Bundaku, Sahabatku…

Tak banyak yang bisa aku inginkan dengan sebutan Bunda. Hanya satu keinginanku, aku ingin menjadi sahabat anak-anak. Kita mungkin pernah mencari seseorang yang sangat kita butuhkan ketika kita dirundung nestapa, setelah Allah tentunya. Ketika kita ingin bercerita tentang sesuatu, yang orang tua atau keluarga pun kita anggap tidak bisa mewakili diri kita, sahabatlah yang kita cari.

Bagi anak atau siswa, Bunda adalah orang yang serba bisa, serba mampu, kalau tidak tahu maka dia memutar otaknya agar dia bisa tahu atau terlihat ‘tahu’. Aku ingin, aku tidak seperti itu,. Aku ingin jika aku tidak tahu, maka aku katakan ‘tidak tahu’. Bila pun aku lupa, maka aku katakan ‘aku lupa’. Cukup simple bagiku berbuat di sekolah. Jika mereka ingin curhat aku ingin mereka curhat kepadaku. Aku ingin mereka mendengarkan kata-kataku, tanpa membantah sedikit pun. Egois bukan jika aku ingin seperti itu dan tidak tahu keinginan anak. Karena itukah persahabatan antara Buunda dan anak akan terjalin ?

Begitu mudah menjadi tempat curhat anak, tapi mudahkan menjadi sahabat di hati-hati mereka. Mudah jugakah bagi mereka mengungkapkan keluh kesahnya dengan Bundanya ? Ada gap antara Bunda dan anak akan kah membawa persahabatan di atara mereka ?

Untuk menjadi sahabat anak sebenarnya tidaklah mudah, tapi tidak begitu sulit jika ada keinginan yang kuat dari diri kita. Mulailah mendekati hati mereka. Berikan perhatian untuk mereka tanpa berlebih untuk anak yang satu dengan yang lainnya. Pujilah mereka dengan sewajarnya, tanpa pujian yang mubazir. Dengarkan keluh kesah mereka. Jangan berkomentar jika mereka tidak menginginkannya. Berkomentarlah pada apa yang mereka mintai komentar. Ketegasan juga perlu, namun harus disertai kelembutan hati di dalamnya.

Ketika kita sudah mulai bersahabat atau menjalin persahabatan dengan mereka, maka sangat mudah bagi kita untuk mengubah tingkah laku negatifnya. Sangat indah membayangkan jika aku dan Anda mampu menjadi sahabat bagi anak dan keluarga serta semua orang. Tak perlu kekasaran sikap untuk menjadi seorang sahabat bagi anak karena sikap yang kasar akan cenderung menjauhkan anak dari kita. Kekasaran bukan ketegasan. Kekasaranlah yang akhirnya menjadikan bumerang bagi kehidupan kita dan anak.

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

2 Balasan ke Bundaku, Sahabatku…

  1. melianaaryuni berkata:

    Makasih atas informasinya. Nanti saya coba…

    Suka

  2. amelia, lia berkata:

    Assalamu’alaikum Ukhti
    Yuk Meli…how nice to read Ur blog, semoga blog nya bisa bermanfaat dan sharing ilmu buat yang lain yaaah
    Wassalam

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s