Mei dan Ketakutannya

 Silahkan berkaca di atas cermin ini. Bayangkan Anda memahami sosok Mei seperti aku yang mencoba lebih banyak memahami sesuatu dari kesukaan dan ketidaksukaan orang kita sayangi !

Mei, namanya cukup singkat tapi pengalamannya tidak sesingkat namanya. Mei, seorang sahabat sekaligus teman curhat yang enak. Terkadang dia lebih dewasa dibandingkan dengan aku yang memang usianya lebih 1 tahun darinya.

Dia selalu riang. Dengan tubuhnya yang berbobot sangat lebih dariku, dia tetap lincah dengan semua aktivitas rutinnya. Masa ko-as adalah masa-masa yang sangat menarik baginya walaupun terkadang terdapat kekecewaan disana-sini. Soal nilai, dia tidak begitu peduli, asalkan itu memang betul-betul nilai dari hasil ujiannya. Nah, dia akan kecewa jika nilai yang dia dapatkan itu tidak sebanding dengan hasil kerjanya (tugas dan ujiannya).

Mei, selama aku mengenalnya….Ah, terlalu banyak kata yang harus aku ungkapkan bila aku akan menceritakan sosoknya. Sosoknya cuek tapi perhatian, dia lembut dan juga penuh ketegasan, dan dia ramah tapi penuh kewaspadaan.

Dengan semua kelebihannya, Mei bisa mendekati hatiku. Mungkin tidak banyak teman yang bisa membuatku harus berbagi dengannya karena terpaksa. Dengannya aku menjadi diriku. Aku yang terkadang kekanak-kanakan, mau menang sendiri, ya semua kekuranganku ternyata bisa diimbangi dengan kelebihan yang dimilikinya. Adapun aku…Aku tidak bisa memberikan apa-apa untuknya. Aku hanya bisa memberikan keluhan dan semua perasaanku padanya. Perasaan sedih, senang, kecewa, marah tanpa kusadari terlempar dan mengisi ruang batin Mei. Meskipun begitu, Mei tetaplah sosok yang menyenangkan dan selalu tampil membela diriku dengan semua keadaan yang ada di dalam pribadiku.

Mei, akhwat yang super sibuk, bisa dibilang begitu. Dia aktif mengajar privat, setelah itu dia juga praktek di klinik sebagai dokter pengganti, dan dia juga masih sebagai ko-as di rumah sakit pemerintah Sumatera Selatan. Dengan semua aktivitasnya, Mei tidak melupakan wadah untuk meningkatkan kualitas kerohaniannya. Dia selalu menyempatkan dirinya pada kegiatan keagamaan di waktu senggangnya.

Ada satu yang sangat kuingat dari sosok Mei, terlepas dari sifat yang kusukai. Sifatnya yang tidak suka kucing dan hal itu sangat berbeda dengan sifat yang kumiliki. Kalau dia sedang ke rumahku, apa yang dia lakukan jika melihat kucing-kucingku yang lucu ? Ternyata dia bisa menjerit dan dengan reaksi spontannya dia kan naik ke atas kursi dengan wajah ketakutan dan gestur yang terlihat seolah-olah geli. Mei….Bukannya takut pada kucing. Dia senang, tapi untuk memeluk atau mengelus bulunya, Mei tidak mau dan komentarnya pasti,” Ih…geli.”

Kalau dia datang ke rumahku atau nginap disana, Mei selalu merasa tidak nyaman apalagi jika aku diam-diam mendekatkan kucing-kucingku di hadapannya.

Awal ketakutannya untuk bersentuhan dengan kucing bukan baru-baru ini, tapi jauh sebelumnya, yaitu ketika dia SD, dia melihat induk kucing yang sedang melahirkan. Induk kucing itu melahirkan secara berceceran dan apapun yang keluar bersamaan dengan lahirnya anak kucing itu segera dimakan oleh induk kucing itu. Itu awal semua ketakutannya pada kucing.

Memang, bukan hal yang penting jika Mei takut kucing. Kucing bukan hal yang primer baginya. Andai saja dia bisa menjinakkan hatinya, maka pastilah kucing itu akan menjadi sesuatu yang menyenangkan baginya di kemudian hari….

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

2 Balasan ke Mei dan Ketakutannya

  1. Mei maniezz.... berkata:

    AYUUUKKK….

    Hiks…hiks.. jadi terharu ni…ayuk menceritakan mei dalam blog…wow aa…surprise!!! Kayaknya terlalu berlebihan de menggambarkan diri mei…tpi mei yakin semuanya dari hati yang terdalam….he..he..he..
    BUT….caknyo mei tau ni inti dari tulisan ayuk tentang mei….KUCING!!!

    Ahh…yuk seandainya mei bisa mengatasi rasa takut mei samo kucing….pasti kita bisa lebih banyak lagi berbagi tentang kucing….

    Sebenernya mei juga punya berjuta ungkapan rasa untuk ayuk….tapi untuk sementara hanya bisa mei nyatakan dengan satu kalimat…
    THANKS FOR BEING MY BEST FRIEND…I LOVE U

    Suka

  2. melianaaryuni berkata:

    Ah, Mei…. sudah berapo lamo seh ngilang dari blognyo ayuk. Rasonyo lamo nian yo. Soal ‘Mei dan Ketakutannya’ itu yang paling ayuk ingat coz ayuk suka kucing…he…beda yo dengen Mei….Jazakillah….

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s