Kalah itu Bukan Suatu Kesalahan, Anakku…

Kalah itu bukan suatu kesalahan, Anakku..

Tadi pagi, ketika aku mengajar Bahasa Indonesia di kelasku, aku menemukkan keunikan kembali. Memang hal itu bukan sesuatu yang bagus, tapi aku ingin menceritakannya kepada siapapun yang mau mendengar dan berbagi pengalaman. Keadaan seperti itu bukan terjadi hanya pada pagi hari ini saja. Sudah yang kedua kali kudapatkan seorang anak didikku, namanya Fatur menangis. Pada dasarnya semua anak di kelas kadang menangis, tapi untukku Fatur adalah anak yang mandiri, kenapa aku bisa bilang seperti itu? Fatur, bagiku anak yang cerdas, penuh inisiatif, dan mandiri…pikirku sebelum kejadian yang pertama. Tadi, setelah aku bercerita tentang kisah Umar dan Ali ra menegakkan keadilan, aku memberikan pertanyaan, pertanyaan yang alakadarnya sesuai dengan isi cerita yang telah dibacakan itu pun hanya 4 pertanyaan dan aku yakin semuanya pasti selesai mengerjakan tugas yang kuberikan itu.

Anak kelasku pada dasarnya semua suka mendengarkan cerita, termasuk Fatur. Sudah kadarnya sebagai seorang anak, saat temannya membacakan cerita dan anak yang tidak membaca dan tidak begitu tertarik dengan pembacaan cerita ribut sehingga kelas riuh. Fatur pun ke depan kelas dan mencoba mendengarkan cerita yang dibacakan temannya dengan serius walaupun suara riuh anak-anak tidak juga berhenti.

Cerita dibacakan oleh anak-anak sebanyak 2 kali dan pembacaan yang terakhir aku yang baca. Ketika itu suasana kelas sedikit redam, diam sejenak lalu perlahan riuh kembali.Kegelisahan terlihat di wajah Fatur.Nah, saat pertanyaan kuberikan terutama,” Ceritakan kembali cerita tadi dengan mengunakan bahasa sendiri”. Kemudian raut wajahnya terlihat muram dan matanya mulai berkaca-kaca dan menangis…
Kudekati ia, kepegang rambutnya dan kukatakan padanya, ” Fatur, Fatur tuh ngak pernah dapat nilai kecil, selalu ranking, dan selalu bisa menjawab pertanyaan makanya Fatur nangis. Bunda tahu kalau Fatur menangis karena Fatur ingin menjadi yang terbaik, tapi Bunda yakin Fatur bisa mengerjakan soal yang bunda berikan itu dengan baik. Kalah atau tidak bisa itu bukan suatu kesalahan, Fatur…” Wajah terakhirnya di Pelajaran Bahasa Indonesia, muram, tertunduk, dan matanya merah…

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Arsip 2006. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kalah itu Bukan Suatu Kesalahan, Anakku…

  1. kekalahan adalah pelajaran yang paling berharga sekaligus guru paling bijak…

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s