Kesan yang Tak Terlupa

Mungkin Anda semua pernah mengalami suatu pengalaman yang berkesan atau sangat berkesan di hati ? Ya, setiap orang pasti memilikinya, tak terkecuali saya.

Seseorang pernah berkata bahwa kesan pertama itu adalah yang utama, tapi menurut saya mungkin juga menurut beberapa orang yang telah mengalaminya….” Ah, ga, kesan pertama bukan awal segala-galanya.” Ada beberapa alasan mengapa seseorang mengatakan hal seperti itu, salah satunya, yaitu ketika orang itu bertemu dengan orang yang berpenampilan baik (dalam artian menarik dilihat), ketika dia mulai berkenalan dan berinteraksi dengan orang tersebut, maka dia mendapati ketidaksukaan, baik itu sikap atau pun perilaku, maka tak jarang kata-kata yang akan keluar dari mulutnya adalah, “Ah, benar-benar tak kusangka si dia seperti itu….”

Seseorang mempunyai sebuah persona (nama lain yang diberikan oleh para ahli dalam psikologi sebagai sebutan selain topeng). Setiap orang akan mempunyai topeng tersendiri yang digunakan untuk menutupi kekurangannya di hadapan orang lain. Topeng inilah yang dipakai seseorang bila dia tidak mau menyatakan dirinya secara langsung di hadapan orang banyak. Bila topeng itu digunakan orang untuk melindungi dirinya, maka dia akan dengan mudah mengelabuhi orang lain di sekitarnya.

Tak banyak orang yang menyadari bahwa ketika dia berinteraksi dengan orang lain dia menggunakan topeng dirinya. Lelaki perlente mencoba mendekati seorang wanita yang sudah sejak lama telah menjadi sahabatnya. ” Aku kan suka kamu, apa kau tidak tahu kalau aku suka kamu?” Tanya seorang  lelaki kepada wanita yang dia cintai.”aku tahu kalau kamu suka aku,” jawab wanita itu. Lelaki itu tersenyum tanda bahwa taktik yang ia lancarkan untuk menarik hati seorang wanita itu telah berhasil menarik hati wanita itu. Nah, bila hati seorang wanita telah tertarik, maka apa yang akan terjadi kesan pertama wanita itu pada lelaki tersebut? Kesannya akan baik dan terus baik, padahal di balik semua itu ada suatu kebusukan.

Tak ada salahnya bila Anda mempercayai seseorang, tapi bersikap waspada terhada apa yang akan terjadi merupakan tindakan yang bijaksana untuk dilakukan. Ingat! Anda bukan orang lain dan orang lain itu bukanlah diri Anda, maka mungkin saja bila Anda melakukan suatu kebaikan kepada seseorang, maka belum tentu orang tersebut akan melakukan hal yang serupa dengan Anda. Tinggalkan kesan pertama yang membuat hati Anda tertarik pada orang itu dan galilah bahwa di dalam dirinya memang patut untuk diikuti atau ditiru.

Bila Anda telah mendapatkan kesan pertama Anda terhadap orang lain itu baik, maka bisa jadi disuatu hari Anda akan menemukan cela dari diri orang tersebut.

Terakhir….

Siapa pun Anda, yakinlah tentukan dulu dan tanyakan di kedalaman hati Anda bahwa Anda memang ingin mengenalnya.

Semoga bermanfaat…

 

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

5 Balasan ke Kesan yang Tak Terlupa

  1. meita berkata:

    yach… it’s true…klo dalam bahasa sekayu-nyo yuk….”Don’t judge someone by it’s cover”.
    Pura-pura,topeng,kebusukan dan kemunafikan…pasti qta temui…and mei setuju tu dengan advice ayuk yang terakhir…
    Siapa pun Anda, yakinlah tentukan dulu dan tanyakan di kedalaman hati Anda bahwa Anda memang ingin mengenalnya.

    “Siapa pun Anda, yakinlah tentukan dulu dan tanyakan di kedalaman hati Anda bahwa Anda memang ingin mengenalnya.”

    Suka

  2. melianaaryuni berkata:

    Asalkan seorang merasakan yakin dan damai di hatinya jika berada di sisi orang lain, ayuk yakin itu adalah awal yang baik untuk menjalin hubungan selanjutnya….Makasih..

    Suka

  3. wawang12id berkata:

    benar sekali, buka dulu topengmu kalo kata ariel peter pan, tapi kalo wajah aslinya schizophren gimana tuh?

    Suka

  4. sign berkata:

    saya mau tanya soal arti kesan sendiri itu apa?trus adakah buku yang membahas secara detail mengenai kesan. Terimakasih sebelumnya

    Suka

  5. melianaaryuni berkata:

    Sign…maaf baru bisa balas…

    Kesan, yang saya pahami adalah proses kognitif seseorang tentang sesuatu yang kita tangkap melalui alat indera dan tidak memerlukan informasi yang detail tentang sesuatu itu. Misalnya, kita melihat orang lain untuk pertama kali, maka apa pun yang kita tangkap oleh mata dan pendengaran kita pada orang itu adalah kesan bila dia tidak memerlukan pengetahuan tentang siapakah orang itu, dimanakah tempat tinggalnya, atau apakah sifatnya. Semua itu adalah kesan. Atau orang bilang bahwa kesan diartikan sebagai bekas dari yang telah indera kita alami. Hampir sama halnya dengan kesan, ada satu kata lagi, yang maknanya hampir sama, yaitu persepsi (dalam hal adanya peran informasi yang mampu memperngaruhinya)…
    Mungkin penjelasan saya sedikit membingungkan, Sign bisa membaca buku-buku psikologi. Disana tidak dijelaskan apa itu kesan tapi kalau persepsi insya Allah penjelasannya bisa Sign temui disana…
    Maaf ya saya tidak bisa banyak membantu. Terima kasih…

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s