Antara Iman dan Harta

Rasa tak percaya harus kuungkapkan ketika aku ke rumah salah satu wali siswa di sekolahku. Rumahnya besar dan tertata dengan baik. Cerita punya cerita, wali siswa itu hanya tinggal berdua saja di rumah sebesar itu dengan halaman yang tidak kalah luasnya. Untuk ukuran mewah, rumah itu boleh dikatakan sebagai rumah mewah. Apa hendak disangka kalau rumah itu dijaga oleh 4 makhluk halus.

Aku dapat keterangan itu melalui mulut wali siswa itu sendiri. Katanya, “Hanya sekedar untuk berjaga-jaga.” Rasanya antara percaya dan tidak dengan apa yang dikatakan oleh wali siswa tersebut. Anaknya–kelas 4 SD–menceritakan bahwa dia pernah melihat bayangan seperti manusia sedang berbaring di samping mamanya. Mungkin karena dia masih kecil sehingga daya tanggapnya terhadap makhluk halus sehingga dia bisa melihat makhluk tersebut.

Mamanya bercerita bahwa penggunaan makhluk halus sebagai penjaga rumah itu dimulai beberapa tahun yang lalu ketika dia kehilangan 10 pot bunga hias. Rumah yang kosong dan jarang ditempati itu pun diberi penjaga 4 makhluk halus dan diletakkan di 4 sudut rumahnya.

Ketika seorang Bunda tidur disana–dia mengajar privat anaknya–dia merasa tubuhnya seolah-olah ditindih oleh orang. Dia begitu takut dan akhirnya masuk ke kamar wali siswa. Wali siswa itu mengatakan yang sebenarnya tentang keadaan rumahnya dan makhluk halus itu menindih hanya untuk berkenalan saja. 

Dari cerita nyata di atas, aku ingin menyampaikan dan sekaligus bertanya, “Apakah di zaman sekarang dengan teknologi yang semakin canggih, orang yang berpendidikan pun bisa terjerumus kepada hal-hal yang tidak disukai Allah ?”

Ketika kita menjadikan makhluk halus/gaib sebagai pelindung dan penolong kita untuk menghindari keburukan yang bisa kita terima, maka dimana Allah yang kita yakini sebagai Pelindung dan Penolong ? Bukankah kepercayaan itu akan mengikis sedikit demi sedikit keimanan yang kita punyai ? Bukankah keimanan itu lebih mahal harganya dibandingkan harta dan kekuasaan sekalipun ? Andaikata tidak ada keimanan dan keyakinan kita dengan pertolongan Allah, maka apa yang tersisa dari diri kita ? Bukankah kita diberi keimanan sehingga dengan itulah kewajiban kita sebagai khalifah di muka bumi bisa terpenuhi dengan baik.

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Nilai2 Islami. Tandai permalink.

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s