Renungan : Kematian, lagi…….

Kemarin aku mendengar tentang kematian. Hari ini juga aku mendengarkan hal yang sama. Ya, dua hari ini aku mendengar kata kematian. Ya, orang tua rekan kerjaku pergi meninggalkan kami. Sedih…. Aku teringat dengan orang tuaku. Aku ingat dengan kebandelanku. Kenakalan anak-anak yang kadang menimbulkan kemarahan.

Ketika melihat wajah orang yang ditinggalkan, aku bertambah sedih. Pilu melihat wajah mereka namun kematian tidak akan bisa diundur barang sedetik pun. Kematian mengajak kita berpikir bahwa kita benar-benar tak berdaya. Tubuh yang kita gunakan hanyalah benda yang tak punya nilai jika terlepas dari ruh.

Kematian membuatku merenung betapa dengan mudahnya Allah mencabut setiap nyawa yang dikehendaki-Nya karena Dia Maha Berkehendak. Kehendak kita ingin hidup 1000 tahun, tapi takdir telah menentukan lain. Dengan mudahnya Dia menyingkirkan kefanaan dunia menuju kekekalan alam akhirat.

“Baru saja ngeliat diundangan teman,eh besoknya udah nggak ada lagi,” kata seorang tetangga rekan kerjaku.
“Dia sih nggak ada sakit-sakitnya. Udah sehat koq,” kata orang lain.
Ya, kematian tidak pernah terduga. Kematian membawa luka dan tugas kita yang mengetahui ketidak terdugaan kematian itu dengan mawas diri.

Popularitas yang ingin kita capai, ketenaran yang kita dambakan, kekayaan yang kita kumpulkan akan sia-sia, tak berbekas jika tidak kita salurkan dalam amal perbuatan yang baik.

“Setiap orang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, maka berbuat baiklah.”

Orang yang baik akan ditempatkan di tempat yang baik, siapa yang tidak mau ?

Dulu…Ketika aku masih kecil
” Kalau aku meninggal nanti, aku ingin aku dulu yang meninggal, jangan orang tuaku. Biar mereka saja yang menangisi kematianku.” Aku egois ya. Kini…
Aku sadar…
“Kematian itu bukanlah kehendak kita. Tak patut kita mengatur Allah.”

Aku ingin jika ajalku telah tiba, aku bisa memberikan sesuatu yang lebih untuk agama, orang tuaku, dan negara ini walaupun tidak sebesar yang orang lain lakukan.

Doakan saja….

About these ads

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Tulisan ini dipublikasikan di Nilai2 Islami. Tandai permalink.

4 Balasan ke Renungan : Kematian, lagi…….

  1. Abdul Cholik berkata:

    -Tuhan tidak perduli siapa kamu,berapa umurmu dan sedang apa kamu,jika jadwal sudah sampai maka kita akan diambil-Nya.
    -Perlu bekal yang siap pakai dan siap bawa yaitu keimanan dan ketaqwaan kita.
    -Harta,anak,isteri,orangtua,kerabat dan teman hanya mengantar sampai kemakam,setelah itu mereka pulang,hanya bekal kita yang akan setia menemani.
    -salam

    Meliana merespon :

    Ya, kematian tidak pernah luntur untuk dijadikan nasihat yang berharga bagi kehidupan manusia karena kematian………

  2. health medicine berkata:

    ya allah cabutlah nyawaku ketika aku sudah bertobat di jalanmu….
    matikan aku dalam keadaan bertobat.. jangan engkau cabut nyawaku ketika diri ini berbuat dosa…

    amin amin ya robal alamin

    Meliana merespon :

    Aamiin juga… semoga ketika ruh kita semua diambil kembali noleh Allah, kita sedang berbuat kebaikan ya…. Terima kasih telah berkunjung….Salam kenal.

  3. dinda radeta berkata:

    memang, kematian selalu ada di dunia, tapi kita tidak bisa mengelak lagi karna itu sudah kehendak yang diatas

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s