RUMAH ANGKER

 Ketua : Ilham Fernando

Sekretaris : Citra Pratiwi P

Anggota : Ami, Yudha, dan Salsa

RUMAH ANGKER

Ada sekelompok anak kecil berada di bawah pohon Akasia. Mereka bernama Vidi, Vido, Visu, Vilu, dan Vici. Mereka membicarakan suatu perbuatan yang sebelumnya tidak pernah mereka lakukan. Mereka berniat memasuki kawasan terlarang yang ada di sekitar rumahnya. Kawasan itu adalah kawasan yang oleh sebagian masyarakat disana mereka anggap angker. Tidak seorang pun berani mendekati daerah tersebut meskipun ketika melewati kawasan tersebut mereka berombongan. Letaknya sekitar 7 m dari rumh Vidi. Di sekitar rumah itu berdiri sebuh pohon besar, kir-kira usianya sudah puluhan tahun. Akar-akar dari pohon itu menjalar jauh hingga mengakibatkan lantai rumah tersebut retak. Di depan rumah tersebut tumbuh ilalang yang sangat tinggi, yang mengakibatkan rumah tersebut tidak bisa dilihat dari jarak yang jauh. Andaikata orang asing, selain warga disana melewati aerah tersebut, mereka tidak bisa mengetahui bahwa ada gubuk disana. Dinding ruma terlihat retak dan batu-batu alam yang menjadi bahan teras rumah tersebut banyak terkikis oleh air hujan yang mengalir dari atap-atap tua yang bocor. Rasa ngeri mulai menjalar di sekeliling orang yang telah melewati kawasan itu. Terkadang, rasa panas pun hadir setelah atau sebelum menjauhi rumah tersebut. Rumah itu berdiri reot tak berdaya dan terlihat hina.

Vido mengusulkan akan mengetahui apa yang sebenarnya membuat orang takut pada daerah tersebut. Mereka berlima berencana memasuki rumah itu dan menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi di daerah tersebut. Besok, Kamis sore, setelah semua anggota kelompok berkumpul disana, mereka mengemukakan strategi apa yang harus diambil untuk memasuki kawasan tersebut. Mereka tidak memberi tahu orang tuanya tentang rencana mereka. Mereka diam-diam membawa pisau dapur, garam, dan tali pecut sebagai alat untuk melindungi diri. Vido yang pemberani mengusulkan Vilu yang penakut untuk berdiri di barisan No. 3, sedangkan barisan penutupnya diambil oleh Visu. Peralatan lain yang mereka bawa adalah senterdan sebilah kayu gelondongan panjang. Mereka tidak mau orang tuanya tahu karenanya sesudah mandi sore mereka pergi dari rumah dengan izin, mau ke rumah teman.

Sampailah kelima sekawan ini di depan rumah,” Koq aku jadi merinding. Aku pulang aja ya, Do,” renggek Vilu. Vilu lalu di dekati Vido dan Vici.” Kalau kita tidak tahu apa yang kita takutkan, maka apa yang mesti kita takutkan selama ini !” Nasihat Vido dan Vici kepada Vilu. Wajah Vilu terlihat pucat. Matanya menatap ke kanan dan ke kiri, ke atas dan ke bawah.

Ctlek….suara pintu yang sudah tua itu dibuka dan kelimanya langsung disambut oleh aroma debu yang menusuk-nusuk hidung sehingga fungsi bulu-bulu hidung sebagai penyaring udara kotor tidak bisa terpenuhi dengan baik. Bersin-bersinlah kelimahnya. Vidi ingin lari ke belakang, tetapi belum sempat dia lari, tangannya digamit oleh Vici sehingga keduanya terduduk lemas di lantai berdebu karena terjadi tarikan di antara keduanya.

……………………………………………………………..dilanjutkan…………………………………….

Lanjutannya….. 

Visu mencoba keluar dari rumah tersebut dan Visu berhasil keluar dari rumah tersebut. Visu lalu mengambil tali untuk menarik temannya yang masih berada dalam rumah tua tersebut. Setelah semua temannya berhasil keluar dari rumah tersebut, mereka mengambil senter untuk penerangan. Terdengarlah suara. Suara itu berasal dari semak-semak rerumputan. Ternyata itu adalah suara ular. Mereka langsung mengambil garam dan pisau. Garam ditaburi ke tubuh ular tersebut dan ular itu ingin lari. Belum sempat ia lari, kami langsung membunuh ular tersebut dengan menggunakan pisau dapur. Lalu mereka mengambil kayu gelondongan untuk membuat api.

Tengah malam pun tiba , suasana semakin menakutkan. Tiap menit ke menit mereka merasakan lapar. Mereka mencoba untuk mencari makanan, tapi tidak ada. Mereka tidak ingin pulang ke rumah untuk mengambil makanan karena mereka takut kalau mereka tidak boleh pergi kemana-mana oleh orang tua mereka. Mereka melawan rasa lapar dan mencoba mencari tahu tujuan mereka ke rumah tua tersebut. Setelah mereka melihat-lihat keadaan dan suasana disana, mereka mencoba utnuk mengingat keadaan dan suasana disana.

Setelah beberapa hari berada dalam lingkungan rumah tua tersebut, mereka pulang ke rumah masing-masing. Di rumah mereka membuat ringkasan tentang hutan angker tersebut. Mereka mencoba mencari tahu. Mereka mengingat-ingat dan ternyata yang membuat rumah tersebut disebut angker karena disana terdapat hewan jinak yang dilatih untuk mengaum seperti serigala di pagi, malam, dan siang hari.

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Karya Anak. Tandai permalink.

7 Balasan ke RUMAH ANGKER

  1. lanang berkata:

    lucu…….

    Suka

  2. xio ping berkata:

    wah, bagus cekali…
    coba dibuat ontologi celita anak
    itu..tu kayak ontologi puici
    pasti bagus deh

    Suka

  3. f3b!!!_bzket berkata:

    f3b!!!_bzket menulis…

    bagus sich bagus…..
    tp kok ceritanya aneh+++gazebo…..
    w gax ngerti alur ceritanya…..
    he…he…he…

    Meliana merespon :

    Makasih ya sudah mampir ke blog ini…. Nih tulisan anak SD lho…

    Suka

  4. sasa berkata:

    wih……… keren beroooo,dapet dari mana,yolong yahhhhhhh hihihihihihihihi.disitu ada kuntilbapak mennnnnnn…..

    Suka

  5. fatir berkata:

    kok ceritanya aneh siiiiii engga yambung,engga level, masa nama temen heruf depan dari vvvvvvvvvvvvvvvvvv ssemua,jelek

    Suka

    • melianaaryuni berkata:

      Mang maunya nama temennya dari huruf apa Tir kalo ga v, kan terserah siswanya yang buat pengennya apa. Ntar kalo mau ambil ceritanya, ganti aja nama depannya dengan huruf F semua. Thanks ya…

      Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s