Bercerita

Bercerita

Mungkin tak seorang pun anak yang tidak suka mendengarkan cerita, baik itu kisah nyata ataupun khayalan belaka, misalnya dongeng. Cerita pun bukan hanya milik anak, akan tetapi setiap lapisan usia, baik itu orang dewasa pun menyukai cerita, namun dalam bentuk atau format yang berbeda. Pernah suatu kali, si sebuah kelas I SDIT Al Furqon, pada saat anak diajak berdongeng, baru disadari bahwa mereka sangat menyukai cerita dan cerita menggugah anak untuk berimajinasi sehingga anak menjadi kreatif.

Kegiatan mendongeng atau bercerita sepertinya tidak bisa dianggap remeh, sehingga setelah si Ustad selesai mendongeng, anak diminta untuk membuat suatu cerita atau dongeng. Betapa terkejutnya, saat seorang anak ikhwan bertutur dalam sebuah cerita bergambar. Cerita yang ditampilkan pun sangat sederhana, ia hanya menggabungkan apa yang pernah ia tonton dengan hewan yang ia anggap pantas untuk dijadikan tokoh cerita. Anak itu bercerita dan cerita yang dihasilkan berbeda dari anak-anak yang lain, seperti Kisah Kancil dan Buaya atau Cinderela. Sungguh menarik dan uniks ceritanya ! Gambaran berupa coretan tak teratur itu dan layaknya benang kusut…membuat cerita yang ia hasilkan bertambah unik.

Coba bayangkan dampak bercerita dan bila hal itu dilakukan pada mata pelajaran, mungkin pelajaran yang membosankan bisa menjadi menyenangkan. Banyak hal yang bisa kita peroleh dari bercerita. Tak terasa kedekatan emosi dengan si tokoh dalam cerita akan kita rasakan. Nasihat yang ada di dalam cerita akan lebih tertanam dalam benak seseorang, apalagi jika itu terjadi pada diri anak-anak. Bisa jadi perintah yang kita berikan kepada anak tidak akan langsung di dengar, tetapi dengan bercerita kita menggiring anak untuk mengikuti perintah atau apa yang diinginkan dalam sebuah cerita.

Adalah sesuatu yang salah bila seorang dewasa mengatakan,” Aku tidak bisa bercerita !” Bisa dikatakan itu merupakan opini yang salah ! Boleh saja kita berkata,” Setiap orang mampu bercerita, tetapi membuat pendengar duduk mendengarkan atau membaca cerita serta menghayati isi cerita kita…..itulah yang perlu dipelajari. Dengan intonasi suara, mimik wajah, dan gesture yang tepat maka sebuah cerita akan terasa lebih hidup. Jika ketiga hal itu kita tampilkan dalam sebuah cerita, maka bisa jadi perilaku yang kita harapkan, yaitu perilaku baik si tokoh cerita juga akan kita temui dalam diri anak didik kita. Sekarang, cobalah untuk bercerita apa saja !

PLG, 16/06/’06

Iklan

Tentang ummuilma

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Arsip 2006. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Bercerita

  1. sejarah sebagai ilmu dan sebagai cerita, banyak peristiwa sejarah yang berulang tapi tidak ada kejadian yang berulang dalam sejarah. banyak para tokoh yang menuliskan sejarah kehidupannya dengan tinta emas, dengan prestasinya mampu menguncang dunia dan memberikan kemanfaatan sehinga dikenang sepanjang jaman,

    walaupun hanya sepatahkata marilah kita goreskan tinta emas dalam kehidupan kita. do the best.

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s