Haruskah Marah Kepada Anak?

Ini bukan sekedar pertanyaan. Ini pun bukan sekedar judul sebuah artikel lalu tak menjadi apa-apa dan menghasilkan apa-apa.
Tulisan ini berangkat dari kegalauan hati, pantaskah anak dimarah? Mendidik dengan marah akankah menghasilkan didikan yang berbekas?

Tulisan ini hanya berupa renungan, bukan juga untuk menyindir siapa pun yang merasa pemarah atau dianggap sebagai pendidik yang suka marah.

Setiap orang mempunyai sifat masing-masing begitu pun anak. Setiap anak di kelas mempunyai sifat yang berbeda dengan kita. Kesenangan mereka pun barangkali sangat berbeda dengan kesenangan kita. Ketika kesenangan kita diganggu, maka mungkin saja kita akan marah begitu pun anak.

Emosi marah merupakan emosi yang pertama kali diketahui anak sejak ia dilahirkan. Seorang anak akan marah bila keinginannya tidak segera dipenuhi oleh orang tuanya. Seorang bayi akan marah dengan reaksi menangis ketika dia tidak menemukan orang tua (ibu) di sisiya. Bentuk emosi yang sangat mudah dilihat dan nampak jelas di mata anak adalah emosi marah, mengapa? Marah…identik dengan wajah yang memerah, tekanan darah tak stabil, dan bicara pun kadang ngawur. Bila wajah seorang pendidik atau orang tua sudah seperti ini, maka tunggu saja ledakan selanjutnya. Luapannya akan mengenai anak dan dampaknya akan berkepanjangan.

Mengapa marah?
Haruskah seorang pendidik marah? Saya akan menjawab,” Harus! Tapi hanya dalam keadaan atau peristiwa tertentu itu pun bukan sekedar marah! Tak semua hal yang tidak kita sukai dari seorang anak akan kita balas dengan marah.

Terlalu banyak marah pun akan membuat anak takut.

Tak jarang anak yang menjauh dari kita karena kita terlalu sering marah kepadanya, maka apakah Anda atau saya mau menjadi orang tua atau pendidik yang dijauhi anak dan tidak menjadi tempat labuhan bagi mereka untuk mencurahkan semua isi hatinya?

Silahkan berbuat, maka hasilnya akan Anda tuai kelak!

Iklan

Tentang ummuilma

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

3 Balasan ke Haruskah Marah Kepada Anak?

  1. totok subianto berkata:

    Ass………..
    Ibu meli…Saya kasih Komentar Ya?
    Gini Marah Itu adalah salah satu bentuk komunikasi.Namun seringkali dengan marah alih-alih pesan itu sampai,malah menimbulkan ketakutan dan terauma pada anak.

    jika itu disamapikan dengan jelas dan rinci,maka pesan itu akan efektif sampai pada si anak.Anak tau sebab akibatnya,juga memahami konsekuensi resiko yang akan ia terima.begitulah ada beragam reaksi orang tua tatkalah anak-anak yang kreativitasnya dan rasa ingin tau yang besar Betul..!jadi kerap kali menguras kesabaran org tua.Ada yang mudah naik pitam,tak peduli alasan sang anak melakukan hal itu. Namun ada yg begitu peduli dengan kesehatan mental anaknya sehingga memilih menahan marah,dan dengan lemah lembut bertanya sekaligus menasehati.

    menurut Ana sebenarnya banyak sebagaian peneliti sudah menyatakan bahwa Ferekuensi kemarahan orang tua yang cukup tinggi bisa berakibt Fatal bagi kesehatan dan perkembangan intelektuanya.
    JADI KITA YANG SEHARUSNYA MENJADI ORANG TUA tampaknya memang harus memiliki gudang kesabaran yang cukup luas.Apakah kita MEMBUNUH semangat EKSPLORASI dan bereksprimen anak-anak dengan kemarahan kita?…………betul!

    TTP ada pengecualianya:Yaitu anak yang tdk mau Sholat harus kita marahin ttp dng tanda kutip?seperti apa marahnya!

    insyaallah totok juga msih belajar LOH..! untuk kelak mejd org tua Yg terbaik
    Untuk anak-anak SALEH! Do’ain Ya!
    Mukin itu Aja IBU MELI…….TANGAPANYA !jika masih ada yg kurang mohon maaf!
    wass

    Suka

  2. melianaaryuni berkata:

    Jazakallah untuk tanggapannya ya,Tok…
    Aamiin….
    Masukannya sangat berguna…

    Suka

  3. aurya berkata:

    dear ibu meli…

    Saya juga kadang-kadang mengalami hal yang serupa,

    Sampai sekarang pun, saya belum bisa mengontrol emosi saya pada anak , apalagi saat2 kita lagi sibuk atau pulang kerja dan menemukan anak belum mandi dan masih main bersama teman-temannya

    Meliana merespon :
    Dear juga Aurya…
    Terima kasih telah sudi mengunjungi blog saya. Saya hanya bisa katakan, ” Berikan sesuatu untuk mereka secara optimal selama mereka kecil karena masa-masa itu tak kan kembali….” Sukses !

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s