Ci…

Andai saja hari ini tak terjadi. Andai saja pagi ini tak hujan dan andai saja suasana tak semendung hatiku di pagi ini. Awan mendung mengantungi hati dan mataku. Tetes air mata telah habis di sapu kegalauan yang tak kunjung reda. Rintik tangis seakan menjadi pelipur lara hati dan menjadi teman dalam sepiku.

Usia 45, aku dalam kesepian. Sendiri dan tiada yang menemani. Keluarga sudah pergi. Ada yang letakknya berseberangan denganku dan ada juga yang berdekatan tapi jarang sekali bersua. Andai keluarga dan orang-orang yang kusayangi dan yang menyayangiku berada disini, di dekatku, mungkin hatiku tidak segalau hari ini. Masa senja mulai melewati masaku. Hari-hari itu membuatku sedih dan sedih….

Seseorang pernah datang dalam hidupku. Seseorang itu pula yang pernah datang menyapa hatiku dan membuat hatiku ceria setelah beberapa waktu mulai redup. Ah, masa itu telah menggugah hatiku dan menguak kembali kenangan 25 tahun yang silam. Kenangan itu berseliweran dalam benakku dan memintaku untuk mengingatnya kembali. Andai saja waktu itu aku tidak menolaknya, mungkin aku hari ini sudah bagahia di kelilingi dengan anak-anak yang lucu-lucu dan mencintaiku. Ah, sudahlah…yang lalu biarlah berlalu…

Beberapa lelaki lain pun sempat singgah dalam hidupku dan itu tidak membuatku sreg. Aku terus memikirkan yang pertama, entahlah apakah dia terlalu sempurna sehingga sulit tergantikan oleh lelaki lain yang sebenarnya mungkin lebih sempurna melebihinya.

Andai saja aku bukanlah seorang yang perfectionits….Andai saja aku tidak melihat seseorang dari segi fisik, mental, dan ruhiyahnya….Ah, aku memang ingin semua yang kuinginkan terwujud. Aku juga ingin apa yang kuidam-idamkan menjadi nyata…Lelaki yang sempurna dengan tipe seperti Rosulullah. Ya….tak mungkin  kan? Aku mencari sosok seperti Rosulullah pada zaman sekarang ini ? Oh, no…sosok seperti Rosulullah-lah yang kuinginkan, itu saja keinginanku.Titik.

Pergulatan batin dengan keinginan yang tidak senyata dengan realitanya menjadikanku terus berjalan dalam kebimbangan. Ya, kapan sosok itu hadir mengisi hari-hariku. Sungguh, semua godaan dan permintaan dari teman segera kutepiskan jika salah seorang menyodorkan lelaki yang ingin dikenalkan denganku dengan kriteria yang berbdeda denganku.

“Cobalah lihat dulu, Ci. Kamu pasti nggak kan nyesel berkenalan dengannya. Dia alim, guanteng, n udah kerja tetep lagi,” kata sahabatku.

“Seguanteng apakah dia sehingga bisa mengalahkan Rosulullah?  Sealim apakah dia sehingga dia bisa menyaingi Rosulullah…Kerja, ah…Rosulullah lebih hebat…Dari kecil hingga dewasa beliau tetep berdagang, jadi pantaskah dia untukku?” bisik hatiku. Kutolek tawaran itu.

“Makasih ya, mungkin aku belum bisa membuatmu senang, tapi maaf aku tidak bisa….” ternyata kata-kata terakhir itu yang membuatku tersenyum. Lega sekali rasanya….Tanpa istikhoroh dan bermunajat kepada Allah aku memutuskan, “Tidak!”

Dilema antara usia dan nikah mungkin milik semua orang, tapi wajarkah bila aku menginginkan sosok seperti Rosulullah. Bukankah Rosulullah selalu mewanti-wanti umatnya untuk menyegerakan pernikahan kepada umatnya yang sudah mampu untuk menikah dan beliau melaknat bagi orang yang membujang. Kalau mendengar kata, “membujang” ih rasanya ketakutanku semakin menjadi…

“Ya, Allah, Engkau Maha Cinta dan Sayang pada umat-Mu. Jika sosok yang kuidamkan datang, jangan jadikan cintaku pada-Mu terpupuskan oleh baktiku padanya,” doaku dalam tahajudku.

Berharap mendung segera menjadi cerah seperti cerahnya bunga-bunga di musim semi. Mendung yang mengelayuti itu kan sirna…suatu saat.

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Narasi Psikologi. Tandai permalink.

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s