Lembar hitam…

Lembar hitam ini, bukan sembarang lembaran kosong berwarna hitam pekat. Lembaran hitam ini bisa menjadi indah jika diberi gambar indah, foto masa kecil yang bahagia dan ceria.

Lihatlah dan kenanglah kembali masa kecil

Masa ketika orang tuamu memberi perhatian lebih untukmu

Masa ketika rasa sayang tercurah purna untuk hidupmu

Untuk hari-hari menuju masa depanmu yang bahagia

Lihatlah dan kenanglah senyum kedua orang tuamu

Ketika kau mulai belajar berjalan

Tertatih-tatih dalam langkah kecil kaki mungilmu

juga saat kau mulai mengucapkan sedikit kata, “Ma” atau “Pa”

Kenanglah senyum kedua orang tuamu

Kenanglah kehangatan sayang mereka

Kenanglah semua kebaikan dan rasa lelah

waktu kau menangis di malam hari

Ketika nyamuk menghampiri pipi delimamu

Kenang pula rasa lapar mereka

tergantikan dengan lelapnya tidurmu di pangkuan mereka

Kenanglah itu….

Ingat dan kenanglah memori-memori bahagia

Ketika kau kanak-kanak dan mulai

berteman dengan tetangga

mereka berusaha membelamu bahkan

terkadang pertengkaran mulut terjadi disana

Kenanglah bahwa pada saat itu harga diri mereka

terkoyak karena ulah usilmu atau temanmu

Kenang pula jerih payah kedua orang tuamu

yang merelakan tenaga untuk mencuci setiap

lembar pakaian kotor dan baumu

Kenanglah itu….

Kenang pula masa sekolahmu

Masa yang indah

6 tahun di SD

3 tahun di SMP

dan 3 tahun di SMA

Apa yang bisa kau berikan?

Nilai jelek atau biaya SPP yang terus melonjak setiap tahun ?

Kelola ingatanmu dan recallah kembali ia

Ketika kau kuliah

Betapa banyak waktu yang terbuang

bahkan pekerjaan rumah terabaikan

Alih-alih orang tualah yang menyelesaikan

tenaga, uang, dan semua

tercurah untuk hasil yang entah berguna kapan

Pergi padi- pulang malam

yang rasanya menggembirakan

berkumpul dengan teman, tertawa riang

Duh….sangat dirindukan

Masa kuliahkah yang ingin kau ulang ?

Atau masa sekolah yang tanpa beban pikiran?

Lebih jauh lagi retardasi era kanak-kanak?

Bukankah bahagia saat  senyum terkembang di sudut bibir orang tuamu?

Bukankah rasa suka bila mereka berucap,” Aku bangga padamu ?”

Bukankah kekaguman itu yang mereka inginkan?

Merka tak kan meminta balasan

Kau beri harta berlimpah…?

Mungkin kau akan berkata,” Buat bekalmu nanti saja.”

Dan tangis pasti di matanya

Review kembali apa yang kau inginkan

Cari apa yang orang tuamu harapkan

dan berjuanglah pada apa yang Allah ridho-kan

Bila ketiganya tercapai, bahagia akan segera terwujudkan

dan bersiaplah untuk bahagia selamanya

Teruntuk : My beloved Welfi, Selamat berjuang!

Kamarku, Palembang, 10-11 Juli 2007

Iklan

Tentang ummuilma

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Syair Hati. Tandai permalink.

2 Balasan ke Lembar hitam…

  1. totok subianto berkata:

    Kasih sayang dapat diibaratkan sebuah mata air yang selalu bergejolak keinginannya untuk melepaskan beribu-ribu kubik air bening yang membuncah dari dalamnya tanpa pernah habis. Kepada air yang telah mengalir untuk selanjutnya menderas mengikuti alur sungai menuju lautan luas, mata air sama sekali tidak pernah mengharapkan ia kembali.

    Sama pula seperti pancaran sinar cerah matahari di pagi hari, dari dulu sampai sekarang ia terus-menerus memancarkan sinarnya tanpa henti, dan sama pula, matahari tidak mengharap sedikit pun sang cahaya yang telah terpancar kembali pada dirinya. Seharusnya seperti itulah sumber kasih sayang di kalbu kita, ia benar-benar melimpah terus tidak pernah ada habisnya.

    sungguh besar kasih sayang kedua orang tua kita tiada habisnya,hal ini tidak dapat dinilai dengan apa yang kita miliki baik berupa harta,uang yang melimpa kecuali hanya dengan kasih sayang yang tumbuh di kalbunya

    Suka

  2. melianaaryuni berkata:

    Jazakallah…
    Tuh, tulisan adalah refleksi diri buat seorang teman baik bertepatan dengan tambahnya usia dan berkurangnya waktu di dunia. Semoga menjadi renungan tersendiri bagi siapa pun yang membacanya dan mulai peka pada rsa sayang dan cintanya orang tua kepada kita…tanpa henti.

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s