Sueneng…!

anak    Aku seneng sekali hari ini. Hari ini aku merasa bisa bebas berkreasi sebagai guru, mungkin karena materi hari ini adalah drama. Anak-anak menjadi enjoy dalam belajar. Wajah mereka terlihat semarak dengan senyuman. Masalah anak ada yang main di kelas adalah masalah biasa di sekolahku. Aku tidak tahu mungkin saja metode yang aku gunakan itu membuat anak bosan. Aku sudah mencoba beberapa metode, tapi ada sebagian metode yang aku gunakan itu adalah metode yang tepat.

Aku kadang bingung dengan metode apa yang akan aku gunakan pada saat akau mengajar. Metode ceramah yang biasa digunakan sedikit membosankan, makanya aku sering menyelipkan metode bercerita, berdiskusi kelompok atau tanya jawab, demonstrasi, ataupun games yang bisa membuat anak-anak menjadi bangkit dan bersemangat. Tak selamanya metode yang menurut kita tepat itu kita gunakan pada anak secara terus menerus. Akibatnya adalah kebosanan. Ketika anak sudah bosan, bornout, maka tingkah mereka pun tak terkendali. Mereka akan melakukan tingkah laku yang tidak kita inginkan. Ditambah lagi wajah kita yang tidak bersahabat, dampaknya anak tidak akan mendengarkan apa yang kita sampaikan.

Menjadikan anak melihat atau setidaknya melirik kita ketika kita menerangkan pelajaran di kelas adalah poin yang penting untuk kita atasi bersama. Anak yang tidak memperhatikan mungkin saja dia merasa dicuekkan oleh gurunya. Aku pernah mengalaminya. Aku tahu dari penuturan anak sendiri. Guru yang biasanya menegur dan suka bermain dengan anak ketika istirahat atau saat anak melakukan kesalahan. Suatu ketika ketika anak itu melakukan kesalahan dan dia tidak mendapat teguran, maka dia akan bertanya dengan kita “mengapa aku tidak ditegur ?”

Suasana yang menyenangkan seperti drama tanpa dibatasi anak harus apa akan membuka kreativitas anak. Akan ada anak ‘wah’ yang akan tampil dan merupakan hasil dari kreativitas mereka.

Kemandirian anak merupakan buah dari materi drama yang aku sampaikan untuk minggu ini.  Imajinasi pun berkembang dengan pesat dalam praktik yang anak pentaskan. ‘Keliaran berpikir’ terlihat jelas dari gejolak-gejolak imajinasi yang meletup-letup keluar dan mengalir bak lahar yang memanaskan sekaligus menghangatkan suasana.

Daya jangkau sejauh mata memandang tak bisa kita dapatkan ketika kreativitas anak dikengkang. Akankah kita capai anak yang kreatif dari hasil didikan guru yang jiwanya ‘sueneng’ ? 

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Pernik Sekolah. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Sueneng…!

  1. Lia berkata:

    Lia wrote :

    Weleh..weleh jadi pengen nih diajarin sama guru kayak Ayuk 🙂

    Meli said :

    Mo diajari, ikut jadi anak kelas berapa. Bisa deh, masuknya di kelas 3 aja ya….He3x

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s