan hubungan persahabatan, pertemanan atau hal yang bersifat personal lainnya. Kita bisa mengimplementasikannya dengan memulai pembicaraan misalnya dengan, “Budi, saya sebenarnya nggak enak mau ngomong seperti ini, tapi karena kita sudah bersahabat cukup lama dan saya yakin kamu sudah paham mengenai diri saya …”

  • Exchange Tactics: Adalah mirip dengan personal appeal tactics namun sifatnya adalah bukan karena hubungan personal semata, namun lebih banyak karena adanya proses pertukaran pemahaman terhadap kesukaan, kesenangan, hobi, dsb. diantara kita dan target person.

  • Coalition Tactics: Adalah suatu siasat dimana kita berkoalisi dan meminta bantuan pihak lain untuk mempengaruhi target person. Strategi kemenangan karena jumlah pengikut dipakai dalam siasat ini.

  • Pressure Tactics: Terjadi dimana kita mempengaruhi target person dengan peringatan ataupun ancaman yang menekan. Seorang komandan pasukan yang memberi ancaman penurunan pangkat bagi prajuritnya yang mengulangi kesalahan serupa. Adalah contoh implementasi pressure tactics ini.

  • Legitimizing Tactics: Adalah satu siasat dimana kita menggunakan otoritas dan kedudukan kita untuk mempengaruhi target person. Presiden yang meminta seorang menteri untuk menyusun rancangan undang-undang, kepala sekolah yang meminta guru menyusun kurikulum pendidikan adalah beberapa contoh penerapan legitimizing tactics.

Referensi:

  1. Stephen P. Robbins and Mary Coulter, “Management (8th Edition)”, Prentice Hall, January 14, 2004.
  2. G. A. Yukl  and J. B. Tracey, “Consequences of Influence Tactics used with Subordinates, Peers, and the Boss”, Journal of Applied Psychology, 77, 525-535, 1992.

Sumber : www.somisatriawahono.net

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

7 Balasan ke Mempengaruhi Orang Lain

  1. budipskm berkata:

    yah gue lom coba apa jurus diatas mempuni kan lom ada jaminan………………………………..heeeeeeeeeeeeeeeeeeeee lebih simple ada ga contohnya dalam pergaulan sehari2 dengan teman kita atau saudara……………………………………………………………………………………………..wkwkwkwkw

    Meliana merespon :

    Iya, makanya dicoba dulu…. Sebenarnya banyak contoh yang bisa dipelajari. Sekarang mulailah peka dengan teman atau sodara kita ya…. Selamat mencoba n salam kenal….

    Suka

  2. rudiyana berkata:

    keren banget… thanks y moga bisa di aplikasikan dg baik..

    Suka

  3. rudiyana berkata:

    enak adjah pak pak.. q msh muda lg..msh 20 th bu..hehe

    Suka

  4. melianaaryuni berkata:

    Hehehehe…Berarti masih adik ya,Pak….

    Suka

  5. Ping balik: cara Mempengaruhi Orang Lain « noviaariska

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s