KE. Sinar Sostro

Hari ini, kunjungan edukatif bagi kelasku, Kelas III Umar bin Khathab ke PT. Sinar Sostro. Disana kami mendapat sambutan yang hangat dari pihak perusahaan. Kami melihat proses pembuatan teh botol Sostro langsung dari pabriknya, pengepakan, pengisian, pencucian botol, dan seterusnya limbah pembuangannya.

“Pabrik yang besar bisa memproduksi teh!” Disana aku bisa merasakan panasnya udara di dalam pabrik. Udaranya berbeda sekali dengan udara di luar pabrik. Semua alat dan botol yang ada menjadi panas karena dipanaskan dalam suhu 100 derajat celcius. Itu kurasakan ketika petugas pabrik menyuruh anak untuk memegang botolnya.” Ya, betul panas,” kataku.Ketika sampai di PT. Sinar Sostro, kami langsung disuguhkan teh botol yang dingin sehingga rasa panas dan penat segera terhapuskan oleh dinginnya air teh.

Penampilan setiap slide dari petugas sangat memberikan pengetahuan kepada anak dan juga para Bunda dan Ustadnya sehingga kami pun tahu bagaimana teh itu ditemukan dan proses terjadinya teh botol Sostro hingga bentuknya seperti sekarang ini.

Disana juga ditampilkan slide animasi dari si Daun, tokoh utama dari cerita teh Sostro yang, “Koq teh minumnya teh,” kata beberapa anak. Menarik memang penampilam dari slide-slide itu, bagiku… Tak terasa hari begitu cepat berlalu, rasa lapar menyerang perut-perut anak, begitu pun bagi Bunda dan Ustadnya. Rasa lapar itu ternyata langsung dituntaskan dengan makan siang bersama, dengan nasi dan teh langsung disuguhkan oleh petugas yang siap sedia melayani tamunya….

Kesannya….rasanya seperti tamu beneran….dilayani layaknya seorang raja atau pejabat…

Semoga perjalanan setengah hari ini bisa menjadi masukan dan pelajaran bagi setiap peserta….Aamiin….

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Pernik Sekolah. Tandai permalink.

5 Balasan ke KE. Sinar Sostro

  1. totok subianto berkata:

    Ass. Mel ……Ana salut dengan anti Begitu banyak wawasn dan terapan didikan terhadap anak, sehingga membuat terapan anak menjd tauladan dimasa depan(anak yg saleh)……..semoga Allah melihat anti deng tauladan2 yg anti berikn kpd anak tsb. totok pernah sick mengajar TK/TPA,sampai skrg masih. Semoga Anti Bisa mendo’ain ana utk bisa mengunakan terapan didikan seperti Ati lakukan! Insyaallah Ya………..Allahuakbar……!!! Wassalam wr.wb

    Suka

  2. melianaaryuni berkata:

    Totok…Ketika kita ingin memperbaiki seseorang…artinya kita tidak ingin mereka jahat, bukan. Begitu pun seorang pendidik ato org tua…tak ada yang ingin mendapatkan anaknya jahat,dalam artinya perilaku akhlaqnya.
    Bukankah Nabi ketika sedang sholat pernah bahkan sering dinaiki oleh cucunya,Hasan dan Husein ? Apa yg beliau lakukan? Beliau membiarkan cucunya sampai kebutuhan mainnya selesai. Tak pernah beliau memarahinya atau mencela. Kalau kita berpikir kita akan bisa memberikan yang terbaik, kenapa tidak segera kita lakukan?? Belajar, ini yang sedang Meli lakukan…

    Suka

  3. Fitria ALIEFA berkata:

    wahh, aku jadi inget waktu ke sana šŸ™‚

    Suka

  4. Fitria ALIEFA berkata:

    O:) :v

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s