Anak Luar Biasa

Sebuah buku yang kubaca semalem menginspirasiku untuk membubuhkan tulisan singkat tentang seorang anak luar biasa.

Di berbagai sekolah dari TK- SMA selalu ada kendala yang terjadi di sekolah-sekolah. Beberapa guru mengeluhkan tentang anak didiknya yang kerjaannya hanya jalan di kelas tanpa mau duduk memperhatikan pelajaran. Guru lain mengeluhkan keterbatasan anak didiknya yang tidak pernah merspon jika diminta gurunya untuk melakukan perintah-perintah sederhana, misalnya,” Nak, tolong tutupi pintunya ya!” Apa yang terjadi ? Ada itu hanya memperhatikan wajah gurunya. Dia tidak mengerti apa yang diucapkan oleh gurunya. Si guru berkata dalam hati, “Ya Allah, perintah segitu aja nggak ngerti. Aduh gimana besarnya nanti ya?”

Guru lain mengatakan, “Dia kerjaannya bertanya mulu kepada saya Bu, gimana saya nggak sebel. Orang lagi banyak kerjaan kok ditanya-tanya,” ungkapnya kepada teman kerjanya tentang anak yang tidak pernah diam bertanya kepadanya tentang segala hal yang baru diketahuinya.

Tahukah bahwa banyak kejadian seperti itu yang kita lihat dan dengar di lingkungan sekolah. Cap dan label anak pun salah kita berikan. Karena suka bertanya, kita sebut anak dengan bawel. Karena dia tidak memberikan respon bila ada perintah, kita juluki dia dengan ‘nggak mudeng’. Salah. Julukan seperti itu tidak pantas diucapkan dari seorang pendidik mana pun.Dalam buku Special Education for Special Children karya JamilA K.A. Muhammad, Penerbit Hikmah. Anak-anak seperti itu boleh disebut dengan anak-anak luar biasa.

Anak-anak luar biasa didefinisikan sebagai anak-anak yang berbeda dari anak-anak biasa dalam hal ciri-ciri mental, kemampuan sensorik, kemampuan kompunikasi, tingkah laku sosial, atau pun ciri-ciri fisik. Menurut Farrel (2003), pengkategoriannya adalah sebagai berikut :

1. Komunikasi dan Interaksi

a. masalah penuturan bahasa

b. masalah pembelajaran spesifik, seperti disleksia/ apraksia

c. tunanetra

d. autisme

e. masalah pembelajaran sedang dan serius

f. kognitif dan pembelajaran

2. Perkembangan Tingkah Laku, Interaksi Sosial, dan Emosi

a. Masalah emosi dan tingkah laku

b. menyendiri

c. tingkah laku kasar

d. mengganggu

e. interaksi sosial tidak matang

f. hiperaktif dan kurang stabil

3. Sensorik dan Fisik

a. tunarungu

b. tunanetra

Tidak dipungkiri bahwa mengkategorikan atau mengecap seseorang dapat menyebabkan perasaan negatif, namun pengkategorian ini harus dilakukan untuk anak-anak luar biasa menurut kebutuhannya. Anak yang tidak memberi respon terhadap komunikasi lisan dan selalu terihat murung, mungkin mengalami masalah pendengaran atau gangguan emosi.

Kategori atau cap yang diperuntukkan bagi anak akan membawa pada jenis perawatan yang berbeda sehingga terbantu dalam mengenali faktor yang menyebabkan kecacatan dan masalah yang disebabkannya. (Jamila.h.42)

Jadi, berhati-hatilah meberi label/cap/kategori pada anak. Pengkategorian dilakukan untuk penanganan masalah anak lebih lanjut, bukan untuk menjatuhkan nilai diri anak.

Wallahu’alam

About these ads

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Tulisan ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

2 Balasan ke Anak Luar Biasa

  1. addiehf berkata:

    semoga kita bisa menjadi anak yang luar biasa dan berguna bagi keluarga, agama, masyarakat, nusa dan bangsa. amin……..

    #terima kasih telah memberi sesuatu yang berbeda (walau pertemuan/perkenalan kita hanya sebentar) bagi diri ini, dan semoga amalibadah kita diterima disisi-Nya. amin…

    • melianaaryuni berkata:

      Mbak Meliana merespon :
      Iya, keluarga plurk akan sangat mengangenin, tapi prtemuan2, obrolan2 kemarin itulah yg mengikat hati2 kita…Addiehf jaga silaturrahim keluarga plurk ya. Amal ibadah, saling mengingatkan dalam kebaikan insya Allah dicatat Allah sebagai sesuatu yang besar di sisi-Nya.Aamiin.

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s